Gerakan 98 Berbeda Dengan Sekarang, Romo Benny: Mereka Tidak Paham Apa yang Dituntut

Dwi Bowo Raharjo | Welly Hidayat | Suara.com

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:34 WIB
Gerakan 98 Berbeda Dengan Sekarang, Romo Benny: Mereka Tidak Paham Apa yang Dituntut
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyebut gerakan mahasiswa era kini dengan gerakan mahasiswa tahun 98 sangat jauh berbeda. [Suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyebut gerakan mahasiswa era kini dengan gerakan mahasiswa tahun 98 sangat jauh berbeda.

Hal itu disampaikan Romo Benny dalam diskusi bertajuk 'Jatuhnya Orde Baru dan Fenomena Marcos Jr Filipina' yang disiarkan melalui kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), pada Sabtu (21/5/2022).

Romo menuturkan gerakan mahasiswa serta elemen masyarakat tahun 1998 saat itu dari kesadaran hati nurani dengan pula proses yang cukup panjang.

"Kalau gerakan sekarang berbeda dengan 98 ya. Kalau 98 itu gerakan yang betul-betul persoalan tentang suara hati kita. Mereka ini betul-betul sebuah kesadaran kolektif dan itu lewat proses yang panjang. Jadi, bagaimana proses awal internalisasi kesadaran kolektif itu kita naungkan di kampus-kampus," kata Romo dalam diskusi,

Sedangkan, kata Romo, untuk gerakan aksi saat ini bukan lagi dari kesadaran dan spontanitas. Apalagi, juga dengan tuntutan aksi yang ingin dituju juga dianggap tidak terlalu paham.

"Bahwa yang sekarang ini, bukan lagi spontanitas bukan lagi kesadaran kolektif. Sehingga yang sekarang ini, mereka pun tidak memahami apa yang mereka tuntut itu tidak pahami," ungkapnya

"Kalau yang dulu kan jelas, kita menghadapi rezim diktator. Maka kita harus tumbangkan itu, dan kita kembalikan kita kepada satu demokrasi. Kesadaran itu dibangun dalam proses yang panjang bertahun tahun," katanya.

Menurutnya tuntutan dalam gerakan sekarang ini tidak mengaspirasi semua elemen mahasiswa. Malah, membuat mahasiswa terpecah tidak satu suara untuk melakukan gerakan aksi dengan tuntutan yang sama.

"Tidak seperti yang sekarang, tiba-tiba muncul satu tokoh yang tidak dikenal kemudian meluncurkan sesuatu yang sebenarnya, isu ini kan isu yang menurut saya tidak satu kesatuan yang bisa semua diterima oleh mahasiswa. Sehingga terjadi perpecahan," jelas Romo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang Tragedi Berdarah di Museum Reformasi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti

Mengenang Tragedi Berdarah di Museum Reformasi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti

Foto | Kamis, 12 Mei 2022 | 13:59 WIB

Pengamat Sebut Partai Mahasiswa Dibentuk untuk Kerdilkan Gerakan Mahasiswa

Pengamat Sebut Partai Mahasiswa Dibentuk untuk Kerdilkan Gerakan Mahasiswa

News | Rabu, 27 April 2022 | 00:06 WIB

Berkaca Pada Kasus Ade Armando, Cak Imin Nilai Kinerja BPIP Tidak Maksimal

Berkaca Pada Kasus Ade Armando, Cak Imin Nilai Kinerja BPIP Tidak Maksimal

News | Senin, 18 April 2022 | 19:32 WIB

Pembumian Pancasila Langkah TepatMencabut Radikalisme

Pembumian Pancasila Langkah TepatMencabut Radikalisme

News | Jum'at, 18 Maret 2022 | 05:44 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB