Inilah Cara Perusahaan di Australia Mencari dan Mempertahankan Karyawan

Siswanto, ABC

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:34 WIB
Inilah Cara Perusahaan di Australia Mencari dan Mempertahankan Karyawan
Ilustrasi Pegawai Perusahaan. (pexels)

"Dengan tingkat pengangguran yang rendah dan migrasi yang juga masih rendah, bisnis harus mencari staf baru namun juga harus mempertahankan staf yang sudah ada," katanya.

"

"Jadi harus ada berbagai hal yang dilakukan bisnis untuk bisa berbeda dari yang lain dan menarik pekerja baru agar mau melamar ke tempat mereka," ujarnya.

"Yang kita lihat misalnya tawaran bonus ketika mulai kerja, hak cuti yang lebih panjang, dan juga asuransi kesehatan pribadi," tambah Clayton Cook.

Industri yang sangat kekurangan pekerja di Australia antara lain di bidang hospitality (layanan seperti hotel, restoran, kafe), pertukangan, pertambangan, perawatan lansia dan pengasuhan anak-anak (child care).

"Pertambangan di Australia Barat sangat memerlukan banyak pekerja karena situasinya cukup tetapi mereka memang terisolasi karena pembatasan ketat selama ini," kata Cook.

"Mereka tidak bisa mendatangkan pekerja dari negara bagian lain seperti yang sebelumnya terjadi.

"

"Saya tahu satu perusahaan tambang di Australia Barat yang membayar bonus awal sampai Rp100 juta, dan kemudian bonus Rp20 juta per bulan, yang dibayar per 3 bulan atau per 6 bulan untuk mempertahankan staf agar tidak pindah."

baca juga

"

Clayton  Cook mengatakan Amerika Serikat bisa menjadi contoh dalam usaha berbagai perusahaan di sana untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang ada.

"Salah satu hal yang paling unik yang ditawarkan adalah cuti tanpa batas," katanya

"Mengatakan karyawan bisa mendapatkan cuti tidak terbatas mungkin terdengar aneh namun mereka masih harus memenuhi target dan ketentuan lain terlebih dahulu," jelas Cook.

"Insentif lain yang tidak biasa adalah perusahaan menawarkan staf mereka dengan asisten pribadi, mereka yang bisa  membantu belanja kebutuhan pokok, membawa anjing jalan-jalan, mencuci mobil, semua ini dilakukan oleh asisten pribadi," jelsnya.

"

"Mereka menggunakan ini tidak saja untuk menarik karyawan baru tetap juga untuk meningkatkan produktivitas para pekerja yang ada."

"

Kenaikan upah saja tidak cukup

Direktur Klinik Hewan Southern Cross Veterinary Surgeries Sam Kovac mengatakan meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan selama COVID membuat juga kebutuhan akan layanan perawatan hewan.

"

"Kami melakukan survei terhadap staf kami untuk melihat apa yang mereka butuhkan, dan mengatakan menaikkan gaji adalah cara yang paling 'malas' dalam mengucapkan apresiasi kepada karyawan," katanya.

"

"Kami sekarang memesan makan siang untuk karyawan setiap hari Rabu, dan juga menawarkan satu hari untuk malas-malasan di rumah dalam setahun jadi mereka bisa di hari tertentu telepon tidak mau kerja dan malas-malasan di rumah."

Sam Kovac juga mengatakan berusaha memberikan insentif menarik bagi staf baru.

"

"Ketika kami merekrut dokter hewan baru dan mereka sudah melewati masa percobaan, mereka akan mendapat satu tiket kelas bisnis penerbangan ke mana saja di dunia," kata Kovac.

"

"Untuk karyawan yang sudah ada, kami menawarkan paket liburan mewah dengan pasangan mereka sebagai ucapan terima kasih atas kerja keras mereka selama ini" jelasnya.

Sektor pekerja untuk mereka yang difabel juga kekurangan pekerja dan CEO Able Australia Lynette McKeown mengatakan bahwa mereka juga menawarkan kartu diskon untuk belanja bagi staf.

"Kartu diskon itu bisa mendapatkan diskon 5% untuk belanja kebutuhan pokok, pakaian, ritel dan bahkan untuk nonton film," katanya.

"Ini untuk membantu staf mengatasi inflasi dan juga cara kami berterima kasih kepada mereka."

Able Australia juga mulai merekrut mereka yang tidak memiliki kualifikasi atau belum pernah mendapat pelatihan sebelumnya.

"

"Dari pada menunggu mereka yang sudah memiliki pengalaman atau kualifikasi, sekarang kami mengatakan tidak ada pengalaman, tidak masalah," kata Lynette McKeown.

"

"Jadi kami sekarang yang memberi pelatihan sendiri."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri

Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:14 WIB

MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan

MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:13 WIB

Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu

Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:53 WIB

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di  Cafe de'CLAN Signature

Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:39 WIB

Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar

Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:34 WIB

Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR

Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:25 WIB

Brankas Jumbo Ditemukan di Balik Lemari Cafe Cipete, Diduga Simpan Bukti Korupsi PLTU

Brankas Jumbo Ditemukan di Balik Lemari Cafe Cipete, Diduga Simpan Bukti Korupsi PLTU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:15 WIB

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:13 WIB

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:02 WIB

Demokrat Warning 'Agenda Terselubung' di RUU Pemilu, Ada Upaya Batasi Pencalonan Presiden!

Demokrat Warning 'Agenda Terselubung' di RUU Pemilu, Ada Upaya Batasi Pencalonan Presiden!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:58 WIB

×