Situasi Israel-Palestina Memanas Akibat RUU Kontroversial

Siswanto, BBC

Jum'at, 03 Juni 2022 | 18:58 WIB
Situasi Israel-Palestina Memanas Akibat RUU Kontroversial
BBC

Suara.com - Parlemen Israel mendukung pengesahan rancangan undang-undang kontroversial yang melarang pengibaran "bendera musuh" di kantor-kantor lembaga yang didanai negara itu. Bendera Palestina adalah salah satu yang akan dilarang.

Knessetsebutan bagi parlemen Israelmenyetujui undang-undang tersebut dalam forum pembahasan pendahuluan. Berdasarkan pemungutan suara di antara anggota parlemen, 63 orang menyatakan mendukung, sementara 16 orang menentang regulasi kontroversial itu.

Namun rancangan beleid itu baru bisa disahkan jika terdapat tiga suara tambahan yang menyatakan dukungan terhadapnya.

Kemarahan terkait urusan bendera kembali mencuat di Israel, Rabu (01/06). Pemicunya adalah penurunan bendera Palestina dari sebuah gedung pencakar langit di kawasan dekat ibu kota Israel, Tel Aviv.

Bendera tersebut sebelumnya dipasang oleh kelompok yang mengadvokasi perdamaian Palestina dan Israel. Setelah bendera Palestina diturunkan, bendera Israel tetap dibiarkan berkibar di gedung pencakar langit yang sama.

https://twitter.com/edokonrad/status/1531974098787700736?s=20&t=Mk6dfvVgyB2QcJSdYqvXaA


Insiden ini terjadi setelah sejumlah tindakan tentara Israel terhadap pengibaran bendera Palestina.

Sejumlah tentara belakangan bahkan terlihat mengawal para pemukim Yahudi yang menurunkan bendera Palestina di sebuah kota di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Rancangan regulasi untuk melarang "pengibaran bendera negara musuh atau Otoritas Palestina" diusulkan oleh Eli Cohen, politikus dari partai oposisi sayap kanan, Likud.

baca juga

"Siapapun yang merasa dirinya sebagai orang Palestina akan mendapat semua bantuan yang diperlukan dari kami untuk pindah ke Gaza dalam rute satu arah," ujar Cohen lewat akun Twitter miliknya.

Baca juga:

Para pengamat di Israel memperkirakan pembahasan lebih lanjut tentang rancangan aturan soal bendera ini akan ditunda oleh pemerintah koalisi Israel yang terdiri partai dengan berbagai haluan politik.

Perdebatan tentang legalitas bendera Palestina dipicu peristiwa yang terjadi pada peringatan Hari Nakba di sejumlah wilayah, termasuk di Universitas Ben Guiron di Negev.

Hari bersejarah bagi warga Palestina itu jatuh pada 15 Mei setiap tahun, untuk memperingati pengungsian massal warga Palestina dalam peperangan setelah pendirian negara Israel pada 1948.

https://twitter.com/mehazkim/status/1531903268414177281?s=20&t=KWN5MZApWJ2PgG5WHlNcGg


Kelompok advokasi sayap kiri Israel, Mehazkim, memasang bendera raksasa Palestina dan Israel secara berdampingan di sisi gedung Diamond Exchange, yang berada di Kota Ramat Gan.

Langkah itu merupakan tanggapan mereka atas pemungutan suara anggota parlemen untuk rancangan regulasi bendera yang kontroversial itu.

Dalam spanduk yang mereka pasang, Mehazkim menyertakan tulisan dalam bahasa Ibrani yang berbunyi: "Kita ditakdirkan untuk hidup bersama", dengan sentimen serupa diungkapkan dalam bahasa Arab.

"Ups, apakah kita melakukan itu? Sebenarnya, ya. Karena kita semua ditakdirkan untuk hidup bersama dan mungkin harus disebutkan kepada siapa saja yang lupa," demikian cuitan kelompok itu di Twitter.

Wali Kota Ramat Gan pada mulanya mengungkapkan bahwa secara hukum otoritas lokal tidak dapat bertindak dalam menangapi keluhan pemerintah Israel.

Namun, para pekerja kemudian dikirim untuk menurunkan bendera Palestina tersebut.

Seperti kucing dan tikus

Bendera selalu menjadi simbol yang kuat dalam konflik antara Israel dan Palestina. Namun sejumlah peristiwa besar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa bendera telah memicu perselisihan baru.

Polisi Israel memukul dan menendang pengusung peti yang membawa jenazah jurnalis Al Jazeera, Shiren Abu Aqla, yang ditembak mati kala meliput serangan tentara Israel di kamp pengungsi Jenin pada 11 Mei lalu.

Aksi polisi Israel tersebut hampir membuat peti jenazah Shiren Abu Aqla yang diselimuti bendera Palestina terjatuh.

Polisi menyatakan aparat "terpaksa membubarkan" upacara pemakaman di Yerusalem Timur yang dicaplok Israel itu.

Aparat Israel juga menyita bendera Palestina dari para pelayat. Mereka menghancurkan jendela mobil jenazah dan menurunkan bendera Palestina.

Baca juga:

Saat ini, bendera Palestina bukanlah sesuatu yang ilegal menurut hukum Israel.

Namun polisi Israel secara teratur melarang pengibaran bendera Palestina di ruang publik. Bendera itu lantas mereka sita dari orang-orang Palestina yang mengibarkannya, terutama di Yerusalem Timur, kawasan yang diperebutkan secara sengit oleh Israel dan Palestina.

Baik polisi maupun tentara Israel membuat klaim bahwa mereka memiliki wewenang untuk memindahkan benda apa pun yang dapat menyebabkan bentrokan, termasuk bendera.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa rekaman video menampikan tentara Israel menurunkan bendera Palestina dari tiang lampu.

Ada juga video yang memperlihatkan mereka melindungi pemukim Yahudi saat mereka menurunkan bendera Palestina di Huwara, Tepi Barat Palestina.

Sebuah video viral menunjukkan tentara Israel mendorong warga Palestina. Tentara itu mengarahkan senjata ke warga sipil Palestna dan melemparkan granat kejut.

https://twitter.com/Ahmad_tibi/status/1527328709585166345?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1527328709585166345%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.timesofisrael.com%2Farmy-filmed-protecting-settlers-taking-down-palestinian-flag-from-west-bank-town%2F


Aksi semacam ini bukanlah hal yang biasa di Huwara, yang terletak di jalan utama antara Ramallah dan Nablus. Salah satu alasannya, kota itu berada di bawah administrasi Palestina.

Namun petinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada media lokal bahwa pasukan mereka tiba di tempat kejadian setelah konfrontasi yang berujung ricuh terjadi pemukim Israel dan warga Palestina.

Mereka berkata, tentara Israel menurunkan bendera Palestina untuk mencoba mencegah bentrokan lebih lanjut.

Pekan ini BBC Arab merekam tentara Israel menurunkan bendera Palestina, tidak lama setelah seorang warga lokal bernama Saddam Dmeidi mengibarkannya.

"Ini menjadi pertarungan kucing dan tikus," kata Dmeidi.

"Pada akhirnya ini tentang siapa yang paling mapan di sini. Semoga pemilik tanah akan menang dan bendera Palestina akan tetap berkibar di Huwara," ujarnya.

Aksi aparat Israel terhadap bendera Palestina juga terlihat selama Pawai Bendera Israel yang digelar 30 Mei lalu.

Ribuan warga Israel melakukan pawai dan mengibarkan bendera negara mereka melewati kawasan berpenduduk Muslim di Kota Tua di Yerusalem Timur. Peristiwa itu dianggap sebagai aksi yang sangat provokatif bagi warga Palestina.

Polisi Israel mengejar sejumlah aktivis Palestina yang mengibarkan benderanya. Dalam perhelatan itu, warga Palestina kemudian bersorak ketika sebuah drone terbang mengibarkan bendera Palestina di atas Gerbang Damaskus.

Selama beberapa dekade, warga Palestina menemukan beragam cara inovatif untuk mengakali pembatasan Israel terhadap pengibaran bendera mereka. Siasat itu muncul yang telah ada sejak Pemberontakan Arab pada 1916 melawan kekaisaran Ottoman.

Dalam ikonografi Palestina, semangkabuah lokal yang memiliki warna hitam, putih, hijau dan merah yang samasering digunakan secara subversif sebagai simbol untuk menggantikan bendera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026

Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:10 WIB

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!

Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!

Sport | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:57 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050

Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:33 WIB

Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador

Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:21 WIB

Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina

Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:13 WIB

Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:05 WIB

Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa

Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa

Bola | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:58 WIB

Terkini

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

×