Pasokan Energi Menipis, Warga Jepang dan Australia Diminta Hemat Listrik

Siswanto, BBC

Kamis, 30 Juni 2022 | 08:44 WIB
Pasokan Energi Menipis, Warga Jepang dan Australia Diminta Hemat Listrik
BBC

Suara.com - Sanggupkah Anda mematikan lampu selama beberapa jam per hari? Permintaan itu disampaikan oleh pemerintah Jepang dan Australia kepada penduduk mereka.

Jepang mendesak penduduknya yang tinggal di sekitar ibu kota Tokyo untuk mengurangi penggunaan listrik, terutama mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan selama tiga jam mulai pukul 3 sore.

Sedangkan di Australia, penduduk di negara bagian New South Wales, termasuk di Kota Sydney, juga telah diminta tidak menggunakan listrik mulai pukul 6 sore hingga 8 malam.

Kedua negara itu tengah menghadapi cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan ini.

Sepanjang akhir pekan lalu, suhu di pusat kota Tokyo melampaui 35 derajat Celcius, sedangkan suhu di Isesaki, yang berada di barat laut Tokyo, mencapai 40,2 derajat Celcius.

Ini merupakan rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat sepanjang bulan Juni di Jepang.

Di Australia, gelombang dingin menyebabkan temperatur menurun "sekitar enam hingga 10 derajat di bawah normal," kata pakar dari Badan Meteorologi Australia, Sarah Scully, melalui akun Twitter-nya.

Ada persoalan yang sama di balik desakan untuk menghemat listrik di kedua negara itu, yakni berkurangnya pasokan energi.

Baca juga:

baca juga

Hanya pendingin udara

Pemerintah Jepang memperkirakan pasokan energi mereka akan menyusut akibat suhu sehari-hari menjadi lebih panas.

Desakan untuk menghemat listrik semakin digalakkan beberapa waktu belakangan ini, namun pemerintah Jepang sejak berminggu-minggu lalu telah memperingatkan ancaman krisis energi akibat peningkatan suhu.

Kementerian Perekonomian, Perdagangan, dan Perindustrian meminta agar lampu-lampu yang tidak perlu dimatikan, namun masyarakat dapat "menggunakan pendingin udara (AC) secara tepat untuk menghidrasi selama jam-jam panas" demi menghindari dampak dehidrasi.

Pada pekan lalu, kementerian juga memperingatkan bahwa kapasitas pembangkit listrik akan menurun sehingga mengurangi kemampuannya menjaga pasokan listrik tetap stabil.

Meskipun para produsen listrik telah berupaya meningkatkan suplai, kementerian menyatakan situasinya "tidak terprediksi" karena suhu terus meningkat.

"Apabila terjadi lonjakan permintaan dan gangguan pada pasokan, margin cadangan energi akan turun mencapai di bawah titik aman yakni 3%," kata Menteri Koichi Hagiuda.

Sementara itu, Menteri Energi Australia, Chris Bowen, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menggunakan listrik pada sore hingga malam hari apabila "memungkinkan". Dia juga mengajak warga untuk menghemat energi sebanyak mungkin.

Namun meski ada pembatasan semacam itu, Bowen "yakin" pemadaman listrik dapat dihindari.

Tidak ada pasokan

Pasokan energi Jepang telah menipis sejak gempa bumi di wilayah timur laut negara itu pada Maret lalu membuat sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir berhenti beroperasi.

Mereka juga telah menutup sejumlah pabrik bahan bakar fosil sebagai upaya mengurangi emisi karbondioksida.

Sedangkan pada kasus Australia, negara ini adalah salah satu eksportir batu bara dan gas alam cair terbesar di dunia. Sekitar 75% listrik di Australia dihasilkan dari batu bara.

Beberapa pekan terakhir, Australia mengalami gangguan pasokan.

Banjir yang melanda pada tahun lalu berdampak pada sejumlah tambang batu bara. Selain itu, seperempat kapasitas pembangkit listrik batu bara di Australia tidak lagi bisa beroperasi karena pemadaman tak terduga dan jadwal pemeliharaan.

Permintaan tinggi, cadangan tipis, harga meningkat

Permintaan listrik di kedua negara itu telah sama-sama meningkat, baik karena penggunaan pemanas ruangan maupun pendingin ruangan.

Pada saat yang sama, harga listrik pun meningkat, dan tren ini juga terjadi secara global.

Selama setahun terakhir, Eropa mencatat peningkatan listrik. Pada September, harga listrik mencapai rekor tertinggi selama beberapa minggu.

Baca juga:

Di Spanyol, masyarakat tidak dianjurkan mematikan lampu pada waktu-waktu tertentu, namun ada sejumlah kebijakan yang diyakini mengubah kebiasaan konsumsi listrik warga.

Sejak Juni 2021, skema harga listrik dibedakan antara jam sibuk dan jam lainnya. Jadi, ada waktu-waktu di mana biaya listrik lebih murah. Misalnya, menggunakan mesin cuci akan lebih murah antara jam 12 malam hingga 8 pagi.

Sedangkan biaya listrik yang paling mahal berlangsung pada jam 10 pagi hingga 2 siang, serta 6 sore hingga 10 malam.

Kebijakan itu diterapkan ketika cadangan energi dalam titik rendah, serta ada kemungkinan permintaan listrik meningkat di saat pasokannya tidak mencukupi.

Ditambah lagi, terjadi krisis bahan baku akibat menurunnya persediaan begitu perekonomian kembali dibuka setelah pembatasan mobilitas akibat pandemi mereda.

Sebagai pelengkap, invasi Rusia ke Ukraina menambah panjang siklus kelangkaan energi dan kenaikan harga ini.

Sejumlah produsen listrik telah menghadapi lonjakan biaya produksi karena harga batu bara dan gas global naik akibat sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:50 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Honda Resmi Pamerkan e-MTB Prototype, Siap Guncang Pasar Sepeda Listrik

Honda Resmi Pamerkan e-MTB Prototype, Siap Guncang Pasar Sepeda Listrik

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 16:24 WIB

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Local Pride vs Made in Vietnam: Mending Indomobil Sprinto atau VinFast Viper?

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:39 WIB

Hitung-hitungan Biaya Listrik AC Inverter vs AC Low Watt per Bulan, Mana Lebih Hemat?

Hitung-hitungan Biaya Listrik AC Inverter vs AC Low Watt per Bulan, Mana Lebih Hemat?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:57 WIB

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Mitos atau Fakta: Mencabut Colokan Listrik Kulkas dan TV Bisa Hemat Tagihan Bulanan?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:18 WIB

Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Rumah di Jepang

Topan Dujuan Tewaskan 2 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Rumah di Jepang

News | Selasa, 22 September 2026 | 12:53 WIB

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Masalah Pedal Rem, BYD Recall Lebih dari 180 Ribu Mobil

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 14:35 WIB

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:49 WIB

Capek Antre Pertalite? Segini Harga Motor Listrik United Terbaru September 2026

Capek Antre Pertalite? Segini Harga Motor Listrik United Terbaru September 2026

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:28 WIB

Terkini

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:16 WIB

×