facebook

Sudah 50,91 Juta Warga Indonesia yang Menerima Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

Chandra Iswinarno
Sudah 50,91 Juta Warga Indonesia yang Menerima Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga
Vaksinator dari TNI AU menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pengunjung saat vaksinasi di Gaia Mall, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Sejumlah 50,91 juta Warga Indonesia yang sudah menerima Vaksin Covid-19 dosis ketiga terhitung per Minggu (3/7/2022) siang sekira pukul 12.00 WIB.

Suara.com - Sejumlah 50,91 juta Warga Indonesia yang sudah menerima Vaksin Covid-19 dosis ketiga terhitung per Minggu (3/7/2022) siang sekira pukul 12.00 WIB. Menurut data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 bertambah 18.291 orang sehingga totalnya 50.916.428 orang.

Dengan tambahan tersebut, suntikan dosis penguat vaksin Covid-19 sudah diberikan pada 24,44 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, warga yang telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 bertambah 5.803 orang menjadi 169.117.577 orang atau 81,20 persen dari total sasaran.

Kemudian penerima dosis pertama bertambah 7.905 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 201.565.306 orang atau 96,78 persen dari total sasaran. Pemerintah berencana memvaksinasi 208.265.720 juta orang.

Baca Juga: Bertambah, Total Warga Indonesia Terima Suntik Vaksin Booster Kini Capai 50,91 juta jiwa

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan cakupan vaksinasi penguat secara nasional 24 persen. Namun, cakupan tersebut belum tampak signifikan.

"Selain itu 28 dari 34 provinsi, cakupan vaksinnya juga masih di bawah 30 persen. Hanya Bali yang sudah di atas 50 persen, disusul dengan DKI dan Kepulauan Riau di atas 40 persen, dan DIY, Jawa Barat dan Kalimantan Timur di atas 30 persen," ujarnya.

Wiku mengatakan sejak dimulai pada bulan Januari 2022, progres vaksinasi penguat terbilang lebih lambat dibandingkan dengan dosis satu dan dua.

Pada awal pelaksanaan vaksinasi dosis satu dan dua, cakupan dapat meningkat 60 persen dalam kurun waktu enam bulan, yaitu antara bulan Juni sampai dengan Desember 2021.

"Namun, pada vaksinasi 'booster' (penguat) pada kurun waktu yang sama, sejak Januari hingga Juni 2022, cakupan baru meningkat sebesar 20 persen. Peningkatan cakupan vaksin 'booster' membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat," katanya. (Antara)

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Minta Masyarakat Segera Dapatkan Booster Covid-19 Jika Belum

Komentar