Suara.com - Para pekerja terampil yang telah bekerja di pedalaman Australia dan sedang mengajukan visa baru sebagai penduduk tetap kini terombang-ambing dan sebagian di antaranya menyatakan telah kehilangan harapan.
Menurut keterangan Departemen Dalam Negeri, pihaknya sedang mengkaji adanya penumpukan permohonan Visa Pekerja Terampil Regional jenis 887 yang diajukan sebelum September 2020.
Disebutkan, hingga Maret 2022, ada 16.467 permohonan visa pekerja terampil 887 yang masih diproses.
Visa 887 memungkinkan pemegangnya tinggal permanen untuk bekerja dan belajar di mana saja di Australia.
Karena berstatus penduduk tetap, pemegang Visa 887 bisa mensponsori kerabat yang memenuhi syarat untuk datang dan tinggal permanen, atau mengajukan permohonan menjadi warga negara Australia.
Terjadinya penundaan dalam proses Visa 887 membuat sejumlah pekerja terampil merasa hanya "dimanfaatkan".
Mereka bahkan khawatir akan dipindahkan ke jenis visa sementara yang tentunya akan menyulitkan untuk mencari pekerjaan status visa sementara kurang menarik bagi pemberi kerja.
Salah satu di antaranya adalah Irene Teo, warga asal Malaysia yang datang ke Australia pada tahun 2013 untuk kuliah S1 dan kemudian S2.
Setamat kuliah, Irene telah bekerja sebagai akuntan sejak 2016.
Setelah visa sarjananya (graduate visa) kadaluwarsa, ia berhasil mendapatkan Visa Pekerja Terampil Regional jenis 489, yang mengharuskannya tinggal di wilayah regional dan pedalaman.
Visa tersebut akan habis masa berlakunya pada bulan Desember tahun ini.
Pada bulan Desember 2020 Irene mengajukan permohonan Visa 887, visa untuk orang-orang yang pernah tinggal dan bekerja di pedalaman Australia dengan visa sebelumnya.
Tapi, kata Irene, permohonannya itu belum diproses. "Kita semua hanya menunggu selama dua tahun," katanya.
"Jika saja saya tak bertemu suami, saya pikir akan mundur karena sudah terlalu lama menunggu selama dua tahun dan tidak ada kontak atau apa pun," jelasnya.
Irene mengaku khawatir jika permohonannya tidak diproses sebelum Desember, dia akan diberikan visa sementara yang akan menyulitkannya untuk mendapatkan pekerjaan.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Ulasan The Family Plan 2: Sisi Jenaka Mark Wahlberg yang Mengocok Perut!
Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:07 WIB
Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'
Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:48 WIB
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:39 WIB
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB
Selamat! 12 Finalis Desainer Muda IYFDC 2026 Terpilih, Berpeluang Sekolah Mode di Italia
Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:27 WIB
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:26 WIB
Trailer Mencekam, Film Pemikat Jiwa Angkat Kisah Teror Obsesi Buta dan Berujung Petaka Gaib
Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:15 WIB
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI
Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB
Niat Puasa Daud: Makna, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam
Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:09 WIB
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB
Terkini
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:26 WIB
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:45 WIB
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:30 WIB
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:16 WIB
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
News | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:01 WIB