Dokter Berusia 91 Tahun Masih Buka Praktik di Kota Darwin

Siswanto, ABC

Senin, 18 Juli 2022 | 15:53 WIB
Dokter Berusia 91 Tahun Masih Buka Praktik di Kota Darwin
Ilustrasi dokter. (Pixabay/sammy sander)

Suara.com - Ruang kerjanya dipenuhi berbagai benda, mulai dari tengkorak buaya, ukiran kayu burung cendrawasih, anak panah, hingga foto hitam putih pria Papua Nugini dalam ukuran besar.

Bagi Dokter Albert Foreman, mosaik poster, karya seni, guntingan kliping koran, hingga koleksi foto yang diambil dengan kamera Kodak Retina, semuanya menjadi bagian perjalanan hidupnya yang panjang.

Kini, dalam usia yang sudah menginjak 91 tahun, Dr Foreman masih bisa ditemui di tempat praktiknya di pinggiran Kota Darwin, Australia.

Jika bukan karena pajangan diagram anatomi telinga, hidung dan tenggorokan (THT) serta berbagai peralatan medis lainnya, ruang kerjanya itu lebih mirip museum daripada ruang praktik dokter.

Sebagai dokter umum dengan minat khusus pada penyakit THT, Dr Foreman telah memeriksa telinga ribuan penduduk Australia utara.

Pada usia 91 tahun, ia kemungkinan besar merupakan dokter tertua yang masih buka praktik di Australia.

"Saya terus saja berpraktik karena saya tidak mau menyerah," katanya kepada ABC News pada awal Juli 2022.

"Obat-obatan sangat baik untuk kita. Membuat saya bisa bekerja tiap hari," ujarnya.

Pekerjaannya sebagai dokter telah membawanya ke berbagai negara termasuk Swaziland, Tanzania, Israel, India dan ke kamp pengungsi Ethiopia pada di tahun 1980-an.

baca juga

Ia juga kerap pergi ke pedalaman, ikut dalam Layanan Dokter Terbang Port Augusta, bertugas ke rumah sakit di Alice Springs, Katherine, dan akhirnya menetap di Darwin.

Sekarang dia menghabiskan hari-harinya melakukan praktik rutin di pinggiran ibu kota Northern Territory (NT) ini.

"

"Saya masih menikmati apa yang saya lakukan, bahkan jika hanya membersihkan telinga pasien yang kotor," ujarnya.

"

"Saya akan terus praktik selama bisa melakukannya, tapi tentu saja tidak akan selamanya," tutur Dr Foreman.

Bekerja enam hari seminggu

Menurut data Biro Statistik Australia terbaru, usia rata-rata pensiun untuk orang Australia adalah 55,4 tahun, meskipun beberapa penelitian menunjukkan profesi dokter biasanya pensiun lebih lambat.

Di antara kliping koran di dinding ruang tunggu Dr Foreman, sejumlah artikel menampilkan profesional medis lainnya yang terus bekerja hingga akhir hayat, termasuk koleganya, Dr Edwin 'Ted' Milliken, yang pada tahun 2018 masih bekerja sebagai psikolog dalam usia 100 tahun.

Ketua Asosiasi Medis Australia NT, Dr Robert Parker, mengatakan usia pensiun bagi para dokter lebih dari sekadar menikmati pekerjaan.

"Profesi ini lebih pada bagaimana memberikan kontribusi kepada masyarakat," katanya.

Dr Foreman, yang pada tahun 2017 menerima penghargaan atas pengabdiannya di bidang kedokteran di daerah pedalaman, telah menjalankan klinik bersama istrinya, Eugenia, sejak ia meninggalkan posisinya sebagai asisten ahli bedah di Rumah Sakit Royal Darwin pada tahun 1998, dalam usia 70 tahun.

"

"Ini pekerjaan saya sebagai pensiunan," katanya. "Saya berusia 91 tahun, dan masih bekerja enam hari seminggu."

"

Di samping komitmennya terhadap pasien, Dr Foreman juga mengaitkan masa kerja yang panjang ini dengan keterlambatannya kuliah kedokteran, yang baru dimulai saat berusia 40 tahun di Papua Nugini.

"Karena mulainya terlambat, saya bekerja selama ini hampir sebagian besar karena juga lambat masuk (kuliah kedokteran)," jelasnya.

Bekerja sebagai insinyur

Sebelum memasuki dunia kedokteran, Dr Foreman memiliki beberapa pekerjaan, dan warga Australia utara bisa dipastikan bisa hasil tangannya, baik berupa jalan, landasan udara, jembatan hingga sistem sanitasi.

Dia pertama kali datang ke Australia utara pada tahun 1957 sebagai insinyur sipil pada Departemen Pekerjaan Umum Australia, bekerja sebentar di Darwin pada berbagai proyek termasuk menara air Parap.

Dia juga ikut mengawasi pengerukan Pelabuhan Darwin untuk membersihkan sisa bom Perang Dunia yang tidak meledak.

Dia kemudian menghabiskan empat tahun di Alice Springs dan Barkly, bekerja pada penyediaan air, sanitasi dan saluran pembuangan, serta membangun jalan raya.

"Saat itu saya tahu setiap sudut dari Barkly sampai ke Newcastle Waters," katanya.

Pekerjaannya sebagai insinyur juga membawanya ke Katherine, membangun jembatan pertama di atas sungai King River.

"Tidak ada AC atau alat pendingin apa pun saat itu," katanya.

Memasuki dunia kedokteran

Dr Foreman seringkali merasa tidak cocok di bidang teknik. Maka dia pun meninggalkan profesinya itu untuk belajar teologi.

Tapi setelah tamat dan memenuhi syarat untuk ditahbiskan sebagai imam Gereja Anglikan, dia justru menolaknya demi posisi sebagai insinyur senior untuk pembangunan jalan dan bandar udara di Papua Nugini.

Namun sebelum itu, Dr Foreman terlebih dahulu menjadi dosen matematika di Port Moresby, sebelum meninggalkan dunia teknik untuk selamanya dan mendaftar kuliah belajar kedokteran pada tahun 1971.

Dekan Fakultas Kedokteran di Port Moresby, Profesor Ian Maddocks (sekarang spesialis perawatan paliatif terkemuka di Australia) awalnya menolak lamarannya dengan alasan Foreman yang berusia 40 saat itu terlalu tua untuk memasuki profesi medis.

"Tapi pendapat dia ditolak oleh orang lain dalam komite penerimaan mahasiswa, dan saya pun lulus," kata Dr Foreman.

Saatnya untuk berefleksi

Sekarang Dr Forerman sendiri menderita gangguan pendengaran. Namun, dia menyebut mungkin masa kecilnya yang memicu minat awalnya pada spesialisasi penyakit THT.

"Saya tumbuh besar dengan ayah yang tuli," jelasnya. "Dia menderita penyakit Ménière, yaitu ketulian secara bertahap."

"Kami memiliki ayah yang pendiam. Tapi hal itu tak menghentikannya untuk mendengarkan siaran balapan setiap hari Sabtu, dia akan selalu berada di dekat radio," katanya.

Dr Foreman mengatakan ayahnya juga hidup sampai usia 90 tahun, namun dirinya adalah orang pertama di keluarganya yang mencapai usia 91 tahun.

Meskipun tidak berencana pensiun dalam waktu dekat, Dr Foreman mengatakan dia berniat untuk berhenti satu atau dua hari dalam waktu dekat.

"Saya akan mengurangi kerja menjadi lima hari seminggu, banyak yang harus saya rapikan," katanya, sambil melihat ke rak-rak yang penuh jurnal, buku, dan catatan kuliahnya.

"Bayangkan jika saya mati mendadak, ini semua akan menjadi mimpi buruk [untuk orang yang merapikannya]. Dan rasanya saya harus menulis memoar," tuturnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak Usai Keracunan Massal

172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak Usai Keracunan Massal

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 19:35 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×