AHY Sebut 3 Tantangan dalam Demokrasi, Salah Satunya Serangan Buzzer Politik

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:13 WIB
AHY Sebut 3 Tantangan dalam Demokrasi, Salah Satunya Serangan Buzzer Politik
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan sambutan di acara perayaan 10 Tahun Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) secara virtual, Jumat (5/8/2022). (YouTube)

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada tiga tantangan yang dihadapi dalam demokrasi. Tantangan pertama yakni politik uang yang masih merajalela.

"Politik uang ini merajalela, harus kita antisipasi. Jangan sampai hanya mereka yang punya uang berlebih yang bisa menjadi kader-kader terbaik bangsa, bisa menjadi pemimpin dan wakil rakyat," ujar AHY dalam sambutan di acara perayaan 10 Tahun Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) secara virtual, Jumat (5/8/2022).

Tantangan yang kedua kata AHY yakni politik identitas. AHY menuturkan politik identitas sangat berbahaya bagi persatuan di Indonesia.

"Politik identitas sangat membelah, polarisasi yang dieksploitasi karena sentimen suku, agama etnisitas dan identitas lainnya ini sangat berbahaya bagi persatuan kita," paparnya.

Kemudian yang ketiga yakni politik fitnah. AHY memaparkan bahwa politik fitnah bukan sesuatu yang baru, namun merajalela. Bahkan saat ini kata AHY yang dihadapi saat ini yakni buzzer politik yang memproduksi berita-berita bohong.

"Tentunya berbicara politik fitnah bukan sesuatu yang baru. Tapi di era digital ini hoax, black campaign fake news ini merajalela membabi buta. Belum lagi kita harus menghadapi buzzer-buzzer politik yang memang tugas dan pekerjaannya memproduksi berita-berita bohong tadi," ungkap AHY.

Karena itu, kata AHY, dibutuhkan pers yang kredibel, independen yang mampu memverifikasi berita secara aktual dan faktual serta mencegah perpecahan, memajukan demokrasi mensejahterakan rakyat Indonesia.

Ia juga menegaskan pemilu itu merupakan ajang sebuah kontestasi gagasan, bukanlah kontestasi uang, kontestasi identitas bahkan bukan kontestasi fitnah.

"Mudah-mudahan bangsa Indonesia semakin dewasa, literasi politik juga membawa kita termasuk generasi muda lebih memahami pentingnya demokrasi."

Baca Juga: Selundupkan Biji Kokain ke Luar Negeri, Polisi: Pelaku Pakai Boneka Jari untuk Kamuflase

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI