Suara.com - Israel menyetujui gencatan senjata dengan kelompok militan Palestina setelah bentrokan mematikan di akhir pekan di Gaza yang menelan korban puluhan orang meninggal dunia.
Seperti gencatan senjata sebelumnya, Mesir juga terlibat dalam usaha menghentikan bentrokan kekerasan tersebut dan kedua belah pihak menyetujuinya menjelang tengah malam hari Minggu (07/08).
Israel mengukuhkan akan mematuhi gencatan senjata tersebut namun menambahkan akan memberikan respons bila dilanggar.
Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, 43 orang tewas di kawasan tersebut termasuk enam anak-anak selama akhir pekan.
Bentrokan terjadi ketika Israel menewaskan seorang komandan senior kelompok militan Islamic Jihad dalam serangkaian serangan hari Jumat (05/08).
Israel mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya serangan yang direncanakan dalam waktu dekat.
Dalam serangan berikutnya, komandan militer Palestina kedua tewas.
Bentrokan seperti ini, yang menjadi cikal-bakal perang di Gaza sebelumnya, sudah mengkhawatirkan negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat.
Namun, konflik terbaru ini masih belum menjalar luas, karena Hamas, kelompok Palestina yang saat ini menguasai Jalur Gaza serta lebih kuat daripada Islamic Jihad yang didukung Iran,sejauh ini tidak terlibat dalam bentrokan.
Hamas sudah mengalami empat perang besar dengan Israel sejak kelompok tersebut mengambil alih kekuasaan dari kelompok saingannya, Fatah, di tahun 2007.
Mereka menggunakan Gaza sebagai pangkalan untuk meluncurkan serangan roket ke kota-kota Israel.
Ratusan warga Palestina tewas dalam serangan balasan Israel ke Gaza.
Israel mengatakan mereka harus melakukan serangan balasan dengan alasan membela diri.
Serangan roket Palestina terbaru ini sudah melumpuhkan hampir sebagian besar wilayah selatan Israel dan menyebabkan warga di kota-kota seperti Tel Aviv dan Askhelon menyelamatkan diri ke tempat perlindungan yang sudah dibuat.
Israel mengatakan sistem pertahanan untuk menangkal serangan roket bernama Dome Interceptor, yang menurut militer 97 persen berhasil menangkal serangan, berhasil menembak jatuh roket yang diarahkan ke sebelah barat negara tersebut.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:28 WIB
Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza
News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:28 WIB
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:38 WIB
Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:42 WIB
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Laut Mediterania Picu Kemarahan PM Malaysia
News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:41 WIB
Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu
News | Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB
Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
News | Kamis, 30 April 2026 | 07:27 WIB
Buku Sebelum Aku Tiada: Suara-Suara Kecil dari Tanah yang Terluka
Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 07:50 WIB
Menembus Blokade Gaza: Solidaritas Global Berlayar Lewat GSF 2.0, Apa Itu Misinya?
Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:09 WIB
Terkini
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB