Bharada E Saksi Kunci Kasus Kematian Brigadir J, Anggota Komisi III DPR: Negara Harus Beri Perlindungan

Erick Tanjung | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 12:27 WIB
Bharada E Saksi Kunci Kasus Kematian Brigadir J, Anggota Komisi III DPR: Negara Harus Beri Perlindungan
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E (tengah). [Suara.com/Alfian Winsnto]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR Ahmad Ali menilai bahwa Bhayangkara Dua Richard Eliezer alias Bharada E merupakan saksi kunci seiring yang bersangkutan bersedia jadi justice collaborator.

Menurut dia kesaksian atau keterangan terbaru yang disampaikan Bharada E bisa menjadi babak baru mengungkap kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J lebih terang benderang.

"Sehingga beliau menjadi saksi kunci untuk menuntaskan kasus ini," kata Ali kepada wartawan, Senin (8/8/2020).

Melihat pentingnya kesaksian Bharada E, Ali memandang penting bagi negara melalui aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan.

"Jadi sekali lagi negara perlu, wajib untuk memberikan perlindungan kalau itu memang dianggap perlu," ujar Ali.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum NasDem itu, melihat ada upaya dari Bharada E untuk lepas dari segala tekanan lewat pengajuan diri sebagai justice collaborator.

Diketahui Bharada E kekinian memberikan keterangan terbaru yang berbeda dari sebelumnya. Ia lewat kuasa hukumnya bahkan mengaku siap untuk menjadi justice collaborator mengungkap kasus kematian Brigadir J.

"Jadi sebetulnya dia menyadari juga bahwa ini akan ada tekanan yang luar biasa yang dia akan dapatkan dengan keterangan dia yang baru tersebut," kata Ali.

Selain itu, menurut Ali pengajuan juctice collaborator juga menjadi upaya Bharada E menjad konsistensi dalam memberikan keterangan, pasca keterangan baru yang ia sampaikan.

"Ketika dia mengajukan diri sebagai justice collaborator, saya pikir ini juga satu upaya konsisten terhadap dia untuk memeprtahankan keterangan dia yang kemarin," ujar Ali.

Bharada E di Bawah Tekanan

Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin memastikan tak ada baku tembak di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Dia menyebut tujuh tembakan yang dimuntahkan dari senjata api jenis HS Brigadir J ialah rekayasa agar terkesan terjadi baku tembak.

"Pengakuan dia (Bharada E) tidak ada baku tembak, yang itupun proyektil atau apa yang di lokasi katanya alibi. Jadi senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak kiri-kanan itu. Bukan saling baku tembak," kata Boerhanuddin kepada wartawan.

Lebih lanjut, Boerhanuddin lagi-lagi juga menegaskan bahwa Bharada E diperintah oleh atasannya untuk menembak Brigadir J. Meski tak menyebut nama, Boerhanuddin menyebut kliennya itu menembak Brigadir J atas tekanan dari atasannya tersebut.

"Dari BAP (berita acara pemeriksaan) dan keterangan kepada kuasa hukum dia (Bharada E) mendapatkan tekanan, dapat perintah untuk menembak itu saja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hotman Paris Berharap Bharada E Jujur: Pengakuan Saat Ini Menentukan Nasibmu

Hotman Paris Berharap Bharada E Jujur: Pengakuan Saat Ini Menentukan Nasibmu

Lampung | Senin, 08 Agustus 2022 | 12:21 WIB

Cipayung Plus Binjai Apresiasi Kapolri Terkait Penahanan Ferdy Sambo

Cipayung Plus Binjai Apresiasi Kapolri Terkait Penahanan Ferdy Sambo

| Senin, 08 Agustus 2022 | 12:21 WIB

Jadi Tersangka Kematian Brigadir J, Komnas HAM Agendakan Pemeriksaan Ulang Bharada E

Jadi Tersangka Kematian Brigadir J, Komnas HAM Agendakan Pemeriksaan Ulang Bharada E

News | Senin, 08 Agustus 2022 | 12:17 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB