Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Kombinasi untuk Varian Omicron

Siswanto, ABC

Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:42 WIB
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Kombinasi untuk Varian Omicron
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pexels/towfiqu_barbhuiya)

Suara.com - Badan yang mengatur peredaran obat di Inggris telah menyetujui vaksin buatan Moderna yang sudah diperbarui bisa melindungi dari varian BA.1 Omicron.

Badan tersebut, yakni the Medicines and Healthcare Regulatory Agency (MHRA) telah memberikan lampu hijau kepada kombinasi vaksin 'bivalent' yang dibuat oleh Moderna yang sekarang akan digunakan sebagai vaksin booster bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Setiap dosis vaksin tersebut akan menyasar jenis virus COVID-19 yang pertama kali terdeteksi di tahun 2020,  juga varian BA.1 Omicron yang pertama kali diketahui bulan November 2021.

"Dengan kombinasi itu, vaksin akan mempersenjatai tunuh kita lebih tajam lagi sebagai perlindungan dari virus tersebut yang terus berevolusi," kata Direktur Eksekutif MHRA Dr June Raine .

Menteri Kesehatan Inggris, Steve Barclay, mengatakan vaksin baru ini akan menjadi bagian dari program booster di seluruh Inggris Raya mulai bulan September, berdasarkan nasihat dari para pakar kesehatan pemerintah.

"Vaksin yang efektif dan aman ini akan memperluas kekebalan dan meningkatkan perlindungan terhadap beberapa varian pada saat kita harus terus hidup berdampingan dengan virus," kata Dr Barclay.

"Pendekatan ini, kombinasi melindungi dari beberapa jenis varian dari penyakit yang sama, juga diterapkan pada vaksin flu, yang setiap tahun disesuaikan mengikuti varian yang ada, dan bisa melindungi dari empat jenis varian flu."

Direktur Eksekutif Moderna, Stephane Bancel, mengatakan in adalah pertama kalinya sebuah negara menyetujui penggunaan vaksin untuk melawan varian Omicron.

Bancel mengatakan dia percaya booster ini akan memainkan "peran  penting" dalam melindungi warga dari COVID-19 di musim dingin yang sebentar lagi akan terjadi di bumi bagian utara termasuk di Inggris.

baca juga

Beberapa pakar kesehatan mengatakan masih belum bisa diketahui seberapa efektif vaksin kombinasi baru ini nantinya.

Beate Kampmann, direktur vaksin dari School of Hygiene and Tropical Medicine di London mengatakan bahwa vaksin itu kemungkinan besar akan memberikan "perlindungan sebagian" terhadap varian Omicron yang ada sekarang karena dibuat berdasarkan versi varian COVID-19 sebelumnya.

"

"Seberapa banyak perbedaan yang akan dihasilkan vaksin kombinasi ini masih harus kita lihat," katanya.

"

Badan yang mengatur peredaran obat-obatan di Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA) sudah memberikan izin sementara untuk Moderna terkait vaksin kombinasi tersebut.

Ini artinya Moderna memiliki waktu enam bulan untuk mendaftarkan secara resmi penggunaan vaksin tersebut di Australia.

"Memberikan izin sementara bukanlah jaminan bahwa nantinya mendapat persetujuan penuh," kata TGA dalam pernyataannya.

Pekan lalu Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach, mengatakan Badan Pengatur Obat-obatan Eropa akan menyetujui penggunaan vaksin kombinasi Moderna tersebut bulan depan.

Bulan Juni lalu, Badan pengatur obat-obatan di Amerika Serikat, FDA, mengatakan kepada para pembuat vaksin bahwa vaksin booster yang dibuat yang akan tersedia di musim gugur harus juga memiliki kemampuan untuk melindungi dari varian terbaru Omicron, yaitu BA.4 dan BA.5, dan bukannya BA.1 seperti di dalam vaksin Moderna terbaru.

FDA kemudian mengatakan di bulan Juli bahwa tidak akan lagi mempertimbangkan pemberian pengesahan bagi vaksin booster kedua bagi orang dewasa, namun akan memfokuskan pada vaksin yang bisa melawan subvarian terbaru.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kasus COVID di dunia sekarang disebabkan oleh subvarian BA.5 dengan sekitar 70 persen kasus sampel yang ada.

Subvarian BA.5 ini lebih mudah menular dibandingkan varian Omicron yang pertama dan memiliki beberapa perbedaan genetik, yang tidak bisa ditangani oleh vaksin sebelumnya.

Para ilmuwan mengatakan terus berubahnya virus COVID tersebut akan membuat pabrik obat akan tertinggal satu langkah di belakang dalam usaha mereka mengembangkan vaksin.

Jonathan Ball, professor di bidang virus di University of Nottingham mengatakan vaksin Moderna terbaru ini akan masih bisa memberikan perlindungan walau virus akan terus berubah.

"Virus tidak akan diam saja, dan imunitas yang menyasar pada Omicron mungkin akan memaksa virus itu mencari jalan evolusi lain," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari  ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:54 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

PLN Electric Run 2026, PLN Siap Hadirkan Ajang Lari Berstandar Internasional & Ramah Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut Lokal Murah di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:43 WIB

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Opening Day Film Live-Action di Jepang

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 12:21 WIB

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

Lantik 125 Pengurus, Ketum APKLI Sebut Penyadapan Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tak Stabil

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:19 WIB

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Kerusuhan Tatura-Nunu Tewaskan Warga, Wali Kota Palu Minta Polisi Usut Dalang

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 12:15 WIB

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Kunjungi Sekolah Rakyat, Lebih dari 45 Ribu Anak Kembali Bersekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Seni Mengenang dan Mengikhlaskan dalam Drama The Rainbow in Our Memory

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:10 WIB

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

Serukan Boikot Raffi Ahmad, Dulu Prabowo-Gibran Endorse Artis Tapi Kini Rakyat Kecewa

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:05 WIB

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 12:02 WIB

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Gaji Dipotong Pajak tapi Cari Kerja Susah, Wajar Kalau Gen Z Makin 'Galak' soal APBN!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 12:00 WIB

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Punya Pisang Ambon Matang? Sulap Jadi Banana Muffin Cokelat yang Lembut dan Legit!

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:55 WIB

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:54 WIB

×