Panas Kabar Temuan Bunker Rp 900 Miliar Di Kediaman Ferdy Sambo Ditepis Polisi: Itu Hoaks

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita
Panas Kabar Temuan Bunker Rp 900 Miliar Di Kediaman Ferdy Sambo Ditepis Polisi: Itu Hoaks
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kiri) bersama Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (kiri) Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (kedua kanan) memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022). [Dok.Antara]

Dedi membenarkan telah menggeledah kediaman Ferdy Sambo dan Timsus mengamankan sejumlah barang bukti

Suara.com - Mabes Polri menepis kabar informasi yang menyebut ada temuan bunker berisi uang sebanyak Rp 900 miliar di kediaman Irjen Ferdy Sambo, tersangka kasus penembakan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.

Tim khusus yang menangani kasus Ferdy Sambo tersebut menyatakan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

"Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS (Ferdy Sambo), info soal bunker Rp 900 miliar tidaklah benar," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Dedi mengatakan, tim khusus memang melakukan penggeledahan di beberapa tempat -- yang salah satunya rumah Ferdy Sambo. Penyidik pun melakukan penyitaan beberapa barang bukti dan tidak ada bunker berisikan uang Rp 900 miliar sebagaimana kabar yang beredar.

Baca Juga: Polisi: Tak Ada Bunker Rp 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo

"Apa saja yang disita itu untuk pembuktian nanti dipersidangan. Timsus melakukan penyidikan dengan langkah pro justitia," katanya.

Dedi mengimbau agar masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dia menambahkan, Polri tetap berkomitmen mengusut perkara penembakan Brigadir J dengan profesional, akuntabel dan transparan.

"Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation," ujar Dedi.