Presiden Jokowi dan Megawati Duduk Bersama, Bahas Pemilu 2024 dan Kesinambungan Kepemimpinan dari Bung Karno Hingga Kini

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 16:59 WIB
Presiden Jokowi dan Megawati Duduk Bersama, Bahas Pemilu 2024 dan Kesinambungan Kepemimpinan dari Bung Karno Hingga Kini
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terlibat dialog empat mata di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2022). [Dokumentasi PDI Perjuangan]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terlibat dialog empat mata di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (8/10/2022). Selama dua jam, Jokowi dan Megawati berbincang mulai dari kondisi krisis global hingga Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Megawati dan Jokowi membahas harapan agar Pemilu 2024 bisa menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya. Selain itu, keduanya juga berharap Pemilu 2024 bisa menyambung kepemimpinan mulai dari era Bung Karno hingga Jokowi.

"Sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Ibu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sabtu (8/10/2022).

Selain itu, Megawati membicarakan sejumlah langkah penting untuk menghadapi krisis ekonomi dan pangan. Kepada Jokowi, Megawati membagikan pengalamannya kepada Jokowi ketika menuntaskan krisis multidimensional.

"Saat itu seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis. Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik," tuturnya.

Hasto mengungkapkan kalau dalam pertemuan itu, Megawati menyuguhkan makanan seperti jagung, kacang bogor, pisang rebus, talas hingga nasi uduk. Menu makanan yang disuguhkan itu menurut Hasto sesuai dengan instruksi Megawati sejak Maret 2020 untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, dan porang.

"Apa yang dicanangkan ibu Mega sejak 2.5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah ibu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Akan Khianati Megawati, Pakar Sebut Karir Politik Ganjar Bisa Tamat Jika Keluar PDIP

Tak Akan Khianati Megawati, Pakar Sebut Karir Politik Ganjar Bisa Tamat Jika Keluar PDIP

News | Kamis, 06 Oktober 2022 | 12:33 WIB

Megawati Duduk Berdampingan dengan Prabowo di HUT TNI ke-77

Megawati Duduk Berdampingan dengan Prabowo di HUT TNI ke-77

Video | Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:00 WIB

Ketika Jokowi Turuti Masukan Megawati yang Sebut Sistem Pertahanan Indonesia Maju Mundur

Ketika Jokowi Turuti Masukan Megawati yang Sebut Sistem Pertahanan Indonesia Maju Mundur

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:19 WIB

Terkini

JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya

JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya

News | Senin, 20 April 2026 | 13:20 WIB

Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat

Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat

News | Senin, 20 April 2026 | 13:18 WIB

Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta

Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta

News | Senin, 20 April 2026 | 13:14 WIB

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital

News | Senin, 20 April 2026 | 13:09 WIB

7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!

7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:08 WIB

Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook

Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook

News | Senin, 20 April 2026 | 13:03 WIB

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang

News | Senin, 20 April 2026 | 13:02 WIB

Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!

Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:01 WIB

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB

Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes

Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes

News | Senin, 20 April 2026 | 12:59 WIB