Express Cantika Terbakar: Beda Jumlah Manifest dan Korban yang Dievakuasi

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:26 WIB
Express Cantika Terbakar: Beda Jumlah Manifest dan Korban yang Dievakuasi
BBC

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran kapal motor (KM) Express Cantika 77 jurusan Kupang-Alor di perairan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikhawatirkan bakal bertambah, karena ada perbedaan jumlah manifest dan korban yang dievakuasi, ujar otoritas SAR setempat.

Hingga Selasa (25/10) siang, ada 14 orang meninggal dan 312 orang selamat yang berhasil dievakuasi, kata Kepala kantor SAR Kelas A Provinsi NTT, I Putu Sudayana.

KM Express Cantika Lestari 77 terbakar ketika berlayar dari Pelabuhan Tenau Kupang menuju Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/10) siang.

Sampai sejauh ini belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran kapal tersebut.

Tim SAR dan otoritas terkait lainnya masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan ada korban selamat atau meninggal yang belum ditemukan.

Kendala yang dihadapi dalam proses pencarian, menurut Sudayana, selain gelombang "cukup tinggi", adalah perbedaan antara jumlah manifest dan korban yang dievakuasi.

"Kami bertanya-tanya benar enggak sudah semua [penumpang ditemukan]? Ternyata, setelah tadi kita operasi di hari kedua, kita menemukan korban lagi," kata Sudayana kepada BBC News Indonesia, Selasa siang.

Baca juga:

Kepada media, Senin (24/10), Putu sebelumnya mengatakan, nama para korban yang meninggal tidak ada dalam daftar manifest kapal, sehingga menyulitkan pihaknya mengidentifikasi.

Dalam manifest kapal, terdata sebanyak 167 penumpang dan 10 kru kapal. Namun, saat pihaknya melakukan evakuasi, tercatat ada 240 penumpang yang ditemukan, kata Putu, Senin.

Apa penyebab kebakaran?

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran di KM Express Cantika, namun informasi awal menyebutkan api berasal dari pendingin udara (AC) yang terbakar

Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma mengatakan sumber api berasal dari AC yang terbakar.

"Berdasarkan informasi sementara ketika salah satu kru memperbaiki AC sehingga terjadi kebakaran," kata Johni, Selasa (25/10), seperti dikutip Kompas.com.

Dijelaskan, setelah AC terbakar, api lantas menjalar cepat, dan penumpang menjadi panik, dan sebagian melompat ke laut menggunakan pelampung.

Korban selamat dan luka-luka sudah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, NTT, kata Kepala kantor SAR Kelas A Provinsi NTT, I Putu Sudayana.

Sebelumnya, video kebakaran kapal tersebut sudah menyebar di media sosial sejak Senin (24/10).

Di salah-satu video, petugas SAR tampak berusaha mengevakuasi sejumlah penumpang yang menggunakan pelampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB