Bangun Rusun Baru, Pemprov DKI Ungkap Kemungkinan Ubah Skema Pembiayaan dalam Program Rumah DP 0 Rupiah

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 26 Mei 2023 | 12:50 WIB
Bangun Rusun Baru, Pemprov DKI Ungkap Kemungkinan Ubah Skema Pembiayaan dalam Program Rumah DP 0 Rupiah
Ilustrasi rumah susun. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Sarana Jaya memulai pembangunan rumah susun (rusun) di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Proyek tersebut merupakan bagian dari program rumah Down Payment (DP) 0 rupiah warisan eks Gubernur Anies Baswedan.

Meski demikian, skema pembayaran untuk rusun baru ini belum tentu seperti hunian dalam program DP 0 rupiah sebelumnya. Ada kemungkinan akan dilakukan perubahan kebijakan pembiayaan untuk para pembelinya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Dana Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Meli Budiastuti. Ia menyebut selama ini Pemprov DKI dalam program rumah DP 0 rupiah menalangi keseluruhan atau harga rumah yang dijual atau full payment pengembang melalui Bank DKI.

Namun, skema ini bisa berubah karena adanya keterbatasan anggaran untuk menalangi biaya tersebut. Meli menyebut pihaknya masih melihat kemampuan anggaran Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) untuk Menara Ayasa ini.

"Iya (skema pembayaran Menara Ayasa belum ditentukan). Karena nanti melihat daripada kondisi-kondisi dana kelola tadi ya, ketersediannya," ujar Meli saat dikonfirmasi, Jumat (26/5/2023).

Meli menyebut saat ini dana FPPR untuk menalangi tiap unit yang dibeli masih tersisa Rp246 miliar. Jika habis, maka ada kemungkinan Pemprov tak bisa lagi menalangi seluruh pembiayaan tiap unit.

Opsi lainnya, Meli menyebut pihaknya akan menggunakan skema hanya menutupi biaya DP yang biasanya ditetapkan 20 persen dari harga tiap unit.

"Nanti 2025 misalkan dana untuk FPPR masih tercukupi, ya mungkin kita masih bisa salurkan 100 persen tapi kalau memang dananya sudah menipis sedang suplai unitnya banyak, tentunya kami, apa menggunakan skema 20 persen tadi hanya DP-nya saja," ucapnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu sampai pembangunan Menara Ayasa rampung pada tahun 2025 mendatang. Setelah itu, Pemprov baru akan melihat ketersediaan dana FPPR untuk menentukan skema menalangi full payment atau hanya DP saja.

baca juga

"Kami sekarang dengan Bank DKI selaku bank pelaksana itu masih dengan penyaluran dengan full payment. Itu kan bisa dilakukan adendumkan PKS (perjanjian kerja sama) menyesuaikan dengan ketersediaan dana tadi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Embel-embel Rumah DP 0 Rupiah, Pemprov DKI Bangun Lagi Rusun di Cilangkap

Tanpa Embel-embel Rumah DP 0 Rupiah, Pemprov DKI Bangun Lagi Rusun di Cilangkap

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 18:09 WIB

Tolak Pindah Rusun! Warga Kampung Bayam Korban Gusuran Era Anies Cueki Tawaran Pemkot Jakut

Tolak Pindah Rusun! Warga Kampung Bayam Korban Gusuran Era Anies Cueki Tawaran Pemkot Jakut

News | Senin, 22 Mei 2023 | 15:08 WIB

Heru Budi Kritik Rusun Khusus PPKS Bisa Bikin Masalah Baru: Gelandangan Minta Dibuatkan KTP

Heru Budi Kritik Rusun Khusus PPKS Bisa Bikin Masalah Baru: Gelandangan Minta Dibuatkan KTP

News | Senin, 10 April 2023 | 19:11 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×