Sosok Gelje Sherpa, Gendong Pendaki Malaysia Selama 6 Jam Keluar dari Zona Kematian Everest

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 07 Juni 2023 | 16:42 WIB
Sosok Gelje Sherpa, Gendong Pendaki Malaysia Selama 6 Jam Keluar dari Zona Kematian Everest
Profil Gelje Sherpa - Sosok Gelje Sherpa, Gendong Pendaki Malaysia Selama 6 Jam Keluar dari Zona Kematian Everest (Instagram)

Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan kisah seorang sherpa bernama Gelje yang rela menggendong pendaki asal Malaysia keluar dari zona kematian Gunung Everest. Sosok Gelje Sherpa ini mencuri perhatian publik hingga banyak yang penasaran dengan profilnya.

Pada tanggal 18 Mei, seorang pemandu berusia 30 tahun bernama Gelje Sherpa sedang mendaki gunung dengan seorang klien Cina ketika dia menemukan seorang pendaki Malaysia menggigil dan berjuang untuk berpegangan pada tali. Pendaki itu tanpa pemandu, berada di tempat yang dikenal sebagai zona kematian – ketinggian di atas 26.000 kaki di mana tekanan oksigen di udara sangat rendah dan suhu ekstrem, bisa menyebabkan kematian.

Gelje Sherpa memutuskan menyelamatkannya. Sejak saat itu, orang-orang jadi tertarik dengan profil Gelje Sherpa. Apalagi si pendaki yang ditolong tak mengakui jasa Gelje. 

Kisahnya dimulai ketika Gelje meninggalkan klien Chinanya untuk menyelamatkan pria itu. Setelah membungkusnya dengan kantong tidur, dia dan pemandu lainnya, Nima Tashi Sherpa, menghabiskan enam jam berikutnya bergiliran mengikatnya ke punggung mereka dan membawanya menuruni gunung, dari ketinggian kurang lebih 2.000 kaki. Ketika mereka tiba di Camp 3 (ketinggian 23.950), sebuah helikopter membawanya ke base camp.

Profil Gelje Sherpa

Diketahui dari media independent.co.uk, Gelje menyebut dirinya sendiri sebagai "harimau gunung" dan "pejuang". Gelje mengisahkan dia meyakinkan kliennya di China untuk membatalkan ekspedisi mereka sendiri sehingga dia bisa membantu pendaki Malaysia yang berada di zona kematian itu ke tempat yang aman. Dia membawanya turun dari "zona kematian", bagian tertinggi Everest pada ketinggian di atas 26.247 kaki (8.000 m) di mana oksigen atmosfer sangat rendah sehingga sel-sel dalam tubuh manusia mati tanpa adanya oksigen tambahan.

Di akun Instagram-nya, sherpa menulis bahwa pendaki itu akan "mati di sana sendirian" tanpa bantuannya, menambahkan: "Saya membawanya sendiri sampai ke bawah."

Dalam posting Instagram-nya tentang penyelamatan, Gelje, awal Mei, menulis caption: "Menyelamatkan satu nyawa lebih penting daripada berdoa di biara." Dia mengatakan kepada media bahwa penyelamatan pada 18 Mei "sangat sulit".

Gelje, yang dibesarkan di dekat Everest di sebuah desa kecil, memulai karirnya sebagai porter, yang katanya adalah "pekerjaan tanpa henti dengan gaji kecil". Dia juga bekerja sebagai "dokter" Khumbu - dan dia menyatakan ini mungkin pekerjaan paling berbahaya yang diketahui manusia. 

Galje Sherpa telah melakukan aksi lebih dari 55 penyelamatan hingga saat ini. Namun dia mengatakan penyelamatan pendaki Malaysia pada 18 Mei adalah "yang paling sulit dalam hidup saya".

Demikian itu yang bisa digali dari profil Gelje Sherpa. Berdasarkan laporan dari media independent.co.uk, Gelje kini telah meninggalkan Nepal ke Alaska. Dia berusaha mendaki Gunung Denali alias McKinley – puncak tertinggi di Amerika Utara.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Putri Ariani yang Bikin Panggung America's Got Talent Gemuruh hingga Penonton Banjir Air Mata

Profil Putri Ariani yang Bikin Panggung America's Got Talent Gemuruh hingga Penonton Banjir Air Mata

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 15:36 WIB

Siapa Pendaki Malaysia yang Tak Akui Penyelamatan Sherpa? Sikapnya Kini Berubah Total!

Siapa Pendaki Malaysia yang Tak Akui Penyelamatan Sherpa? Sikapnya Kini Berubah Total!

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 14:31 WIB

Profil Arie Ariotedjo: Ayah Menpora yang Dipanggil KPK Dugaan Terlibat Korupsi

Profil Arie Ariotedjo: Ayah Menpora yang Dipanggil KPK Dugaan Terlibat Korupsi

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 12:33 WIB

Profil Biodata Brigita Manohara Presenter Cantik yang Diperiksa KPK Kasus Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak

Profil Biodata Brigita Manohara Presenter Cantik yang Diperiksa KPK Kasus Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak

| Selasa, 06 Juni 2023 | 19:10 WIB

Profil Ci Mehong, Calo Tanah Kuburan Elit yang Viral di TikTok

Profil Ci Mehong, Calo Tanah Kuburan Elit yang Viral di TikTok

Entertainment | Selasa, 06 Juni 2023 | 18:16 WIB

Berapa Gaji Sherpa Everest? Pekerjaan Ekstrem Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Pendaki Gunung

Berapa Gaji Sherpa Everest? Pekerjaan Ekstrem Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Pendaki Gunung

News | Selasa, 06 Juni 2023 | 17:36 WIB

Terkini

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:00 WIB

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB