Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko daripada Rokok, Ada Buktinya?

Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 21 Agustus 2023 | 06:00 WIB
Produk Tembakau Alternatif Lebih Rendah Risiko daripada Rokok, Ada Buktinya?
Produk tembakau alternatif. (ANTARA/HO)

Suara.com - Kajian ilmiah dari dalam dan luar negeri telah membuktikan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik atau vape, dan kantong nikotin, memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok. Oleh karena itu, akses dan informasi yang akurat tentang produk ini dibutuhkan untuk membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya. Lantas, adakah buktinya? Seperti apa faktanya?

Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) telah melakukan kajian literatur ilmiah dengan tajuk Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur yang bertujuan untuk menghitung perkiraan tingkat risiko produk tembakau yang dipanaskan.

Tim Peneliti dan Guru Besar SF-ITB Prof. Dr. rer. nat. Rahmana Emran Kartasasmita, M.Si., menjelaskan hasil kajian literatur ilmiah menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki profil risiko yang lebih rendah daripada rokok. Meski produk tersebut tidak bebas risiko, namun paparan zat berbahaya dan berpotensi berbahaya (harmful and potentially harmful constituents) dari produk tembakau yang dipanaskan terbukti lebih rendah daripada asap rokok.

“Kalau dipikir sederhana secara logika, tentu saja dengan dipanaskan seharusnya lebih sedikit komponen zat berbahaya dan berpotensi berbahaya yang terbentuk secara kualitatif, jenis, maupun kuantitatif kadarnya,” kata Prof. Emran.

Hasil kajian SF-ITB tersebut juga selaras dengan kajian ilmiah yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kesehatan internasional, termasuk Public Health England yang saat ini bernama UK Health Security Agency (UKHSA) dan UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, yang menyimpulkan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko hingga 90-95 persen lebih rendah daripada rokok.

Hal tersebut juga didukung fakta bahwa produk tersebut menerapkan sistem pemanasan, bukan sistem pembakaran seperti rokok, sehingga tidak menghasilkan TAR yang bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, produk tembakau yang dipanaskan berbeda dengan rokok.

Lebih lanjut, salah satu bukti efektivitas produk tembakau alternatif, utamanya rokok elektrik atau vape, dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya juga diungkapkan dalam laporan terbaru Cochrane Review pada November 2022. Hasilnya menunjukkan bahwa perokok dewasa berpotensi besar untuk beralih dari kebiasaannya setelah menggunakan rokok elektrik selama enam bulan dibandingkan menggunakan terapi pengganti nikotin.

“Kami mengidentifikasi dan menggabungkan bukti terkait dari kajian ilmiah paling andal yang tersedia saat ini. Untuk pertama kalinya, ini memberikan kami bukti kepastian tinggi bahwa rokok elektrik memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam membantu perokok untuk beralih dari kebiasannya daripada terapi pengganti nikotin lainnya, seperti permen karet,” ujar Dr Jamie Hartmaan-Boyce dari Universitas Oxford yang juga merupakan Editor Cochrane Tobacco Addiction serta penulis dari laporan Cochrane Review tersebut.

Dengan fakta-fakta tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mendukung penggunaan produk tembakau alternatif di Indonesia sebagai salah satu solusi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya.

“Sebagian besar produk tembakau alternatif dirancang untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan merokok,” kata Paido, Minggu (20/8/2023).

Meski demikian, ia menyadari, tidak mudah meyakinkan perokok dewasa untuk beralih ke produk tembakau alternatif. Sebab, masih banyak informasi keliru mengenai produk ini di masyarakat. Oleh karenanya, AKVINDO aktif memberikan edukasi yang akurat serta tepercaya untuk mereduksi opini dan informasi negatif. Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan media sosial sebagai medium edukasi.

“Sebagai asosiasi konsumen, kami mengadakan kampanye pendidikan dan menyebarkan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami fakta-fakta tentang produk tembakau alternatif. Melalui kampanye yang kreatif dan persuasif, asosiasi konsumen dapat membangun dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk tembakau alternatif,” jelas Paido.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Punya Peran Penting Perbanyak Kajian Ilmiah Produk Tembakau Alternatif

Pemerintah Punya Peran Penting Perbanyak Kajian Ilmiah Produk Tembakau Alternatif

News | Minggu, 13 Agustus 2023 | 07:10 WIB

Sebut Korupsi Kerap Terjadi Jelang Pemilu, Mahfud MD: Banyak Lho di KPU Meski Sudah Independen

Sebut Korupsi Kerap Terjadi Jelang Pemilu, Mahfud MD: Banyak Lho di KPU Meski Sudah Independen

News | Selasa, 08 Agustus 2023 | 11:31 WIB

Megawati Soekarnoputri Ingatkan Dana Penelitian BRIN Jangan Dikorupsi: Hati-hati Dengan Tiga Huruf!

Megawati Soekarnoputri Ingatkan Dana Penelitian BRIN Jangan Dikorupsi: Hati-hati Dengan Tiga Huruf!

News | Senin, 07 Agustus 2023 | 20:15 WIB

Korban Mutilasi di Sleman Diketahui Meneliti LGBT hingga Tewas di Tangan Pelaku, Polda DIY Beri Penjelasan Ini

Korban Mutilasi di Sleman Diketahui Meneliti LGBT hingga Tewas di Tangan Pelaku, Polda DIY Beri Penjelasan Ini

Jogja | Senin, 31 Juli 2023 | 13:10 WIB

Simak! 5 Tips Bisa Tembus Artikel Jurnal Internasional Bereputasi

Simak! 5 Tips Bisa Tembus Artikel Jurnal Internasional Bereputasi

Your Say | Senin, 31 Juli 2023 | 19:45 WIB

Kenalkan ANDI, Robot Pertama di Dunia yang Bisa Berkeringat

Kenalkan ANDI, Robot Pertama di Dunia yang Bisa Berkeringat

Foto | Minggu, 23 Juli 2023 | 11:51 WIB

Terkini

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB