Menilik Rempang Eco City: Proyek Strategis Nasional yang Ditolak Warga Berujung Konflik

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Rabu, 13 September 2023 | 14:57 WIB
Menilik Rempang Eco City: Proyek Strategis Nasional yang Ditolak Warga Berujung Konflik
Peta pulau Rempang, Batam [googlemap]

Proyek pembangunan Rempang Eco City di Pulau Rempang belakangan ini menjadi sorotan dan menuai konflik antara masyarakat setempat dan pihak kepolisian. Masyarakat beramai-ramai melawan karena menolak untuk direlokasi.

Kericuhan pun tidak bisa dihindari saat warga berunjuk rasa di depan kantor BP Batam pada Senin (11/9/2023) lalu. Humas BP Batam menyebut kedua belah pihak berteriak sampai melempar botol pada saat kerusuhan terjadi.

Para pengunjuk rasa melemparkan flare ke arah petugas kemudian diikuti dengan pelemparan botol, batu, kayu, tang besi, ketapel, dan berujung memasuki kantor BP Batam.

Lantas, seperti apakah profil proyek Rempang Eco City yang ramai ditolak warga? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Mengutip dari laman BP Batam, Rempang Eco City adalah salah satu proyek yang terdaftar dalam Program Strategis Nasional di tahun 2023. Adapun pembangunannya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 yang disahkan pada 28 Agustus.

Proyek tersebut adalah kawasan industri, perdagangan, sampai dengan wisata terintegrasi yang bertujuan untuk mendorong daya saing dengan negara tetangga yaitu Singapura dan juga Malaysia.

Proyek ini rencananya akan digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan target investasi mencapai Rp 381 triliun di tahun 2080 mendatang.

PT MEG diberi lahan sekitar 17.000 hektare yang meliputi seluruh Pulau Rempang dan Pulau Subang Mas. Pemerintah juga menargetkan pengembangan Rempang Eco City ini akan menyerap sekitar 360.000 tenaga kerja hingga 2080.

PT MEG adalah rekan BP Batam dan Pemkot Batam. Nantinya, perusahaan tersebut akan membantu pemerintah untuk menarik investor asing dan lokal dalam pengembangan ekonomi di Pulau Rempang.

Sebelumnya, pemerintah berencana merelokasi masyarakat yang tinggal di Rempang, Batam, tepatnya di lokasi pembangunan pabrik kaca terintegrasi hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Xinyi Group pada bulan Juli lalu di Chengdu, Tiongkok.

Isu Pembangunan Pabrik Kaca Terbesar dari China

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sempat mengunjungi secara langsung kawasan tersebut pada bulan Agustus 2023 lalu. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi untuk segera melaksanakan pengembangan Kawasan Rempang.

Pemerintah berencana merelokasi warga Rempang, Batam yang tinggal di lokasi pembangunan pabrik kaca terintegrasi hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Xinyi Group pada bulan Juli lalu di Chengdu, Tiongkok.

Xinyi Group sendiri merupakan perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang pembuatan kaca dan juga panel surya. Perusahaan tersebut sebelumnya sudah mempunyai pabrik kaca terintegrasi terbesar di dunia yang ada di Tiongkok, dan Indonesia akan menjadi titik lokasi pabrik terbesar kedua.

Adapun total investasi yang hendak digelontorkan dari proyek di Kawasan Rempang ini sekitar USD 11,5 miliar atau sekitar RP 117,42 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 35 ribu orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Ganti Rugi Belum Jadi, Relokasi Warga Rempang Batam Akan di Tempatkan di Sini

Rumah Ganti Rugi Belum Jadi, Relokasi Warga Rempang Batam Akan di Tempatkan di Sini

Batam | Rabu, 13 September 2023 | 11:41 WIB

Janji Jokowi untuk Masyarakat Rempang: Rumah Tipe 45 dan Lahan Luas

Janji Jokowi untuk Masyarakat Rempang: Rumah Tipe 45 dan Lahan Luas

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 10:44 WIB

Konflik Pulau Rempang Makin Panas, Jokowi Minta Bahlil Turun Gunung

Konflik Pulau Rempang Makin Panas, Jokowi Minta Bahlil Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 13 September 2023 | 09:04 WIB

Panglima TNI Turunkan PM, Cegah Prajurit Terlibat Sengketa Pulau Rempang

Panglima TNI Turunkan PM, Cegah Prajurit Terlibat Sengketa Pulau Rempang

News | Rabu, 13 September 2023 | 06:14 WIB

Walhi Sebut Negara Bak Lakukan Genosida ke Warga Melayu Tua di Pulau Rempang

Walhi Sebut Negara Bak Lakukan Genosida ke Warga Melayu Tua di Pulau Rempang

News | Selasa, 12 September 2023 | 21:09 WIB

Terkini

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

Singgung Negara-negara Lain Mulai Krisis Energi, Zulhas: Indonesia Bersyukur Punya Presiden Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:05 WIB

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:58 WIB

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:50 WIB

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:47 WIB

Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu

Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:40 WIB

5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:35 WIB

Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar

Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!

Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:25 WIB

Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:21 WIB