Komitmen Pemprov DKI Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Jakarta

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 17 November 2023 | 15:59 WIB
Komitmen Pemprov DKI Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Jakarta
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengunjungi SMA. [Dok. Pemprov DKI]

Komunitas yang dimaksud terdiri dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK/Sekolah Menengah Kejuruan, serta SLB/Sekolah Luar Biasa negeri maupun swasta. Dalam program Jakarta Sekolah Komunitas ini, seluruh stakeholder pendidikan dari Dinas Pendidikan, Suku Dinas Pendidikan, hingga Unit Pengelola (UP) dilibatkan.

“Dalam pelaksanaannya juga memungkinkan dapat melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, seperti Badan Penjamin Mutu Pendidikan DKI Jakarta, hingga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) untuk bantuan publikasi,” tutur Purwo.

Disdik DKI merevitalisasi pula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik agar lebih siap masuk dunia kerja. Lewat SMK, angka pengangguran di Jakarta diharapkan bisa ditekan.

Berbagai program pun telah dilaksanakan, mulai dari sinkronisasi kurikulum bersama industri, Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL/Project Based Learning), basis industri, guru tamu, PKL/Praktik Kerja Lapangan siswa, sertifikasi siswa, magang guru, Teaching Factory (TeFa), keterlibatan industri melalui CSR/Corporate Social Responsibility, keterserapan tamatan, pemenuhan pengawas, kepemimpinan kepala sekolah, penataan dan pengelolaan keuangan, hingga sarana serta prasarana.

Revitalisasi SMK mulai dilakukan sejak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 yang didukung dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 32 Tahun 2019, Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 199 Tahun 2020, serta Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2022.

Revitalisasi SMK yang dilakukan Disdik DKI adalah dengan membuat peta jalan revitalisasi sejak 2019. Kemudian, pelaksanaannya difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Pendidikan, dengan membekali peserta didik agar kompeten dan siap untuk bekerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau berwirausaha.

"Kurikulum pun disinkronkan, sehingga SMK bisa menjalin kerja sama dengan dunia usaha, industri, serta perguruan tinggi," jelas Purwosusilo.

Berdasarkan data Disdik DKI, jumlah lulusan SMK yang terserap di dunia kerja terus meningkat. Pada Desember 2021, mencapai 73,12 persen dari 70,489 siswa. Sedangkan pada Desember 2022, mencapai 76 persen dari 74.027 siswa. Sementara, pada Agustus 2023, mencapai 72,55 persen dari 70,050 siswa per. Pada Desember 2023, angkanya ditargetkan naik hingga 80 persen.

Kolaborasi dengan dunia industri terus ditingkatkan di jenjang SMK. Sebanyak 578 SMK negeri dan swasta telah bekerja sama dengan 2.525 industri.

baca juga

17 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta juga telah bekerja sama dengan sejumlah SMK di Ibu Kota.

Demi memberikan akses serta memenuhi kebutuhan harian dan penunjang siswa tidak mampu, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk 805.550 peserta didik jenjang SD-SMA sederajat pada 2023. Begitu pula Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk 16.708 mahasiswa, Bantuan Pendidikan Masuk Sekolah (BPMS) untuk 84.064 siswa, dan beasiswa untuk 65 anak tenaga kesehatan (nakes).

Komitmen peningkatan akses dan kualitas pendidikan Jakarta juga terlihat dari penyediaan anggaran. Pada 2023, DKI Jakarta mengalokasikan 24,51 persen, atau setara Rp 18,287 triliun untuk pendidikan dari keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

DPRD DKI Jakarta melalui Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov DKI juga telah menyepakati nilai rancangan APBD 2024 sebesar Rp 81,7 Triliun. Dari jumlah itu, alokasi anggaran terbesar akan digelontorkan untuk Dinas Pendidikan mencapai Rp 17,4 triliun.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak, meminta Pemprov DKI merealisasikan sejumlah program yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa tak mampu pada 2024.

"Dengan sejumlah catatan, di antaranya segera merealisasikan dan mendorong kajian mengenai sekolah unggulan untuk siswa tidak mampu di setiap wilayah, serta menyelesaikan ijazah yang ditahan pihak sekolah,” terang Jhonny.

Untuk itu, Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, meminta Pemprov DKI segera mendata siswa dari kalangan tak mampu yang bersekolah di sekolah swasta.

Menurutnya, masih banyak siswa miskin yang bersekolah di sekolah swasta tak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga tak memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

"Saran kami kepada Pemda DKI, sekolah yang paling banyak orang miskin, enggak punya KJP itu yang harus digratiskan," ungkap Ima.

Selain itu, DPRD DKI mendorong pula agar pemberian bantuan pendidikan seperti KJP Plus tepat sasaran, sehingga tak diberikan kepada siswa yang menyalahgunakannya.

Anggota DPRD DKI Jakarta, William A. Sarana, juga mendukung Pemprov DKI mencabut KJP Plus pelajar yang terlibat tawuran dan tindak kriminal lainnya, untuk menimbulkan efek jera.

"Kita tidak bisa membiarkan perilaku tercela. Mereka bukan saja membahayakan diri dan sesama siswa lainnya, namun tindakannya juga sudah meresahkan masyarakat," ungkap William.

Menurutnya, perlu ada efek jera lain bagi para siswa yang terlibat tawuran. Selain penertiban melalui aparat keamanan, pencabutan KJP Plus juga bagian dari upaya solutif agar ke depannya tidak terjadi lagi peristiwa-peristiwa seperti ini.

"Kami mendorong upaya tegas Penjabat Gubernur DKI Heru Budi mencabut KJP bagi siswa yang terlibat tawuran tersebut. Bahkan, mereka tidak bisa mengajukan atau 'blacklist' dari daftar KJP," pungkas William.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Universitas Indonesia Terus Perluas Kerja Sama Global dan Aktif Gencarkan Keberlangsungan Hidup

Universitas Indonesia Terus Perluas Kerja Sama Global dan Aktif Gencarkan Keberlangsungan Hidup

News | Selasa, 14 November 2023 | 21:37 WIB

Pertamina Bersama Generasi Muda Wujudkan Sekolah Energi Berdikari di Cilacap

Pertamina Bersama Generasi Muda Wujudkan Sekolah Energi Berdikari di Cilacap

News | Selasa, 14 November 2023 | 12:26 WIB

President University Berbagi Pengalaman dalam Forum China-ASEAN HR Cooperation dan Development di Guanxi China

President University Berbagi Pengalaman dalam Forum China-ASEAN HR Cooperation dan Development di Guanxi China

Bisnis | Selasa, 14 November 2023 | 05:53 WIB

Bikin Macet, Pemprov DKI Perbaiki Penutup Gorong-gorong Underpass Mampang yang Berlubang

Bikin Macet, Pemprov DKI Perbaiki Penutup Gorong-gorong Underpass Mampang yang Berlubang

News | Senin, 13 November 2023 | 18:05 WIB

PAM Jaya Luncurkan Hotline Center Baru 1500-223, Satu Nomor untuk Layani Semua Warga Jakarta

PAM Jaya Luncurkan Hotline Center Baru 1500-223, Satu Nomor untuk Layani Semua Warga Jakarta

News | Senin, 13 November 2023 | 15:19 WIB

Bincang Santai dengan Heru Budi Malam Minggu di TIM, SMJ: Ibarat Anak Ketemu Bapak

Bincang Santai dengan Heru Budi Malam Minggu di TIM, SMJ: Ibarat Anak Ketemu Bapak

News | Senin, 13 November 2023 | 14:56 WIB

Terkini

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:22 WIB

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:14 WIB

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:52 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:48 WIB

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:40 WIB

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:39 WIB

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35 WIB