Gereja di Filipina Jadi Target Bom Kelompok Militan Islam, 4 Orang Tewas

Deutsche Welle | Suara.com

Selasa, 05 Desember 2023 | 12:14 WIB
Gereja di Filipina Jadi Target Bom Kelompok Militan Islam, 4 Orang Tewas
Empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat ledakan saat ibadah misa tengah berlangsung dalam sebuah kampus di Filipina

Suara.com - Sebuah ledakan terjadi di pusat kebugaran salah satu kampus di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Filipina pada hari Minggu, (03/12). Kejadian itu menyebabkan empat orang jemaah dinyatakan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kejadian itu dilaporkan terjadi saat ibadah misa mingguan Katolik tengah berlangsung di pusat kebugaran kampus Mindanao State University. Akibatnya, puluhan orang berhamburan keluar dari gedung olahraga tersebut.

Lebih rinci, Komandan Militer Regional Mayor Jenderal Gabriel Viray menjabarkan bahwa para korban tewas terdiri dari tiga orang perempuan dan satu laki-laki. Selain itu, sebanyak 50 orang dilarikan ke dua rumah sakit yang berbeda untuk mendapatkan perawatan.

Dalam konferensi pers, pejabat polisi senior Emmanuel Peralta menyebut pihaknya menemukan pecahan mortir berukuran 60 mm di sekitar tempat kejadian. Dia mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah ledakan itu berasal dari alat peledak improvisasi (IED) atau lemparan granat.

Dia menyebut bahan peledak yang dibuat dari peluru mortir ini telah digunakan dalam berbagai serangan yang dilancarkan oleh militan Islam.

Seorang saksi bernama Chris Jurado menjelaskan bahwa insiden itu terjadi saat pembacaan Alkitab Injil sesi pertama di pagi hari, yakni pukul 7.00 waktu setempat. Akibat kejadian ini, sejumlah kelas terpaksa diliburkan dan para petugas berwenang dikerahkan ke berbagai sisi seluruh kampus.

"Kejadiannya sangat mendadak, dan semua orang berhamburan. Ketika saya melihat ke belakang, ada orang yang tergeletak di lantai. Kami tidak mengetahui pasti apa yang tengah terjadi saat itu, karena semua terjadi begitu cepat," kata salah seorang saksi, Chris Jurado, kepada kantor berita AFP.

Ledakan tersebut memicu sistem peringatan keamanan di seluruh Kota Marawi, sesaat menjelang musim Natal tiba, yang biasanya ditandai dengan rentetan perjalanan, belanja dan kemacetan lalu lintas di seluruh negeri. Polisi dan pihak otoritas lainnya kini berada dalam "siaga tinggi" di kota metropolitan Manila, ungkap para pejabat keamanan.

Selain itu, pihak penjaga pantai di Filipina mengaku mereka memerintahkan semua anggotanya untuk mengintensifkan pengumpulan informasi intelijen, serta inspeksi lebih ketat terhadap kapal feri berpenumpang dan pengarahan anjing pelacak serta marinir.

"Di tengah aksi keji ini, pelayanan publik yang maksimal harus tetap diutamakan," kata Kepala Penjaga Pantai Laksamana Ronnie Gavan.

Sementara itu, kelompok yang mengaku menamakan diri sebagai Negara Islam atau Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Minggu pagi tersebut. Hal tersebut disampaikan pihak IS lewat saluran Telegram, dengan mengatakan bahwa anggota mereka telah meledakkan bom di kampus tersebut.

Presiden Filipina mengutuk "teroris asing”

Pascakejadian itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengutuk keras serangan tersebut lewat akun X pribadinya. Dia menyebut insiden itu sebagai "tindakan yang tak masuk akal dan paling keji yang dilakukan oleh teroris asing. Ekstremis yang menggunakan kekerasan pada orang yang tidak bersalah akan selalu dianggap sebagai musuh bagi masyarakat kita."

Namun, Marcos sendiri tidak menjelaskan alasan dia menyalahkan militan asing terhadap pengeboman tersebut. Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. juga menyebut ada indikasi kuat "unsur asing" dalam kejadian tersebut dalam konferensi pers, tetapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal hal itu.

Kepala staf militer Jenderal Romeo Brawner Jr. mengatakan kalau serangan bom itu bisa diduga sebagai serangan balasan dari kelompok militan muslim akibat serangkaian pertempuran sebelumnya. "Kami tengah mencari alasannya dari berbagai sudut pandang," kata Brawner. "Bisa jadi serangan balasan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Positif Covid-19, Semua Agenda Dibuat Online

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Positif Covid-19, Semua Agenda Dibuat Online

News | Selasa, 05 Desember 2023 | 09:53 WIB

Filipina Selatan Diguncang Gempa Besar Beruntun, Puluhan Ribu Warga Diungsikan

Filipina Selatan Diguncang Gempa Besar Beruntun, Puluhan Ribu Warga Diungsikan

News | Selasa, 05 Desember 2023 | 08:36 WIB

Indra Sjafri Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Gagal Menang Lawan Filipina dan Irak, Singgung Pemain Naturalisai

Indra Sjafri Ungkap Penyebab Timnas Indonesia Gagal Menang Lawan Filipina dan Irak, Singgung Pemain Naturalisai

Bola | Senin, 04 Desember 2023 | 08:06 WIB

6 Kiper Asing yang Kini Main di BRI Liga 1 2023/2024, Pemain Filipina Mendominasi

6 Kiper Asing yang Kini Main di BRI Liga 1 2023/2024, Pemain Filipina Mendominasi

Bola | Sabtu, 02 Desember 2023 | 19:05 WIB

Menantu Cristian Gonzales Pamer Filipina Kangkangi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Menantu Cristian Gonzales Pamer Filipina Kangkangi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Bola | Jum'at, 01 Desember 2023 | 14:37 WIB

Negara Tetangga Indonesia Ini Langgengkan Politik Dinasti, Ada Sejarah Korupsi di Baliknya

Negara Tetangga Indonesia Ini Langgengkan Politik Dinasti, Ada Sejarah Korupsi di Baliknya

Bisnis | Rabu, 29 November 2023 | 14:10 WIB

Profil Kevin Ray Mendoza, Kiper Asiang Resmi Bergabung dengan Persib Bandung, Seberapa Hebat?

Profil Kevin Ray Mendoza, Kiper Asiang Resmi Bergabung dengan Persib Bandung, Seberapa Hebat?

Bola | Selasa, 28 November 2023 | 11:26 WIB

Terkini

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:04 WIB

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:03 WIB

Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh

Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:48 WIB

Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap

Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:44 WIB

Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan

Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:36 WIB

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:36 WIB

Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI

Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:33 WIB

Subsidi Energi Bersih Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya, Studi Ungkap Ketimpangan

Subsidi Energi Bersih Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya, Studi Ungkap Ketimpangan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:30 WIB

Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon

Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:27 WIB