Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Prajurit TNI di Boyolali, Koalisi Sipil Desak Jokowi Copot Panglima TNI dan KSAD

Erick Tanjung, Rakha Arlyanto

Senin, 01 Januari 2024 | 14:18 WIB
Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Prajurit TNI di Boyolali, Koalisi Sipil Desak Jokowi Copot Panglima TNI dan KSAD
Direktur Imparsial, Ghufron Mabruri. [Istimewa / Olah gambar Suara.com]

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis menilai Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) gagal menjaga netralitas pasca adanya kasus relawan Ganjar-Mahfud dikeroyok oleh beberapa prajurit TNI di Boyolali, Jawa Tengah. Empat orang mengalami luka-luka dalam kasus tersebut.

"Koalisi menilai, Panglima TNI dan KSAD gagal menjaga netralitas dalam Pemilu 2024," kata Gufron Mabruri Direktur Imparsial mewakili Koalisi Sipil dalam keterangannya, Senin (1/1/2024).

Koalisi Sipil mengatakan perlu adanya perbaikan netralitas dalam tubuh TNI. Selain itu, mereka menuntut harus ada proses hukum yang adil.

Koalisi Sipil juga berpandangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta DPR RI harus mencopot Panglima TNI dan KSAD. Sebab keduanya dirasa gagal menjaga anggota hingga terjadi penganiayaan kepada relawan Ganjar-Mahfud.

"Atas dasar hal tersebut, Koalisi mendesak Presiden Joko Widodo dan DPR RI untuk mengevaluasi dan mencopot Panglima TNI dan KSAD," tegasnya.

Lebih lanjut, Koalisi Sipil menyebut tidak ada satu pun pembenaran dalam kasus penganiayaan itu. Dalam kasus ini, Koalisi Sipil menyampaikan bahwa aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh beberapa orang prajurit TNI menandakan institusi TNI tak netral.

"Tentunya dapat mencerminkan ketidaknetralan TNI dalam menyikapi perbedaan politik yang ada di masyarakat," ujar dia.

Relawan Ganjar-Mahfud Dikeroyok

Sebelumnya diberitakan, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis melaporkan seorang relawan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka berat akibat kekerasan oknum TNI, pada Sabtu kemarin.

baca juga

"Kami mendapatkan laporan dari Klaten dan Boyolali (Jawa Tengah) ini laporan dengan brutalitas dan tindak kekerasan yang sangat-sangat tidak bisa diterima. Satu meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka berat," kata Todung di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu.

Todung menyebutkan seorang meninggal dunia berasal dari Klaten dan meninggal di rumah sakit.

"Yang meninggal dunia ini adalah sukarelawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas dari pendukung pasangan calon lain," ujarnya.

Empat korban yang mengalami luka-luka akibat penganiayaan oleh oknum TNI di pos TNI setempat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Panglima TNI untuk segera mengambil tindakan.

"Kalau itu benar, kami ingin Panglima TNI (Jenderal TNI Agus Subiyanto) untuk mengambil tindakan yang tegas dan mempertanggungjawabkan secara hukum mereka yang melakukan tindakan kekerasan ini," katanya.

15 Prajurit Ditahan

Untuk diketahui, peristiwa penganiayaan yang dilakukan sejumlah anggota TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud ini terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/12) siang.

Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi sebelumnya juga menyebut 15 anggota yang diduga melakukan penganiayaan telah ditahan.

"Telah memerintahkan Danyonif Raider 408/SbhDenpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit terduga kasus penganiayaan," kata Kristomei lewat keteranganya, Sabtu (30/12).

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo telah melakukan beberapa langkah menyikapi peristiwa penganiayaan yang dilakukan anggota TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud. Salah satunya, yakni memberikan santunan kepada para korban.

"Dandim sudah memberikan pernyataan ya tentang kejadian yang di Boyolali itu. Kemudian Dandim juga sudah melakukan langkah-langkah, memberikan santunan dan lain sebagainya," kata Agus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (31/12/2023).

Di sisi lain, kata Agus, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga telah memerintahkan satuannya untuk memproses anggota yang terlibat melakukan penganiayaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenguk Langsung ke RSUD Boyolali, Ganjar Ungkap Kondisi Relawannya Saat Ini Usai Dianiaya Anggota TNI

Jenguk Langsung ke RSUD Boyolali, Ganjar Ungkap Kondisi Relawannya Saat Ini Usai Dianiaya Anggota TNI

Kotak Suara | Senin, 01 Januari 2024 | 11:38 WIB

Fakta-fakta Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI Di Boyolali Gegara Knalpot Brong

Fakta-fakta Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI Di Boyolali Gegara Knalpot Brong

News | Senin, 01 Januari 2024 | 10:57 WIB

Siti Atikoh Tak Kuasa Tahan Air Mata Saat Jenguk Relawan Ganjar-Mahfud yang Dikeroyok Anggota TNI

Siti Atikoh Tak Kuasa Tahan Air Mata Saat Jenguk Relawan Ganjar-Mahfud yang Dikeroyok Anggota TNI

Kotak Suara | Senin, 01 Januari 2024 | 08:35 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×