Bapak-bapak Ini Sebut Jokowi Pengkhianat Bangsa Karena Pecundangi PDIP

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Selasa, 16 April 2024 | 18:02 WIB
Bapak-bapak Ini Sebut Jokowi Pengkhianat Bangsa Karena Pecundangi PDIP
Presiden Joko atau Jokowi saat berkunjung ke Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Kamis (4/4/2024). (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang bapak-bapak yang tengah berorasi di kerumunan. Diduga ia sedang berada di sebuah aksi demonstrasi.

Bapak-bapak berbaju merah tersebut pun berorasi sambil mikrophonenya dipegang oleh orang di sebelahnya.

Ia dengan percaya diri menyebut bahwa Jokowi pengkhianat bangsa. Hal ini diduga terkait dengan hasil pilpres 2024 yang telah membuat Prabowo Subianto mendapatkan banyak suara dibandingkan calon presiden lainnya.

Bapak tersebut mengatakan alasannya mengapa Jokowi disebut pengkhianat bangsa.

“Dan semua ini terjadi karena pemimpin negara dalam hal ini Jokowi adalah biang keroknya. Jokowi adalah pengkhianat bangs aini,” ujarnya lantang.

Ia pun menyinggung soal masa lalu Jokowi yang sempat jadi wali kota hingga Gubernur dan Presiden dua periode.

“Dia pengkhianat karena dia, semenjak wali kota, Gubernur DKI Jakarta, dan presiden dua periode dan anak sama mantunya. Semua didukung oleh PDI Perjuangan. Tapi kenyataannya, dia memecundangi PDI Perjuangan dengan mendukung Prabowo yang notabene dua periode Prabowo melawan dia,” lanjut bapak berbaju merah tersebut yang diunggah ulang oleh akun @balitoday.

Melihat ini warganet pun turut menyematkan komentar.

“Obrolan bapak2 kurang minum arak bali,” ujar @albert***

“Lawak Lo pak,” ujar @gabl**

“Pengkhianat bangsa? Kok sangkut pautnya ke Pdip, apakah PDIP punya bangsa,?” ujar djma***

Seperti diketahui pada pilpres 2024, berdasarkan perhitungan KPU,jumlah suara sah dalam rekapitulasi Pilpres 2024  sebesar 164.270.475. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh 96.214.691 suara atau 58,59%.

Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar memperoleh suara 40.971.906 atau 24,95% dari suara sah. Sementara itu, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengumpulkan 27.050.878 suara atau 16,47% dari suara sah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kubu Prabowo-Gibran Serahkan Kesimpulan Sengketa Pilpres Ke MK: Yang Dipersoalkan Harusnya Suara o1 Dan 03

Kubu Prabowo-Gibran Serahkan Kesimpulan Sengketa Pilpres Ke MK: Yang Dipersoalkan Harusnya Suara o1 Dan 03

Kotak Suara | Selasa, 16 April 2024 | 16:40 WIB

Kubu AMIN: Prabowo-Gibran Belum Jadi Pasangan Terpilih, Keputusan KPU Bisa Dibatalkan

Kubu AMIN: Prabowo-Gibran Belum Jadi Pasangan Terpilih, Keputusan KPU Bisa Dibatalkan

Kotak Suara | Selasa, 16 April 2024 | 16:20 WIB

Hasto: Hak Angket Bukan Persoalan PDIP, Tapi Kesadaran Bersama

Hasto: Hak Angket Bukan Persoalan PDIP, Tapi Kesadaran Bersama

Kotak Suara | Selasa, 16 April 2024 | 15:30 WIB

Terkini

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB