Transisi Jakarta Sebagai Kota Bisnis Didesak Dipercepat, Begini Alasannya

Chandra Iswinarno | Suara.com

Jum'at, 19 April 2024 | 23:30 WIB
Transisi Jakarta Sebagai Kota Bisnis Didesak Dipercepat, Begini Alasannya
Keinginan mempercepat transisi Jakarta menjadi kota bisnis didengungkan oleh FJB. [Dok. FJB]

Suara.com - Perwakilan sejumlah elemen masyarakat yang mengatasnamakan Forum Jakarta Baru (FJB) berharap transisi Jakarta sebagai kota bisnis bisa dipercepat. Hal ini dilakukan agar bisa setara dengan kota besar lainnya di dunia.

Koordinator FJB, Muzani Syukur mengatakan menyebut untuk mempercepat transisi, diperlukan kesiapan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Ia menyebut sejumlah elemen masyarakat perlu untuk dilibatkan.

Pernyataan tersebut disampaikan pada sesi diskusi, bertepatan dengan Launching FJB yang dilaksanakan di Kantin Kendal, Menteng, Jakarta Pusat. FJB sendiri terdiri dari sejumlah elemen, mulai dari jurnalis, aktivis nasionalis, organisasi Islam seperti NU, Persatuan Islam (Persis) dan Muhammadiyah.

Muzani berharap dengan FJB bisa memberikan pemikiran dan gerakan implementatif kepada Jakarta usai tak lagi menyandang status ibu kota.

"Perubahan status Jakarta dari DKI ke DKJ harus membawa spirit menjadikan kota ini ber-sejajar dengan kota-kota kelas dunia. Peran serta semua pihak pastinya akan mempercepat misi Jakarta untuk mencapai kota bisnis seperti halnya London dan kota lainnya di dunia," ujar Muzani kepada wartawan, Jumat (19/4/2024).

Muzani mengatakan, masyarakat juga harus mendapatkan kepastian terkait dengan kemudahan ekonomi, pendidikan dan sebagainya, sehingga masa depan mereka terjamin usai status Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

"Maka forum ini hadir sebagai kanal informasi, edukasi dan sosialisasi tentang kondisi Jakarta hari ini, serta menjadi ruang implementasi ide menjadi karya nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Prinsipnya, FJB adalah katalisator dalam mencetak SDM kota yang berkualitas dan berdaya saing," katanya.

Lebih lanjut Muzani pun optimis pihaknya dapat membangun sinergi dengan berbagai pihak. Dalam mengawali kerja organisasi, Muzani menuturkan ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh kelompok ini.

Di antaranya pemanfaatan taman terbuka sebagai ruang diskusi, literasi atau deliberasi warga. Kemudian penyelenggaraan pelatihan skill bagi usia sekolah, pendampingan kegiatan rohani dan sosial serta yang lainnya.

"Forum ini sangat terbuka bagi mereka yang punya semangat dalam mengembangkan diri, semangat menambah wawasan dan keterampilan, maupun berkeinginan melatih kepemimpinan," tuturnya.

"Yang hadir disini sekarang adalah teman-teman dari lima wilayah kota Jakarta, dan secara otomatis menjadi perwakilan FJB di lima wilayah kota, yaitu Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jakut dan Jaksel," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov DKI Tidak Adil! Terbuka untuk Pendatang Tapi Hapus NIK Warga yang Tak Domisili di Jakarta

Pemprov DKI Tidak Adil! Terbuka untuk Pendatang Tapi Hapus NIK Warga yang Tak Domisili di Jakarta

News | Jum'at, 19 April 2024 | 18:24 WIB

Ditolak PKS, DPR Tetap Sahkan RUU Daerah Khusus Jakarta Menjadi Undang-Undang

Ditolak PKS, DPR Tetap Sahkan RUU Daerah Khusus Jakarta Menjadi Undang-Undang

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 12:48 WIB

Baleg DPR RI Targetkan RUU Daerah Khusus Jakarta Bisa Disahkan Awal April Mendatang

Baleg DPR RI Targetkan RUU Daerah Khusus Jakarta Bisa Disahkan Awal April Mendatang

News | Rabu, 13 Maret 2024 | 21:26 WIB

Terkini

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:17 WIB

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:13 WIB

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

News | Senin, 23 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:55 WIB

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:54 WIB

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:52 WIB

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB