Ranking di Dunia Jeblok, 5 Cara Ampuh Perbaiki Kualitas Kesehatan di Indonesia

Senin, 15 Juli 2024 | 01:10 WIB
Ranking di Dunia Jeblok, 5 Cara Ampuh Perbaiki Kualitas Kesehatan di Indonesia
Pasien dengan gejala batuk dan sesak antre memeriksakan diri di Poli Batuk dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta, Rabu (23/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Presiden Joko Widodo turut menyoroti ranking Indonesia yang jauh tertinggal dalam sektor pendidikan dan kesehatan di dunia. Kondisi itu mengacu pada data institute for Management Development (IMD) World Competitiveness.  Padahal, secara keseluruhan level daya saing Indonesia dengan negara lain meningkat ke peringkat ke-27 dari semula 34.

Pemerhati kesehatan prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K) menyatakan bahwa kondisi tersebut telah menjadi suatu desakan kalau pemerintah perlu lakukan perbaikan secara nyata.

"Menitik beratkan pada promotif preventif yang sedikitnya meliputi lima aspek," kata prof. Tjandra dalam keterangannya kepada Suara.com, Minggu (14/7/2024). 

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI.   (Dok: Istimewa)
Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas YARSI. (Dok: Istimewa)

Pertama, kata prof Tjandra, pemerintah harus membangun puskesmas di setiap tingkat Desa. Tindakan tersebut sama pentingnya dengan membangun rumah sakit tingkat internasional di kota besar.

Langkah kedua, lanjutnya, harus memastikan ketersediaan petugas sanitasi di desa atau penyuluhan kesehatan mulai tingkat desa dengan adanya dokter Sub spesialis di rumah sakit rujukan.

"Ketiga, harus disadari bahwa sama pentingnya membangun taman dan tempat olahraga masyarakat dan menjadikan udara kira sedikit polusi, dengan membangun fasilitas kesehatan," imbuhnya. 

Ilustrasi kesehatan dunia (Elements Envato)
Ilustrasi kesehatan dunia (Elements Envato)

Langkah selanjutnya dengan memastikan fasilitas sanitasi. Setiap desa harus memiliki jamban serta akses air bersih. Hal tersebut sama pentingnya seperti menyediakan alat kesehatan yang canggih di rumah sakit kota besar.

Tahap terakhir yang kelima, perlu ada konsep pembangunan berwawasan kesehatan. Artinya semua kegiatan pembangunan harus memperhatikan aspek dan dampak kesehatan masyarakat yang luas dengan titik berat pencegahan untuk membuat masyarakat tetap sehat daripada mengobati orang sakit.

"Dalam konsep derajat kesehatan suatu bangsa, maka membuat masyarakat yang sehat menjadi tetap sehat dan produktif menjadi sama pentingnya, bahkan mungkin lebih penting, daripada hanya semata-mata mengobati mereka yang sudah jatuh sakit," pungkas prof Tjandra.

Baca Juga: Ciri-ciri Saraf Kejepit, Kenali Gejala Berikut dan Cara Mengobatinya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI