Awas! Gen Z 'Terkurung' Makanan Manis dan Instan, Generasi Emas 2045 Terancam?

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 16 Juli 2024 | 18:17 WIB
Awas! Gen Z 'Terkurung' Makanan Manis dan Instan, Generasi Emas 2045 Terancam?
Ilustrasi Gen Z / Generasi Z (123rf)

Suara.com - Kualitas kesehatan Gen Z dipertaruhkan bila pemerintah belum serius membuat aturan ketat pembatasan kadar gula, garam, dan lemak pada makanan juga minuman yang beredar di pasaran.

Pasalnya, Gen Z yang lahir pada tahun 1997 sampai 2010 dianggap sebagai bagian dari generasi emas Indonesia untuk 2045 mendatang.

Pengamat dari Organisasi Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Satyani menyampaikan bahwa Gen Z sekarang 'terkurung'. Sebab tidak terlalu memiliki banyak pilihan terkait konsumsi makanan sehat.

"Banyaknya pilihan makanan tidak sehat, itu namanya determinan komersial kesehatan, jadi dikepung oleh makanan yang tinggi gula, makanan yang serba instan, gaya hidup yang kalau bisa rapat online aja nggak usah jalan dulu ke stasiun. Hal-hal seperti itu yang mendikte hidup Generasi Z," kata Diah kepada Suara.com saat ditemui di Jakarta pada Minggu (14/7/2024).

Alhasil, menurut Diah, Gen Z tidak punya pilihan lain kecuali mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat yang dijual bebas di pasaran.

Makanan dan minuman tidak sehat yang dimaksud itu berupa tinggi kadar gula, garam, dan lemak. Serta melalui proses masak yang lama atau berulang.

Meski begitu, Gen Z juga memiliki sisi lain dalam hal kesehatan.

Dia mengatakan bahwa Gen Z sebenarnya punya kebiasaan yang lebih baik dalan mencari informasi terkait gaya hidup sehat.

"Dengan ketersediaan informasi yang banyak, dia cari tahu bisa olahraga apa, makanan sehat itu gimana. Jadi ada sedikit, dalam tanda kutip, melawan determinan komersial ini untuk bisa mendikte hidupnya. Tapi itupun isolated pada generasi Z yang ada di Jakarta misalnya," kata Diah.

Itu sebabnya, dia menginginkan pemerintah buat aturan lebih ketat terkait batasan kadar gula, garam, dan lemak dalam makanan dan minuman kemasan.

"Pemerintah harusnya bikin regulasi sehingga orang nggak usah susah-susah sudah dengan sendirinya terbatasi determinan komersial itu," tuturnya.

Diah menyampaikan bahwa penyakit tidak menular, seperti diabetes, gangguan fungsi jantung, serta stroke, itu disebabkan karena gaya hidup tidak sehat termasuk pilihan konsumsi makanan dan minuman.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu memainkan perannya dalam membuat aturan lebih ketat dalam hal batasan kandungan gula, garam, dan lemak agar pilihan makanan untuk masyarakat semakin sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gen Z Sering Dilanda Kecemasan, Kegiatan Positif Ini Bisa Memotivasi

Gen Z Sering Dilanda Kecemasan, Kegiatan Positif Ini Bisa Memotivasi

Lifestyle | Sabtu, 13 Juli 2024 | 20:00 WIB

Generasi Milenial dan Gen Z Makin Sadar Akan Investasi, Ini Buktinya

Generasi Milenial dan Gen Z Makin Sadar Akan Investasi, Ini Buktinya

Bisnis | Kamis, 04 Juli 2024 | 13:09 WIB

Gen Z Wajib Tahu! Ini Pentingnya Melek Soal Literasi Keuangan di Era Digital Seperti Saat Ini

Gen Z Wajib Tahu! Ini Pentingnya Melek Soal Literasi Keuangan di Era Digital Seperti Saat Ini

Lifestyle | Rabu, 03 Juli 2024 | 11:29 WIB

Terkini

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

News | Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 22:24 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 22:05 WIB

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

News | Senin, 20 April 2026 | 21:57 WIB

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

News | Senin, 20 April 2026 | 21:52 WIB

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

News | Senin, 20 April 2026 | 21:41 WIB

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB