Infeksi Saluran Kemih Pada Anak Tak Boleh Diabaikan, IDAI: Bisa Komplikasi Sampai Gagal Ginjal

Selasa, 06 Agustus 2024 | 18:27 WIB
Infeksi Saluran Kemih Pada Anak Tak Boleh Diabaikan, IDAI: Bisa Komplikasi Sampai Gagal Ginjal
Penyebab anak cuci darah (freepik)

Suara.com - Infeksi saluran kemih atau ISK bisa juga diidap oleh anak-anak. Penyakit tersebut tak boleh dianggap enteng karena bila tidak diobati dengan segera, infeksi bisa sampai merusak fungsi ginjal dan pada akhirnya anak harus lakukan cuci darah.

Ketua Bidang Ilmiah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Mulyadi Djer, Sp.A(K)., menyebut kalau kasus ISK pada anak cukup sering terjadi.

"Infeksi kantung kemih pada anak cukup sering ditemukan, kalau tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan komplikasi salah satunya ini gagal ginjal," kata prof Mulyadi dalam diskusi media bersama IDAI secara virtual, Selasa (6/8/2024).

Oleh sebab itu, orangtua perlu memahami beberapa tanda ISK pada anak berdasarkan usianya. Dokter spesialis anak konsultan nefrologi anak dr. Ina Zarlina Sp.A(K)., memgatakan bahwa ISK bisa diidap mulai dari usia bayi.

“Biasanya bayi usia di bawah 3 bulan itu bisa saja dia demam, muntah-muntah, lemas, menyusunya kurang, saat kontrol ke dokter berat badannya sulit naik, bisa juga ditemukan kuning, ataupun urinnya yang berbau tidak seperti biasa,” jelas dokter Ina.

Bayi di bawah tiga bulan yang dicurigai terkena ISK juga biasanya akan ditemukannya darah pada urinnya, disebut juga dengan hematuria.

Ada pun gejala ISK pada anak usia 3 bulan sampai 3 tahun, paling sering mengalami demam di atas 38,5 derajat. Namun, demam tersebut tidak diketahui penyebabnya.

Bisa juga nyeri saat buang air kecil dan pipis yang selalu tidak tuntas. Gejala lain yang dirasakan juga disertai nyeri perut, muntah-muntah, dan ada nyeri di atas kemaluan.

"Pada anak kurang dari 24 bulan atau 2 tahun yang demam, kemungkinan menderita infeksi saluran kemih, 3 sampai 5 persen," kata dia.

Baca Juga: 6 Penyebab Anak-Anak Harus Cuci Darah di Usia Muda

Sayangnya, lanjut dokter Ina, gejala awal tersebut seringkali tidak terdiagnosis sejak awal karena sulit mengambil sampel urin. Serta sering kali dianggap hanya diare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI