JAPFA Grup Catatkan Keberhasilan Reproduksi Sidat Tropis: Pencapaian Inovatif dalam Budidaya dan Konservasi Perairan

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Senin, 19 Agustus 2024 | 11:25 WIB
JAPFA Grup Catatkan Keberhasilan Reproduksi Sidat Tropis: Pencapaian Inovatif dalam Budidaya dan Konservasi Perairan
Tangki induk ikan di ARC. Setiap tangki memiliki kedalaman 3 meter dengan diameter selebar 6 meter, yang disusun secara berurutan. Tangki-tangki ini dirancang untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi dari spesies budidaya perairan yang penting. (Dok: Japfa)

Suara.com - Aquaculture Research Center (ARC), sebuah fasilitas mutakhir yang didirikan oleh PT Suri Tani Pemuka, anak usaha JAPFA, mencatatkan momen bersejarah di bidang budidaya perairan dengan keberhasilannya dalam langkah awal mereproduksi sidat tropis bernilai tinggi, Anguilla bicolor.

Inovasi ini merupakan pencapaian pertama di dunia, yang menandai kemajuan besar dalam pengelolaan populasi sidat yang berkelanjutan, yang berdampak positif baik itu bagi budidaya komersial maupun konservasi sidat.

Berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, ARC dikenal dengan riset dan pengembangannya di bidang budidaya perairan, berkolaborasi dengan institusi internasional terkemuka seperti Higher Institution Centres of Excellence, Borneo Marine Research Institute of Universiti Malaysia Sabah (UMS) dan Universitas Kindai. 

Sidat tropis, dengan nama ilmiah Anguilla bicolor, dianggap sebagai spesies bernilai tinggi karena permintaannya yang sangat besar di pasar kuliner di Asia dan dunia. Sidat ini sangat diminati karena rasanya yang lezat dan kandungan nutrisinya yang tinggi, menjadikannya pilihan untuk hidangan premium.

Budidaya ikan sidat tropis yang berkelanjutan menjadi jawaban atas permintaan yang terus meningkat, sekaligus mengurangi ancaman terhadap populasi sidat liar, sehingga berkontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologi.

Keberhasilan dalam langkah awal reproduksi sidat tropis ini tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam budidaya perairan, namun juga menunjukkan komitmen JAPFA terhadap keberlanjutan dalam produksi pangan, membuka jalan bagi inovasi-inovasi lainnya di industri ini.

Pembiakan Sidat: sebuah tantangan menarik

Seiring dengan populasi sidat yang kian menurun secara global, menemukan cara untuk membiakkan sidat menjadi hal yang sangat penting untuk upaya konservasi dan tujuan komersil.

Siklus hidup sidat yang kompleks dan misterius membuat reproduksi sidat dalam penangkaran menjadi tantangan besar. Sidat melakukan perjalanan ribuan kilometer dari sungai air tawar ke laut dalam, sehingga kondisi reproduksi mereka sangat sulit untuk ditiru di luar habitat aslinya. Hingga saat ini, budidaya sidat bergantung pada penangkapan sidat muda (glass eel) di alam liar yang kemudian dibesarkan untuk dikomersialisasikan. Namun, pendekatan ini tidak lagi berkelanjutan karena mengurangi populasi sidat liar yang terancam akibat penangkapan berlebihan dan hilangnya habitat alami mereka.

Tonggak bersejarah dalam budidaya sidat

Tim peneliti ARC bersama dengan Prof. Dr. Senoo Shigeharu telah berhasil mengatasi tantangan ini dan menemukan langkah pertama dalam reproduksi sidat tropis di tempat penangkaran. Dengan memanfaatkan teknologi akuakultur yang canggih dan metode pemeliharaan yang dikembangkan oleh ARC, tim berhasil menetaskan 70.000 larva, dengan keberhasilan pemeliharaan larva selama 11 hari. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk memproduksi sidat tropis dalam skala besar di penangkaran.

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya kami untuk mengelola populasi sidat secara berkelanjutan, karena untuk pertama kalinya kami berhasil menetaskan sidat tropis di lingkungan yang terkendali,” ujar Ardi Budiono, Direktur Utama STP. “Kami yakin kemampuan untuk mereproduksi sidat di penangkaran akan berdampak signifikan pada industri akuakultur, tidak hanya di Asia namun juga secara global. Untuk memastikan keberlanjutan sidat tropis, STP akan terus menerapkan praktik budidaya sidat yang berkelanjutan, melakukan berbagai penelitian mengenai sidat, dan terus mendukung upaya untuk meningkatkan populasi sidat di habitat alami mereka, sebagai bagian dari komitmen kami terhadap budidaya perairan yang berkelanjutan.”

Dampak terhadap konservasi dan industri

Keberhasilan langkah pertama reproduksi sidat tropis dalam penangkaran ini tidak hanya menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi akuakultur, namun juga memberikan harapan baru bagi konservasi sidat tropis, Anguilla bicolor, yang saat ini diklasifikasikan sebagai "Hampir Terancam/ Near Threatened (NT)" dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Dengan mengurangi ketergantungan pada penangkapan di alam liar, penelitian ini dapat berkontribusi pada konservasi populasi sidat tropis sekaligus memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.Terobosan ini mendukung praktik akuakultur berkelanjutan yang bisa melindungi populasi sidat alami dari penangkapan berlebihan.

Sebagai perusahaan industri pangan terkemuka, JAPFA secara konsisten menggunakan bibit dan metodologi budidaya yang tepat untuk memastikan efisiensi produksi protein hewani yang terjangkau dalam skala besar di iklim tropis. Terobosan dalam pembiakan sidat tropis ini sejalan dengan komitmen JAPFA terhadap produksi pangan yang efisien dan berkelanjutan di seluruh portofolio produk protein yang beragam.

"Kami melihat peluang untuk menerapkan prinsip-prinsip budidaya peternakan pada budidaya perairan dan budidaya sidat, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada glass eel yang ditangkap di alam liar," ujar Presiden Direktur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan Direktur Eksekutif JAPFA Grup, Renaldo Santosa,.

"Dengan membudidayakan sidat tropis di penangkaran, kami berupaya menjaga kelangsungan hidup populasi sidat liar, serta berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem. Keberhasilan ini merupakan bukti kekuatan visi, ketekunan dan inovasi, serta pentingnya kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mengatasi tantangan produksi pangan yang berkelanjutan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Tegaskan Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di World Expo 2025 Osaka

Indonesia Tegaskan Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di World Expo 2025 Osaka

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 13:39 WIB

Bukit Emas Digital Hadir Bawa Perubahan Layanan Inovasi Masa Depan

Bukit Emas Digital Hadir Bawa Perubahan Layanan Inovasi Masa Depan

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2024 | 14:01 WIB

IBEA EV Ecosystem Award 2024, Upaya Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik

IBEA EV Ecosystem Award 2024, Upaya Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik

Press Release | Senin, 12 Agustus 2024 | 11:37 WIB

Gelar AKJJ, JAPFA Berkomitmen Tingkatkan Status Gizi Masyarakat Indonesia

Gelar AKJJ, JAPFA Berkomitmen Tingkatkan Status Gizi Masyarakat Indonesia

News | Kamis, 08 Agustus 2024 | 19:08 WIB

InaRI Expo 2024 : Etalase Kemajuan Riset dan Inovasi di Indonesia

InaRI Expo 2024 : Etalase Kemajuan Riset dan Inovasi di Indonesia

Press Release | Kamis, 08 Agustus 2024 | 13:53 WIB

Soal Pendidikan Indonesia yang Belum Maju, Najelaa Shihab Miris: Kurang Inovasi

Soal Pendidikan Indonesia yang Belum Maju, Najelaa Shihab Miris: Kurang Inovasi

Video | Rabu, 07 Agustus 2024 | 07:05 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB