Warga Rusia Diminta Berhubungan Seks saat Jam Makan Siang, Putin Resah Angka Kelahiran Anjlok

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 16 September 2024 | 20:17 WIB
Warga Rusia Diminta Berhubungan Seks saat Jam Makan Siang, Putin Resah Angka Kelahiran Anjlok
Presiden Rusia, Vladmir Putin. (Reuters)

Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah mendorong warga Rusia untuk terlibat dalam hubungan intim selama jam makan siang dan minum kopi di tempat kerja untuk mengatasi angka kelahiran yang menurun di negara itu.

Inisiatif tersebut muncul karena angka kelahiran Rusia, yang saat ini sekitar 1,5 anak per wanita, turun jauh di bawah angka 2,1 yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi yang stabil, Metro melaporkan. Selain itu, lebih dari satu juta, terutama warga Rusia yang lebih muda, telah meninggalkan negara itu di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Ukraina.

Menteri Kesehatan Dr Yevgeny Shestopalov menekankan bahwa terlalu sibuk di tempat kerja bukanlah alasan yang sah untuk menghindari prokreasi. Ia menyarankan agar orang-orang dapat memanfaatkan waktu istirahat untuk fokus pada perluasan keluarga mereka, dengan mencatat bahwa ''hidup berlalu begitu cepat.''

Ketika seorang reporter bertanya kepadanya bagaimana orang-orang yang bekerja 12 hingga 14 jam sehari akan menemukan waktu untuk memiliki anak, ia menjawab dengan menyarankan agar mereka dapat menggunakan waktu istirahat mereka.

Sebelumnya, Putin bersikeras, ''Pelestarian rakyat Rusia adalah prioritas nasional tertinggi kami. Nasib Rusia....tergantung pada berapa banyak dari kita yang akan ada.'' Ini adalah masalah kepentingan nasional.''

Yang perlu diperhatikan, angka kelahiran Rusia telah mencapai titik terendah sejak 1999, dengan jumlah kelahiran hidup pada bulan Juni turun di bawah 100.000. Penurunan drastis ini telah menimbulkan kekhawatiran di Moskow tentang penurunan populasi yang parah.

Menurut Rosstat, badan statistik pemerintah Rusia, negara tersebut telah mengalami penurunan kelahiran yang signifikan, dengan 16.000 anak lebih sedikit yang lahir antara Januari dan Juni 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut Euro News.

Penurunan ini semakin diperburuk oleh peningkatan penurunan populasi sebesar 18%, dengan 49.000 lebih banyak kematian yang tercatat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, kemungkinan karena konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Upaya Kremlin untuk meningkatkan angka kelahiran Rusia yang menurun telah menghasilkan serangkaian tindakan, termasuk:

  1. Pemeriksaan kesuburan gratis: Wanita di Moskow, berusia 18-40 tahun, didorong untuk menjalani penilaian kesuburan gratis untuk mengevaluasi "potensi reproduksi" mereka.
  2. Paksaan dari pemberi kerja: Anggota parlemen Tatyana Butskaya telah mengusulkan sebuah rencana untuk menekan pemberi kerja agar mendorong karyawan perempuan mereka untuk memiliki anak.
  3. Insentif: Wilayah Chelyabinsk menawarkan 8.500 pound kepada siswi di bawah usia 24 tahun untuk kelahiran anak pertama mereka
  4. Pembatasan aborsi: Akses terhadap aborsi di seluruh negeri diblokir karena tokoh masyarakat dan pemuka agama mengklaim bahwa tugas perempuan adalah melahirkan dan membesarkan anak.
  5. Biaya perceraian: Biaya perceraian telah dinaikkan untuk mencegah perpisahan.

Politisi Anna Kuznetsova juga menuntut agar perempuan mulai melahirkan di usia muda. Ia berkata: ''Anda harus mulai melahirkan di usia 19-20 tahun. Kemudian, secara statistik, keluarga akan dapat memiliki tiga, empat, atau lebih anak.''

Namun, para kritikus berpendapat bahwa kebijakan ini merusak otonomi individu, khususnya bagi perempuan, dan mungkin memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan pada tatanan sosial Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa di Rusia Serang Guru dan Murid Lain Pakai Palu, Empat Korban Dirawat

Siswa di Rusia Serang Guru dan Murid Lain Pakai Palu, Empat Korban Dirawat

News | Senin, 16 September 2024 | 18:07 WIB

Terduga Penembak Donald Trump Berencana Rekrut Tentara Afghanistan untuk Perang di Ukraina

Terduga Penembak Donald Trump Berencana Rekrut Tentara Afghanistan untuk Perang di Ukraina

News | Senin, 16 September 2024 | 17:57 WIB

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Ancaman Nuklir Semenanjung Korea dan Peran Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Dunia

Bisnis | Sabtu, 14 September 2024 | 09:30 WIB

Rusia Usir 6 Diplomat Inggris, Tuduh jadi Mata-mata hingga Lakukan Sabotase

Rusia Usir 6 Diplomat Inggris, Tuduh jadi Mata-mata hingga Lakukan Sabotase

News | Jum'at, 13 September 2024 | 19:32 WIB

Pertempuran Sengit di Timur Ukraina, Rusia Intensifkan Serangan di Kurakhove dan Pokrovsk

Pertempuran Sengit di Timur Ukraina, Rusia Intensifkan Serangan di Kurakhove dan Pokrovsk

News | Jum'at, 13 September 2024 | 19:23 WIB

Jepang Langsung Kerahkan Jet Tempur setelah Pesawat Rusia Melintasi Kepulauan

Jepang Langsung Kerahkan Jet Tempur setelah Pesawat Rusia Melintasi Kepulauan

News | Jum'at, 13 September 2024 | 12:08 WIB

Terkini

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:18 WIB

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:57 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:29 WIB

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:28 WIB

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15 WIB

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:06 WIB

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:02 WIB