Mendag Zulhas: Produk Ilegal Kuasai Pasar 35 Persen, Bisa Hambat Target Ekonomi

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 30 September 2024 | 14:42 WIB
Mendag Zulhas: Produk Ilegal Kuasai Pasar 35 Persen, Bisa Hambat Target Ekonomi
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengungkap bahwa produk ilegal mendominasi pasar hingga 35 persen. Jumlah tersebut dinilai bisa menghambat pertumbuhan ekonomi negara, terlebih Presiden terpilih Prabowo Subianto punya target menumbuhkan ekonomi hingga 8 persen.

Menurut Zulkifli Hasan, target 8 persen tersebut bisa saja tercapai dengan memberantas produk ilegal tersebut.

"Programnya Presiden terpilih Pak Prabowo ingin ekonomi tumbuh 8 persen. Kemudian ingin menaikkan take ratio. Kalau ini kita bisa selesaikan 35 persen ilegal ini, maka take ratio itu, kalau 1 persen dari sini aja bisa," kata Zulhas saat konferensi pers temuan kosmetik ilegal di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta, Senin (30/9/2024).

Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan bahwa peredaran produk ilegal bisa mematikan produk UMKM juga. Bila produk ilegal terus dibiarkan, maka berisiko membuat produk lokal tidak berkembang dan pada akhirnya menghambat ekonomi negara.

Sebaliknya, bila produk lokal bisa berkembang kemudian penguasaan pasar semakin luas, pafa akhirnya akan berdampak terhadap kemampuan ekspor UMKM.

"Ini salah satu faktor kita bisa meningkatkan take ratio dan juga pertumbuhan ekonomi kita," tegasnya.

Sebelumnya, Kemendag bersama BPOM menyita ratusan ribu produk kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar dan mengandung zat kimia berbahaya.

Produk kosmetik ilegal ini masuk dari berbagai daerah, Sumatera, Jawa, Kalimantan, NTT, Sulawesi, dan lainnya. Temuan produk kosmetik sebanyak 970 item sejumlah 415.035 pieces dengan nilai ekonomi 11,4 miliar.

Temuan kosmetik impor ilegal sebanyak 45 kasus yang berasal dari 23 lokasi seluruh Indonesia dari wilayah-wilayah tersebut. Produk-produk itu masuk ke Indonesia melalui jalur impor ilegal dan direncanakan akan dijual bebas.

baca juga

Selanjutnya, BPOM akan memusnahkan ratusan ribu produk tersebut sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat dari risiko produk kosmetik berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Kaya Zulkifli Hasan? Konten Flexing-nya Curi Perhatian

Seberapa Kaya Zulkifli Hasan? Konten Flexing-nya Curi Perhatian

Lifestyle | Sabtu, 28 September 2024 | 18:16 WIB

Momen Mendag Zulhas Bagi 3 Gepok Uang ke Cucu, Hadiah Ultah atau Pamer Harta?

Momen Mendag Zulhas Bagi 3 Gepok Uang ke Cucu, Hadiah Ultah atau Pamer Harta?

Bisnis | Jum'at, 27 September 2024 | 18:07 WIB

Fleksing di Tengah Rakyat Kelaparan, Zulkifli Hasan 'Dibayangi' Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil Pilu

Fleksing di Tengah Rakyat Kelaparan, Zulkifli Hasan 'Dibayangi' Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil Pilu

Entertainment | Jum'at, 27 September 2024 | 16:20 WIB

Kasih Uang Gepokan Buat Cucu, Zulkifli Hasan Disentil Sutradara: Butuh Pengakuan Siapa?

Kasih Uang Gepokan Buat Cucu, Zulkifli Hasan Disentil Sutradara: Butuh Pengakuan Siapa?

Entertainment | Jum'at, 27 September 2024 | 14:47 WIB

Bisnis dan Kekayaan Zulkifli Hasan, Dikritik Usai Pamer Bagi-bagi Gepokan Uang ke Cucu

Bisnis dan Kekayaan Zulkifli Hasan, Dikritik Usai Pamer Bagi-bagi Gepokan Uang ke Cucu

Lifestyle | Jum'at, 27 September 2024 | 13:47 WIB

Sekelas Menteri Zulhas Flexing Bagi-Bagi Gepokan Uang ke Cucu, Disindir: Butuh Validasi dari Siapa Sih?

Sekelas Menteri Zulhas Flexing Bagi-Bagi Gepokan Uang ke Cucu, Disindir: Butuh Validasi dari Siapa Sih?

Lifestyle | Jum'at, 27 September 2024 | 08:13 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×