Jadi Nelayan Dianggap Tidak Lagi Menguntungkan, Anak Muda Pesisir Pilih Kerja di Luar Negeri

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 18:06 WIB
Jadi Nelayan Dianggap Tidak Lagi Menguntungkan, Anak Muda Pesisir Pilih Kerja di Luar Negeri
Nelayan tradisional di Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, pulang melaut. [Dok.Antara]

Suara.com - Laut tidak lagi dianggap sebagai lapangan kerja yang menjanjikan bagi masyarakat yang tinggal di area pesisir. Catatan Serikat Nelayan, banyak anak muda tidak tertarik menjadi nelayan karena menganggap tidak menguntungkan.

Sekjen Serikat Nelayan, Budi Laksana, mengatakan hal itu terjadi salah satunya akibat kondosi laut yang saat ini kian buruk karena pencemaran lingkungan.

"Hampir 50 persen hilangnya lapangan kerja bagi para generasi muda nelayan. Dan semua, hampir rata-rata yang tinggal di wilayah pesisir, ekspansi pergi ke luar negeri karena kebutuhan pangan atau sumber kerja yang dilakukan oleh para nelayan itu sudah tidak menguntungkan bagi mereka," kata Budi dalam konferensi pers Komite Nasional Pertanian Keluarga (KNPK) di Jakarta, Jumat (4/10/2024).

Kondisi tersebut harusnya disadari pemerintah, karena dampaknya bisa memengaruhi suplay hasil pangan lokal dari laut. Budi menyampaikan bahwa hampir 90 persen sumber protein masyarakat Indonesia disuplay dari nelayan kecil.

"Tapi faktanya gak ada kebijakan yang berpihak terhadap nelayan. Hampir 50 persen hilangnya tenaga kerja bagi generasi muda nelayan," katanya.

Ancaman yang lebih buruk juga mengintai masyarakat pesisir akibat Presiden Joko Widodo memberikan izin ekspor pasir laut. Sebab, pengerukan pasir laut yang dilakukan berlebihan bisa jadi membuat daerah sekitar pesisir tenggelam dan menjadi hilang.

Menurut Budi, kurang lebih ada sekitar 10 ribu desa pesisir yang terancam hilang bila ekspor pasir laut benar-benar dijalankan.

"Misalnya Indramayu hampir setiap musim hujan desa di sepanjang pantai rata-rata tenggelam. Harapan kita pemerintah Prabowo melihat lagi bagaimana nelayan kecil lebih diperhatikan. Bagi nelayan, hanya laut yang jadi sumber penghidupan bagi mereka," pungkasnya.

Baca Juga: 'Teruslah Jadi Guru Bangsa', Baliho Ucapan Terima Kasih untuk Jokowi Ramai Jadi Perdebatan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI