Pria Amerika Meninggal Setelah Digigit Nyamuk, Virus Langka Sebabkan Perubahan Perilaku

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Kamis, 17 Oktober 2024 | 09:36 WIB
Pria Amerika Meninggal Setelah Digigit Nyamuk, Virus Langka Sebabkan Perubahan Perilaku
Ilustrasi Nyamuk, Gigitan Nyamuk (freepik)

Suara.com - Seorang pria Amerika meninggal minggu lalu setelah berjuang melawan virus yang ditularkan nyamuk selama lima tahun yang telah membunuh hampir 30% pasien.

Penyakit langka ini juga kembali muncul di wilayah tiga negara bagian di pesisir timur Amerika Serikat.

Richard Pawulski, 49, dari Colchester, Connecticut, tertular ensefalitis kuda timur (EEE) saat berkebun di hutan miliknya pada bulan Agustus 2019, menurut New York Post.

Bahkan mereka yang selamat dari wabah pertama virus tersebut, yang menyerang otak, sering kali mengalami gangguan dan masalah neurologis yang berlangsung lama.

Ketika Pawulski pertama kali mengalami kondisi tersebut, ia mengalami migrain parah dan muntah empedu kuning, tetapi dokter bingung.

"Saya tidak bercanda ketika saya mengatakan hidup Anda dapat berubah dalam sekejap mata, karena itulah yang terjadi pada kami," kata putri Richard yang berduka, Amellia Pawulski, 18, kepada The Post.

Richard meninggal pada pukul 02.30 dini hari Senin, seminggu setelah ia dirawat di rumah sakit ketika dokter memutuskan bahwa "tidak banyak lagi" yang dapat dilakukan untuknya, kata Amellia.

Apa itu ensefalitis kuda timur (Eastern equine encephalitis/EEE)?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ensefalitis kuda timur disebabkan oleh virus yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Baca Juga: Pro dan Kontra Sherly Tjoanda Istri Benny Laos Bahas Politik di Rumah Duka

Penyakit ini langka tetapi serius. Sekitar 30% orang yang mengalami ensefalitis kuda timur yang parah meninggal, dan banyak penyintas mengalami masalah neurologis yang berkelanjutan.

Gejala ensefalitis kuda timur dapat meliputi demam, sakit kepala, muntah, diare, kejang, perubahan perilaku, dan kantuk.

Tidak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk mengobati ensefalitis kuda timur. Orang yang tinggal di daerah tempat virus ensefalitis kuda timur bersirkulasi harus melindungi diri dengan mencegah gigitan nyamuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI