Damai dengan Jokowi, Prabowo Terinspirasi Sikap Ksatria Sosok Pemimpin Dunia Ini

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Minggu, 20 Oktober 2024 | 09:10 WIB
Damai dengan Jokowi, Prabowo Terinspirasi Sikap Ksatria Sosok Pemimpin Dunia Ini
Jokowi dan Prabowo tampil bersama. [Youtube Prabowo Subianto]

Suara.com - Rekonsiliasi Prabowo Subianto dengan Jokowi di tahun 2019 mengejutkan banyak pihak terutama pendukung fanatik kedua tokoh tersebut. 

Sebagian besar pendukung Prabowo maupun Jokowi tidak menerima keputusan tersebut. Sebab bukan apa-apa, kedua belah pihak baru saja terlibat pertarungan panas di Pilpres. 

Tidak hanya sekali, Prabowo dan Jokowi dua kali bertemu di medan tempur Pilpres yaitu di 2014 dan 2019. Kompetisi politik itu bahkan sampai membuat masyarakat terbelah secara ekstrem. 

Di tengah panasnya situasi itu, tiba-tiba kedua tokoh ini memutuskan bergandengan tangan. Mereka berdamai untuk memutus mata rantai perpecahan di antara pendukung masing-masing. 

Sebagai bukti konkret persatuan ini, Prabowo memutuskan ikut bergabung di kabinet Jokowi-Ma'ruf dengan menjadi Menteri Pertahanan. 

Sejak itu hubungan Prabowo dan Jokowi makin hangat atau bisa dikatakan mesra. Mereka bahkan berada pada satu barisan di Pilpres 2024 yang akhirnya mengantarkan Prabowo ke kursi RI 1. 

Lalu apa yang sebenarnya membuat Prabowo akhirnya mau menjadi bawahan Jokowi? Ternyata sikap ini Prabowo teladani dari Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln

Dalam buku "Kepemimpinan Militer Catatan dari Pengalaman", Prabowo secara terus terang mengungkapkan hal itu. 

Menurut Prabowo, Lincoln memiliki satu musuh bebuyutan bernama Seward. Seward sangat membenci Abraham Lincoln. 

Baca Juga: Diaz Hendropriyono Jadi Wamen Apa? Anak Mantan Kepala BIN Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

Saking tak sukanya dengan Lincoln, Seward pernah mengejek lawan politiknya itu dengan sebutan monyet. Namun itu tak membuat Lincoln marah. 

Saat Pilpres, Lincoln dan Seward bersaing ketat. Pertarungan dimenangkan Abraham Lincoln. Pria kelahiran 1809 ini lalu mengajak Seward bergabung di kabinetnya sebagai Menteri Luar Negeri. 

Menurut Prabowo, di Amerika Serikat, jabatan Menlu menduduki posisi ketiga tertinggi di pemerintahan setelah Presiden dan Wakil Presiden. 

Seward heran mengapa Lincoln mengajaknya bergabung di kabinet padahal dirinya sangat tidak suka dengan sosok Lincoln.

"Saya tahu anda tidak suka sama saya dan saya tidak suka sama anda. Tapi saya tahu anda cinta Amerika Serikat dan saya cinta Amerika Serikat," begitu jawab Lincoln.

Ia lalu melanjutkan, "Karena kita cinta Amerika Serikat, apa tidak bisa kita kerja sama? Saya minta kamu di kabinet saya karena saya tahu kau lawan yang tangguh. Jadi kalau saya ada salah, kau koreksi saya. Kalau di kabinet saya isinya orang yang selalu iya, iya, iya, setuju, setuju, setuju, nanti Amerika tidak akan dapat keputusan terbaik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI