Kekayaan Otto Hasibuan, Pengacara Kondang yang Jadi Wakil Menko Hukum dan HAM Kabinet Prabowo-Gibran

Riki Chandra

Senin, 21 Oktober 2024 | 17:57 WIB
Kekayaan Otto Hasibuan, Pengacara Kondang yang Jadi Wakil Menko Hukum dan HAM Kabinet Prabowo-Gibran
Otto Hasibuan. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Otto Hasibuan ditunjuk menjadi Wakil Menteri Koordinator (Menko) Hukum, HAM, dan Pemasyarakatan dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran untuk masa jabatan 2024-2029.

Otto Hasibuan, salah satu pengacara paling berpengaruh di Indonesia. Dia lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 5 Mei 1955.

Selain dikenal sebagai advokat ternama, Otto juga memegang berbagai posisi penting, termasuk sebagai Ketua Umum PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) periode 2020-2025. Kiprahnya sebagai pengacara yang menangani kasus besar menjadikannya sosok yang dikenal luas di dunia hukum.

Tahun 2023, Otto Hasibuan resmi bergabung sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Penunjukannya ini semakin memperkuat posisinya di kancah politik, beriringan dengan kariernya yang gemilang di dunia hukum.

Selain menjabat di TKN, Otto juga memimpin Otto Hasibuan & Associates, firma hukum miliknya yang terkenal menangani berbagai kasus besar di Indonesia. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah ketika Otto menjadi kuasa hukum Jessica Kumala Wongso dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin atau dikenal sebagai kasus kopi sianida pada tahun 2016.

Selain itu, pada tahun 2017, Otto juga menangani kasus korupsi KTP elektronik yang melibatkan Setya Novanto, yang saat itu menjabat Ketua DPR RI.

Nama Otto kembali mencuat di publik setelah ia tampil dalam film dokumenter Netflix berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso," yang tayang pada tahun 2023. Dokumenter tersebut menceritakan perjalanan kasus Jessica Wongso dan peran penting Otto sebagai pengacaranya.

Kiprah Otto Hasibuan di dunia hukum tak hanya terbatas pada menangani kasus-kasus besar. Ia juga aktif dalam organisasi advokat, salah satunya sebagai Ketua Dewan Penasehat DPP IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia). Sebelumnya, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP IKADIN pada tahun 1995 dan Ketua Umum IKADIN periode 2007-2012.

Pendidikan Otto Hasibuan

Mengutip dari berbagai sumber, Otto memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (S1) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, sebelum melanjutkan studi S2 di bidang Comparative Law di University Technology of Sydney, Australia.

Tak berhenti di situ, Otto juga menyelesaikan pendidikan S3-nya di UGM dan meraih gelar doktor. Pada tahun 2014, Otto dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Jayabaya sebagai pengakuan atas kontribusinya di dunia hukum.

Selain sebagai pengacara, Otto juga berperan sebagai dosen di beberapa universitas ternama di Indonesia, termasuk Universitas Pelita Harapan, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Jayabaya.

Sumber Kekayaan Otto Hasibuan

Sebagai salah satu pengacara terkaya di Indonesia, Otto sering menangani kasus-kasus besar dengan tarif fantastis. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah ketika Otto membela Djoko Tjandra dalam kasus Bank Bali pada tahun 2020. Dalam kasus ini, Otto sempat menerima tarif sebesar US$2,5 juta atau sekitar Rp 39 miliar.

Meski telah bekerja keras, bayaran tersebut ternyata tidak dibayarkan oleh Djoko Tjandra. Hal ini membuat Otto Hasibuan harus menggugat kliennya tersebut. Kejadian ini menjadi salah satu sorotan publik mengenai besarnya tarif yang diterima pengacara terkenal seperti Otto Hasibuan.

Sumber kekayaan Otto Hasibuan tak hanya datang dari tarifnya sebagai pengacara. Dia juga mengembangkan bisnis di sektor lain. Salah satunya adalah usaha golf yang diberi nama Senayan Avenue by Ottolima Senayan Golf Club. Bisnis ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga merupakan investasi strategis yang terus menambah kekayaan Otto Hasibuan.

Selain itu, Otto juga memiliki rumah mewah di Jakarta Selatan yang dikenal sebagai salah satu properti termahal di kawasan tersebut. Rumah mewah ini memiliki luas tanah sekitar 1.000 meter persegi dan luas bangunan sekitar 800 meter persegi. Dengan harga rata-rata bangunan di Jakarta Selatan yang berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi, estimasi harga rumah mewah milik Otto Hasibuan bisa mencapai Rp 14 miliar hingga Rp 62 miliar.

Tak hanya rumah mewah, garasi rumah Otto Hasibuan juga dipenuhi oleh koleksi mobil-mobil mewah, seperti Ferrari dan Lamborghini.

Itulah ulasan singkat tentang sumber kekayaan Otto Hasibuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Regulasi Hak Cipta dan AI, Perwakilan Google Temui Wamenko Kumham Imipas

Bahas Regulasi Hak Cipta dan AI, Perwakilan Google Temui Wamenko Kumham Imipas

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:32 WIB

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:31 WIB

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Paradigma KUHP Berubah, Otto Hasibuan Minta Aparat Tinggalkan Pola Pikir Lama

Paradigma KUHP Berubah, Otto Hasibuan Minta Aparat Tinggalkan Pola Pikir Lama

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:17 WIB

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Lapangan Golf Ottolima Dituding Tak Kena Pajak Daerah, Pakar Minta Audit dan Evaluasi Menyeluruh

Lapangan Golf Ottolima Dituding Tak Kena Pajak Daerah, Pakar Minta Audit dan Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 06:05 WIB

Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi

Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:38 WIB

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

Terkini

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:28 WIB

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:27 WIB

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:19 WIB

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:15 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

×