Dari Jurnalis ke Kabinet: Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo untuk Tuntaskan Kemiskinan

Denada S Putri | Suara.com

Rabu, 23 Oktober 2024 | 13:38 WIB
Dari Jurnalis ke Kabinet: Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo untuk Tuntaskan Kemiskinan
Nanik S Deyang saat bersama Prabowo. [Ist]

Suara.com - Nanik Sudaryati Deyang atau dikenal Nanik S Deyang merupakan jurnalis senior yang dilantik oleh Prabowo Subianto untuk mengisi Kabinet Merah Putih masa bakti 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024) kemarin.

Nanik yang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Prabowo ini, dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (PPK).

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (PPK) sendiri dikepalai oleh Budiman Sudjatmiko dengan wakil kepala II Iwan Sumule.

Nanik sendiri merupakan wakil ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah Yayasan kemanusiaan milik Prabowo.

Setelah dilantik, Nanik menyebut tugas baru yang diemban oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (PPK) ini cukup berat. Kendati demikian, dirinya mengaku optimis bisa menuntaskan kemiskinan di Indonesia.

"Harus optimis, Presiden Prabowo menugaskan untuk mengentaskan kemiskinan menuju nol persen," ujar Nanik usai dilantik.

Meski merasa berat, wanita yang lahir di Madiun pada 1968 ini menyebut, dirinya dan Budiman Sudjatmiko merupakan aktivis yang sejak dahulu membenci kemiskinan.

"Memang tidak mudah (menuntaskan kemiskinan), tapi kita berdua (bersama Budiman Sudjatmiko) memang aktivis yang benci kemiskinan," tambahnya.

Lantas bagaimana sosok Nanik S Deyang? Sosok Nanik sempat disorot beberapa tahun lalu terkait dua kasus viral yang hangat diperbincangkan masyarakat.

Kasus tersebut adalah kasus berita bohong alias hoaks soal penganiayaan yang melibatkan Ratna Sarumpaet pada tahun 2018 dan kasus 'ijazah palsu' dari Jokowi pada 2022 lalu.

Pada kasus Ratna Sarumpaet, Nanik sendiri menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Nanik pun berkali-kali dipanggil sebagai saksi dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

Kemudian, sosok Nanik juga menuai sorotan setelah bersaksi bahwa ijazah perkuliahan  Jokowi di Universitas Gadjah Mada (UGM) asli.

Hal tersebut disampaikan Nanik melalui tulisan yang diunggah di halaman Facebook-nya yang menguatkan bahwa ijazah Jokowi itu adalah asli.

Meski sangat dekat dengan Prabowo dan berseberangan dengan Jokowi saat Pilpres 2014 dan 2019, Nanik mengakui bahwa ijazah milik Jokowi adalah asli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Miftah Ditunjuk Jadi Utusan Khusus Kerukunan Beragama, Netizen: ke Istrinya Saja Kasar

Gus Miftah Ditunjuk Jadi Utusan Khusus Kerukunan Beragama, Netizen: ke Istrinya Saja Kasar

News | Rabu, 23 Oktober 2024 | 13:20 WIB

Ada 11 Orang, Ini Daftar Lengkap Kepala Badan dan Lembaga di Kabinet Merah Putih

Ada 11 Orang, Ini Daftar Lengkap Kepala Badan dan Lembaga di Kabinet Merah Putih

News | Rabu, 23 Oktober 2024 | 13:15 WIB

Momen Annisa Pohan Cubit AHY di Acara Pelantikan Prabowo-Gibran Curi Perhatian Warganet: Ngodein Suami...

Momen Annisa Pohan Cubit AHY di Acara Pelantikan Prabowo-Gibran Curi Perhatian Warganet: Ngodein Suami...

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2024 | 12:59 WIB

Terkini

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:12 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:49 WIB

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB