Qatar Mundur Sebagai Mediator Gencatan Senjata Gaza?

Andi Ahmad S

Minggu, 10 November 2024 | 14:50 WIB
Qatar Mundur Sebagai Mediator Gencatan Senjata Gaza?
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Senin (7/10/2024) menggambarkan situasi di Gaza sebagai "terjun bebas ke dalam barbarisme," menyoroti kebutuhan mendesak akan diplomasi dan penghentian kekerasan. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Beredar kabar bahwa Qatar dikabarkan muncur sebagai salah satu mediator untuk gencatan senjata di jalur Gaza Palestina. Informasi itu disampaikan salah satu media setempat.

Menurut media setempat, telah mundur sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza dengan mengatakan hal itu hanya terhenti sementara.

Hal itu dibantah keras Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Majed bin Mohammed Al-Ansari mengatakan "laporan media yang mengatakan Qatar mundur sebagai mediator perundingan gencatan senjata di Gaza tidak akurat."

Dia menambahkan bahwa Qatar telah memberitahu para pihak 10 hari yang lalu dalam upaya terbaru mencapai kesepakatan, bahwa upaya mediasi antara Hamas dan Israel akan terhenti jika kesepakatan tidak tercapai pada putaran itu."

Pernyataan itu menyebutkan Doha "akan melanjutkan upaya dengan para mitra ketika para pihak menunjukkan keinginan dan keseriusan mereka untuk mengakhiri perang brutal tersebut dan penderitaan warga sipil yang terus menderita."

Juru bicara Kemlu Qatar itu mengatakan Doha "tidak akan menerima jika mediasi menjadi alasan pemerasan.”

Menurutnya, sejak gencatan senjata awal November lalu, telah terjadi taktik manipulatif, termasuk mengingkari kewajiban yang disepakati melalui mediasi, dan mengeksploitasi perundingan untuk membenarkan kelanjutan perang demi melayani "tujuan politik sempit."

Al Ansari juga menyebut laporan mengenai penutupan kantor politik Hamas di Doha sebagai "tidak akurat," dan mengatakan tujuan utamanya adalah menjadi "saluran komunikasi" antara pihak-pihak terkait, dan saluran tersebut telah berkontribusi pada upaya mencapai gencatan senjata lebih awal.

Dia menekankan perlunya media-media mendapatkan informasi dari sumber resmi.

Media internasional sebelumnya menyatakan Qatar akan berhenti memediasi kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera hingga Hamas dan Israel bersedia melanjutkan perundingan, dan telah memberitahu para pemimpin Hamas mereka tidak lagi disambut di negara Teluk itu.

Perjalanan terakhir Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken selama sepekan ke Timur Tengah yang berakhir pada akhir Oktober tidak meninggalkan terobosan apa pun.

Genosida Israel di Jalur Gaza dimulai setelah kelompok pejuang kemerdekaan Palestina Hamas melakukan serangan lintas perbatasan pada 7 Oktober 2023.

Akibat serangan itu, rezim Zionis mengeklaim sekitar 1.200 warganya terbunuh, dan sekitar 250 lainnya disandera.
Israel sejak saat itu tiada henti menyerang Gaza dan kampanye genosidanya itu telah menewaskan lebih dari 43.000 warga Palestina.

Negara Teluk, Qatar, telah bekerja sama dengan AS dan Mesir untuk mengakhiri perang dan memulangkan para sandera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Tolak Peringatan Kelaparan di Gaza Utara

Israel Tolak Peringatan Kelaparan di Gaza Utara

News | Sabtu, 09 November 2024 | 22:44 WIB

7 Bocah Perempuan Tewas dalam Serangan Udara Israel di Kota Tyre Lebanon

7 Bocah Perempuan Tewas dalam Serangan Udara Israel di Kota Tyre Lebanon

News | Minggu, 10 November 2024 | 04:05 WIB

Krisis Pangan di Gaza Memburuk: 345.000 Warga Hadapi Bencana Kelaparan

Krisis Pangan di Gaza Memburuk: 345.000 Warga Hadapi Bencana Kelaparan

News | Sabtu, 09 November 2024 | 18:33 WIB

Terkini

Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya

Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:57 WIB

Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total

Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:55 WIB

Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS

Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:48 WIB

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:46 WIB

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:28 WIB

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:20 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB