Upaya Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol Kembali Dilakukan di Tengah Demonstrasi Besar-Besaran

Bella

Rabu, 15 Januari 2025 | 05:27 WIB
Upaya Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol Kembali Dilakukan di Tengah Demonstrasi Besar-Besaran
Foto Presiden Yoon Suk Yeol (Allkpop/ @yonhapnews)

Suara.com - Sebuah upaya dramatis untuk menangkap Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, kembali berlangsung pada Rabu pagi waktu setempat, enam minggu setelah peristiwa deklarasi darurat militer singkat yang sempat mengguncang negeri itu. Aksi ini menjadi sorotan publik dengan ribuan demonstran pro dan kontra Yoon berkumpul di sekitar kediaman resmi presiden.

Dalam suasana tegang, petugas kepolisian mencoba memasuki kompleks kediaman presiden yang dijaga ketat oleh Pasukan Keamanan Presiden. Barikade darurat berupa bus dan kendaraan besar dipasang sejak dini hari untuk menghalangi akses ke gerbang utama. Upaya penangkapan ini melibatkan Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi serta kepolisian yang berjanji akan mengambil langkah tegas demi menuntaskan proses hukum.

Pihak keamanan presiden terus memperkuat perlindungan di sekitar kediaman Yoon, mengantisipasi upaya serupa yang gagal pada 3 Januari lalu. Saat itu, upaya penangkapan berlangsung hingga enam jam tanpa hasil setelah adanya perlawanan sengit dari tim keamanan presiden.

Kali ini, selain barikade fisik, barisan anggota parlemen dari partai pendukung Yoon membentuk rantai manusia di depan gerbang untuk menghalangi aparat.

Sementara itu, pihak kepolisian dilaporkan mulai mencari akses alternatif melalui bagian belakang kediaman, menurut laporan media setempat. Di tengah kebuntuan ini, suasana semakin memanas dengan kehadiran demonstran yang terbagi dalam dua kubu: mereka yang menentang Yoon dan mendukung proses hukum, serta pendukungnya yang menyanyikan lagu dan mengibarkan bendera sebagai bentuk solidaritas.

Ketegangan politik ini berawal ketika Yoon mengumumkan darurat militer pada 3 Desember lalu dan mengerahkan pasukan untuk mengamankan Gedung Majelis Nasional. Langkah tersebut segera memicu gelombang protes hingga akhirnya parlemen berhasil menggelar pemungutan suara darurat untuk mencabut keputusan itu hanya dalam waktu enam jam.

Pada 14 Desember, Yoon resmi dimakzulkan oleh parlemen yang didominasi oposisi, dengan tuduhan pemberontakan.

Yoon membela tindakannya sebagai upaya sah untuk menjaga stabilitas nasional, sembari menuding partai oposisi sebagai “kekuatan anti-negara yang pro-Korea Utara.” Namun, kritik terhadap langkahnya semakin deras, dan sejumlah lembaga antikorupsi serta pihak kepolisian kini tengah menyelidiki apakah tindakan Yoon termasuk dalam upaya pemberontakan terhadap sistem demokrasi.

Setelah gagal dalam upaya pertama, pihak berwenang kini meningkatkan kesiapan mereka. Beberapa laporan menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 petugas akan dikerahkan untuk menangani operasi ini, yang diprediksi bisa berlangsung selama beberapa hari. Kantor Investigasi Korupsi telah menggelar beberapa pertemuan dengan komandan lapangan untuk memastikan strategi terbaik dalam mengeksekusi surat perintah penangkapan.

Yoon sendiri tetap kukuh mempertahankan posisinya. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa langkah darurat militer yang sempat ia ambil adalah tindakan sah untuk melindungi negara dari ancaman politik yang tidak bertanggung jawab.

“Kami menghadapi oposisi yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat,” tegas Yoon dalam pidatonya.

Di lapangan, suasana semakin memanas dengan demonstrasi besar-besaran yang berlangsung hampir setiap hari selama dua minggu terakhir. Polisi terlihat berjaga ketat di sekitar kediaman presiden sejak Selasa malam. Beberapa insiden kecil sempat terjadi, termasuk seorang demonstran yang jatuh pingsan dan langsung dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan antara pihak berwenang dan tim keamanan presiden mengenai penyerahan Yoon. Beberapa pengamat politik memperkirakan bahwa situasi ini bisa semakin memperuncing perpecahan di tengah masyarakat Korea Selatan.

Sky News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidang Pemakzulan Yoon Suk Yeol Terhenti Dalam 4 Menit, Mahkamah Konstitusi Tolak Permintaan Pengecualian Hakim

Sidang Pemakzulan Yoon Suk Yeol Terhenti Dalam 4 Menit, Mahkamah Konstitusi Tolak Permintaan Pengecualian Hakim

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 19:58 WIB

Sidang Perdana Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Dimulai pada 16 Januari 2025

Sidang Perdana Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Dimulai pada 16 Januari 2025

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 08:13 WIB

300 Tentara Korea Utara Tewas Jadi 'Umpan Meriam' Rusia di Ukraina

300 Tentara Korea Utara Tewas Jadi 'Umpan Meriam' Rusia di Ukraina

News | Senin, 13 Januari 2025 | 17:14 WIB

Korsel: Korut Perintahkan Tentaranya Bunuh Diri daripada Ditangkap Hidup-hidup di Ukraina

Korsel: Korut Perintahkan Tentaranya Bunuh Diri daripada Ditangkap Hidup-hidup di Ukraina

News | Senin, 13 Januari 2025 | 13:27 WIB

London Bagel Museum Tidak Halal? Momen Nagita Slavina Makan Bagel di Kafe Terkenal Korsel Jadi Perbincangan

London Bagel Museum Tidak Halal? Momen Nagita Slavina Makan Bagel di Kafe Terkenal Korsel Jadi Perbincangan

Lifestyle | Senin, 13 Januari 2025 | 12:12 WIB

Melancong ke Korea, Muka Bengkak Nagita Slavina Jadi Omongan: Perawatan atau Oplas?

Melancong ke Korea, Muka Bengkak Nagita Slavina Jadi Omongan: Perawatan atau Oplas?

Lifestyle | Senin, 13 Januari 2025 | 08:52 WIB

Malaysia Open 2025: Lima Juara Baru Tanpa Dominasi Timnas China

Malaysia Open 2025: Lima Juara Baru Tanpa Dominasi Timnas China

Your Say | Minggu, 12 Januari 2025 | 20:15 WIB

Malaysia Open 2025: Jadwal Laga Final, China Punya Wakil di Semua Sektor

Malaysia Open 2025: Jadwal Laga Final, China Punya Wakil di Semua Sektor

Your Say | Minggu, 12 Januari 2025 | 08:50 WIB

Tragedi Nyata di Balik Inspirasi Squid Game, Ternyata Begini Kengerian 'Brothers Home' di Korea Selatan

Tragedi Nyata di Balik Inspirasi Squid Game, Ternyata Begini Kengerian 'Brothers Home' di Korea Selatan

News | Jum'at, 10 Januari 2025 | 17:24 WIB

Polisi vs Pasukan Presiden: Korea Selatan di Ambang Krisis Konstitusional?

Polisi vs Pasukan Presiden: Korea Selatan di Ambang Krisis Konstitusional?

News | Sabtu, 11 Januari 2025 | 02:20 WIB

Terkini

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:44 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:16 WIB

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:06 WIB

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:51 WIB

Ditemukan Putri Kandung Dalam Kondisi Mengenaskan, Pembunuh WN Korsel di Tambun Akhirnya Tertangkap

Ditemukan Putri Kandung Dalam Kondisi Mengenaskan, Pembunuh WN Korsel di Tambun Akhirnya Tertangkap

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:50 WIB