Mudik Imlek Aman, China Kerahkan Robot dan Drone Awasi Kereta Cepat

Aprilo Ade Wismoyo | Suara.com

Minggu, 02 Februari 2025 | 16:23 WIB
Mudik Imlek Aman, China Kerahkan Robot dan Drone Awasi Kereta Cepat
Ilustrasi Imlek. (Pexels/ Phil Nguyen)

Suara.com - Pada tengah malam, setelah seharian yang sibuk, sebuah kereta cepat tiba di Stasiun Kereta Selatan Nanjing, yang merupakan pusat utama di Provinsi Jiangsu, China timur.

Di stasiun ini, tim teknisi dan robot cerdas sudah bersiap untuk melakukan berbagai pemeriksaan.

Dengan memanfaatkan teknologi penentuan posisi dan navigasi radar laser, robot-robot tersebut bergerak lancar di sepanjang jalur.

Dikenal dengan dua lengan berengsel yang dilengkapi perangkat pencitraan, robot tersebut dapat menyesuaikan ketinggian dan sudut untuk memindai bagian bawah dan komponen kereta secara rinci, serta mengirimkan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) secara real-time untuk ditinjau lebih lanjut.

Selama Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek yang berlangsung 40 hari mulai 14 Januari, jaringan perkeretaapian China diperkirakan akan melayani 510 juta penumpang, dengan sekitar 14.000 kereta beroperasi setiap hari.

Untuk memastikan keselamatan operasional selama periode padat ini, setiap kereta harus menjalani pemeriksaan ketat setiap tiga hari sekali.

Pemeriksaan terhadap kereta-kereta canggih ini memerlukan perhatian khusus. Sebuah kereta cepat standar yang terdiri dari delapan gerbong memerlukan pemeriksaan menyeluruh lebih dari 10.000 komponen, mulai dari kekencangan baut hingga kebocoran oli dan keausan komponen.

"Pemeriksaan manual pada sebuah kereta standar membutuhkan paling tidak dua pemeriksa dan waktu sekitar dua setengah jam," ungkap Qi Zhengang, seorang pemeriksa di stasiun itu.

"Dengan menggunakan robot, proses ini bisa dipangkas hingga hanya satu jam, dan staf hanya memerlukan 10 menit untuk melakukan peninjauan akhir. Ini meningkatkan efisiensi hingga tiga kali lipat dibandingkan pemeriksaan manual, sekaligus memperbaiki kondisi kerja kami."

Ilustrasi Robot AI menatap dunia pemetaan (Unsplash/Alex Knight)
Ilustrasi Robot AI menatap dunia pemetaan (Unsplash/Alex Knight)

Saat ini, robot-robot pemeriksa cerdas ini digunakan tidak hanya di Jiangsu, tetapi juga di berbagai stasiun kereta di kota-kota seperti Jinan, Beijing, dan Shanghai.

Sumber utama tenaga untuk kereta cepat adalah listrik. Untuk memenuhi lonjakan permintaan energi, gardu induk Haogang di Provinsi Guangdong, China selatan, telah menggunakan drone yang dilengkapi dengan pencitra inframerah, ultraviolet, dan sonik untuk berpatroli di sektornya di Shenzhen pada Jalur Kereta Cepat Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong.

Teknologi ini memungkinkan arus yang tidak terlihat diubah menjadi pola visual, sehingga mempersingkat proses pemeliharaan dari 30 menit menjadi 15 menit, kata Tan Chuanbin, seorang karyawan di gardu tersebut.

Dilengkapi dengan kemampuan pandang yang luas dan analisis berbasis AI, drone juga digunakan untuk memantau kondisi formasi batuan yang berisiko serta bahaya geologis di sepanjang jalur kereta di daerah pegunungan seperti Guizhou dan Sichuan di China barat daya.

Jaringan kereta cepat di China menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Pada tahun 2010, panjang jalur kereta cepat yang beroperasi mencapai 8.358 kilometer, dan angka tersebut diproyeksikan akan berkembang menjadi 48.000 kilometer pada akhir 2024.

"Kemajuan kereta cepat di China didasarkan pada inovasi teknologi yang berkelanjutan," kata Duan Wei, wakil kepala departemen infrastruktur jalur kereta cepat di seksi Huai'an, Jiangsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Mobil yang Disebut-sebut Gunakan Plat Nomor China Melintas di Jalanan Indonesia, Fakta Tak Terduga Terungkap

Heboh Mobil yang Disebut-sebut Gunakan Plat Nomor China Melintas di Jalanan Indonesia, Fakta Tak Terduga Terungkap

Otomotif | Minggu, 02 Februari 2025 | 14:26 WIB

Tarif Baru Amerika Serikat Untuk Barang Impor dari Kanada, China dan Meksiko

Tarif Baru Amerika Serikat Untuk Barang Impor dari Kanada, China dan Meksiko

News | Minggu, 02 Februari 2025 | 14:09 WIB

Di Indonesia Nyaris Rp 1M, Pesaing Toyota Alphard dari BYD Cuma Dijual Seharga Fortuner Di Tiongkok

Di Indonesia Nyaris Rp 1M, Pesaing Toyota Alphard dari BYD Cuma Dijual Seharga Fortuner Di Tiongkok

Otomotif | Minggu, 02 Februari 2025 | 13:12 WIB

Kekayaan Agus Andrianto di LHKPN, Menteri yang Berani Copot Semua Pejabat Imigrasi Soetta usai Kasus Pungli WNA China

Kekayaan Agus Andrianto di LHKPN, Menteri yang Berani Copot Semua Pejabat Imigrasi Soetta usai Kasus Pungli WNA China

Lifestyle | Minggu, 02 Februari 2025 | 11:49 WIB

Membayangkan Dunia Tanpa AI dan Robot: Bagaimana Manusia Hidup?

Membayangkan Dunia Tanpa AI dan Robot: Bagaimana Manusia Hidup?

Your Say | Minggu, 02 Februari 2025 | 12:35 WIB

Hujan Imlek: Berkah Melimpah atau Bencana Banjir?

Hujan Imlek: Berkah Melimpah atau Bencana Banjir?

Video | Minggu, 02 Februari 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:43 WIB

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov

News | Sabtu, 04 April 2026 | 14:05 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:27 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB