Tanda Kiamat Unifikasi Korea? Peta Korea Utara Terbaru Gegerkan Dunia Maya

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Jum'at, 07 Februari 2025 | 10:49 WIB
Tanda Kiamat Unifikasi Korea? Peta Korea Utara Terbaru Gegerkan Dunia Maya
Peta Korea (Pixabay.com)

Suara.com - Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan sudah melegenda. Sejak Perang Korea pada tahun 1950-an, upaya rekonsiliasi belum berhasil.

Sekarang, foto peta Korea Utara yang beredar di internet telah membingungkan para peneliti kebijakan dan pengguna lainnya. Peta tersebut telah dibagikan di platform media sosial Tiongkok RedNote (Xiaohongshu) dan mengklaim peta yang direvisi dibagikan pada bulan April 2024, menurut laporan di Newsweek.

Peta tersebut menandai perubahan besar dalam kebijakan negara tersebut tentang penyatuan kembali dengan menunjukkan Semenanjung Korea terbagi menjadi dua bagian terpisah, yang semakin menegaskan kembali keputusan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk melepaskan diri dari tujuan lamanya yaitu penyatuan kembali dengan Korea Selatan.

Selama beberapa dekade, Pyongyang telah menuntut untuk bersatu kembali dengan Korea Selatan tetapi selalu sesuai dengan persyaratannya. Perang Korea selama tiga tahun, yang dimulai ketika Korea Utara yang komunis menginvasi Korea Selatan, berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953 tanpa pernah ada perjanjian damai yang ditandatangani. Namun, Pyongyang terus menyerukan penyatuan kembali selama bertahun-tahun setelahnya, menurut portal berita tersebut.

Peta Korea dan Jepang (Pixabay.com)
Peta Korea dan Jepang (Pixabay.com)

Menurut Newsweek, yang diberi label "Joseon," istilah yang biasanya digunakan Korea Utara untuk dirinya sendiri, peta tersebut hanya menampilkan distrik administratif untuk Korea Utara dan tidak menampilkannya untuk Korea Selatan, tidak seperti peta lama yang telah dipublikasikan.

Sebaliknya, Korea Selatan ditampilkan dalam warna abu-abu seperti Tiongkok dan diberi label hanya sebagai "Korea Selatan". Ini merupakan penyimpangan dari istilah yang digunakan sebelumnya "Korea Boneka", yang menyiratkan bahwa Korea Selatan bukanlah negara merdeka tetapi negara boneka AS.

Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara, mengatakan dalam pidatonya di bulan Oktober: "Pada periode sebelumnya, kami banyak berbicara tentang pembebasan Korea Selatan dan penyatuan negara dengan kekuatan, tetapi sekarang kami sama sekali tidak tertarik pada hal itu, dan karena kami mendeklarasikan dua negara, kami bahkan tidak menyadari keberadaan negara itu."

Retorika Korea Utara terhadap Korea Selatan telah mereda sejak krisis politik Desember di Seoul menyusul deklarasi darurat militer singkat oleh Presiden Yoon Suk-yeol yang kini dipenjara. Meskipun demikian, para ahli percaya bahwa Kim Jong Un tidak akan membatalkan pembersihan simbol-simbol penyatuan.

Baca Juga: Sidang Pemakzulan ke-5: Yoon Suk-yeol Bantah Berlakukan Darurat Militer Tanpa Izin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI