RUU Kontroversial Atur Hak Reproduksi Pria, Ejakulasi Bisa Didenda Rp150 Juta di Ohio?

Bella Suara.Com
Selasa, 18 Februari 2025 | 16:02 WIB
RUU Kontroversial Atur Hak Reproduksi Pria, Ejakulasi Bisa Didenda Rp150 Juta di Ohio?

Suara.com - Di tengah kontroversi seputar hak reproduksi, sebuah rancangan undang-undang yang tak biasa kini tengah dibahas di Ohio. RUU ini, yang diusulkan oleh Perwakilan Demokrat Anita Somani, bertujuan untuk mengkriminalisasi ejakulasi pria yang tidak bertujuan untuk konsepsi, mengatur hak reproduksi pria dengan cara yang sama seperti yang diterapkan pada wanita.

Aborsi tetap menjadi topik hangat di Amerika, terutama setelah Mahkamah Agung membalikkan keputusan Roe v. Wade, yang memungkinkan setiap negara bagian untuk menetapkan undang-undang aborsi mereka sendiri. Somani menanggapi ketidakadilan tersebut dengan berkata, "Kamu tidak bisa hamil sendirian,".

"Jika seseorang dihukum karena kehamilan yang tidak diinginkan, mengapa tidak juga menghukum orang yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut?" lanjutnya.

Rancangan undang-undang yang diberi nama Conception Begins at Erection Act ini mengusulkan untuk membuat ejakulasi pria yang tidak bertujuan untuk pembuahan menjadi ilegal. Dalam pasal tersebut, tindakan ejakulasi tanpa niat untuk membuahi dianggap sebagai pelanggaran yang dapat dikenakan denda besar hingga $10,000 (sekitar Rp155 juta) per pelanggaran.

Namun, ada pengecualian untuk kasus-kasus tertentu, seperti penggunaan kontrasepsi, masturbasi, donor sperma, atau hubungan seksual di kalangan komunitas LGBTQ+ yang tidak melibatkan "pembuahan sel telur." Dengan kata lain, undang-undang ini terutama menargetkan hubungan seksual tanpa perlindungan yang tidak bertujuan untuk prokreasi.

RUU ini bukan hanya soal hukum, melainkan sebuah pernyataan politik terhadap para pendukung anti-aborsi di badan legislatif Ohio.

Di Ohio sendiri, warga negara bagian telah memberikan suara untuk mendukung hak aborsi, dengan hasil referendum pada 2023 yang menyatakan 57% mendukung dan 43% menentang. Hasil ini memastikan bahwa warga Ohio akan terus memiliki kontrol atas pilihan reproduksi mereka, termasuk keputusan terkait aborsi, kontrasepsi, perawatan kesuburan, dan perawatan pasca-keguguran.

Meski demikian, aktivis GOP Austin Beigel telah menyatakan bahwa upaya legislatif baru untuk melarang aborsi secara total sedang dalam proses.

"Ini hanya menyatakan bahwa kehidupan manusia dimulai sejak pembuahan. Oleh karena itu, semua perlindungan yang diberikan kepada orang lain di bawah hukum negara bagian juga diberikan kepada mereka yang belum lahir." jelasnya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Impotensi, IDI Barito Utara Berikan Informasi Pengobatan

Dengan nama Ohio Prenatal Equal Protection Act, RUU ini berpotensi untuk diterima tanpa banyak perlawanan, mengingat negara bagian kini memiliki wewenang penuh untuk mengatur hukum aborsi mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pertarungan hak reproduksi di Amerika masih jauh dari selesai dan semakin memperuncing perbedaan pandangan antara pihak yang mendukung dan menentang hak aborsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI