Partai Gelora Mau Masuk Senayan di 2029: Parliamentary Threshold Harus Nol Persen

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:01 WIB
Partai Gelora Mau Masuk Senayan di 2029: Parliamentary Threshold Harus Nol Persen
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Anis Matta

Suara.com - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta berharap ambang batas pencalonan parlemen atau parliamentary threshold bisa dihapuskan menjadi 0 persen. Terlebih juga ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sudah dihapuskan.

Hal itu disampaikan Anis usai melantik ratusan kepengurusan partainya yang baru periode 2024 sampai 2029.

Ia awalnya menyampaikan, usai melantik kepengurusan baru partainya belum menetapkan target. Namun Gelora ingin masuk ke DPR RI pada 2029 mendatang.

"Kita belum menetapkan target sampai skrg. Kita cuma membuat kebijakan umum bhw insyaallah 2029 kita sudah akan masuk ke DPR. Insyaallah sebagai partai politik, terlepas nanti sekali lagi ada Threshold untuk parlementer atau enggak," kata Anis di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2025).

Ia lantas menyampaikan jika partainya menginginkan agar ambang batas parlemen 4 persen dihapuskan.

"Dari awal kita memperjuangkan seharusnya tidak perlu ada parliamentary threshold," ujarnya.

Menurutnya, adanya ambang batas parlemen hanya menimbulkan hal yang sia-sia. Terlebih banyak suara yang tak terakomidir jadi kursi di DPR.

"Kan apa lagi, capresnya juga sudah dibikin 0 persen kan. Dibikin 0 sekalian (untuk parlemen) supaya tidak ada suara yang terbakar," katanya.

"Karena, kalau kita lihat, salah satu sisi paling mubazir dari pemilu kita ini bahwa banyak sekali suara yang tidak menjelma menjadi kursi di parlemen dan itu sia sia," sambungnya.

Untuk itu, kata dia, dengan ambang batas parlemen dihapuskan maka tak akan ada lagi suara yang menjadi sia-sia.

"Jadi dengan membuat 0 untuj thresholdnya maka kursi itu menjadi insyaallah mewakili benar dan tidak ada suara lagi yang sia sia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelora Siap Usung Prabowo Lagi, Asal...

Gelora Siap Usung Prabowo Lagi, Asal...

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 18:31 WIB

Anis Matta Dukung Koalisi Permanen Prabowo: Ini 3 Keunggulannya

Anis Matta Dukung Koalisi Permanen Prabowo: Ini 3 Keunggulannya

News | Sabtu, 22 Februari 2025 | 18:20 WIB

Prabowo Gelar Acara Silaturahmi KIM, Sederet Bos Parpol Mulai Merapat di Hambalang, Siapa Saja?

Prabowo Gelar Acara Silaturahmi KIM, Sederet Bos Parpol Mulai Merapat di Hambalang, Siapa Saja?

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 12:20 WIB

Gegara Ucapan 'PKS Jangan Didekatin ke Gelora', Mardani Ali Sera Bakal Dilaporkan ke MKD DPR Besok

Gegara Ucapan 'PKS Jangan Didekatin ke Gelora', Mardani Ali Sera Bakal Dilaporkan ke MKD DPR Besok

News | Rabu, 29 Januari 2025 | 19:13 WIB

Anis Matta: Indonesia Tolak Relokasi Warga Palestina dari Gaza

Anis Matta: Indonesia Tolak Relokasi Warga Palestina dari Gaza

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 05:44 WIB

Usai Ambang Batas Capres Dihapus, Partai Buruh Mau Gugat Parliamentary Threshold ke MK

Usai Ambang Batas Capres Dihapus, Partai Buruh Mau Gugat Parliamentary Threshold ke MK

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 19:36 WIB

Gak Ada Rivalnya, Anis Matta Terpilih Lagi jadi Ketum Gelora Secara Aklamasi

Gak Ada Rivalnya, Anis Matta Terpilih Lagi jadi Ketum Gelora Secara Aklamasi

News | Senin, 09 Desember 2024 | 10:17 WIB

Terkini

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:38 WIB

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:18 WIB

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:07 WIB

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 12:34 WIB