Dubes Iran: Zionis Israel Ciptakan Opini Publik Agar Genosida Palestina Terlihat Biasa

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 26 Maret 2025 | 19:00 WIB
Dubes Iran: Zionis Israel Ciptakan Opini Publik Agar Genosida Palestina Terlihat Biasa
Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, beberapa tahun lalu. (ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/tm/am.)

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan kondisi terkini dari genosida Zionis Israel kepada warga Palestina.

Boroujerdi mengungkapkan kalau Zionis Israel tidak hanya menyerang dan membunuh warga sipil dengan senjata, tapi juga membangun propaganda yang seolah menyudutkan Palestina.

Propaganda dilakukan dengan membangum opini publik kalau kematian warga Palestina menjadi hal biasa, kendati jumlahnya bisa mencapai ratusan jiwa per hari.

"Mereka berupaya agar pembunuhan dianggap hal yang biasa, sehingga apabila kita semua mendengar 300, 500 bahkan lebih dari masyarakat Palestina meninggal dunia, terdengar hal yang biasa dalam opini publik," kata Boroujerdi dalam webinar Al Quds 'Momentum Persatuan Perjuangan Bela Palestina', Rabu (26/3/2025).

Sementara itu, jika ada satu orang saja dari kelompok mereka meninggal akibat perang tersebut, maka akan dibuat pemberitaan yang sangat besar.

"Coba kita semua bayangkan apabila terjadi pembunuhan hanya terhadap satu orang di Eropa, di rezim Zionist Israel, atau di Amerika, seberapa hiruk pihuk media. Sedangkan 500, 600, bahkan 50 ribu jiwa yang melayang di Palestina terdengar sangat biasa di opini publik," kata Boroujerdi.

Cara seperti itu digunakan untuk membentuk opini kalau target Zionis Israel hanya target kecil, bukan masyarakat sipil. Padahal kenyataannya, Zionis Israel telah berkali-kali lakukan penyerangan terhadap target yang sangat besar.

"Misalnya, ketika mereka menyerang Hamas, disampaikan bahwa mereka hanya (5:09) menyerang Hamas saja, bukan bukan seluruh bangsa Palestina. Ini adalah upaya yang mereka lakukan untuk menciptakan opini bahwa hanya kelompok kecil tertentu-tentu yang menjadi target mereka," ungkap Boroujerdi.

Dia menyebutkan bahwa Hamas sebenarnya hanya kelompok kecil. Sehingga, bila Zionis Israel memang hanya menargetkan mereka, seharusnya tidak perlu ada korban jiwa lain yang jumlahnya sampai lebih dari 50 ribu orang masyarakat sipil Palestina.

baca juga

Namun ia menyebut setiap serangan yang dilancarkan oleh Zionis Israel, mereka selalu mengatakan kalau tindakan tersebut untuk mengejar kelompok Hamas.

Ini merupakan cara pendekatan yang digunakan oleh rezim Zionis Israel. Mereka pada saat melakukan genosida di atas tanah Palestina, mereka menyampaikan kami hanya melakukan serangan terbatas terhadap Hamas di jalur Gaza," pungkasnya.

Ratusan massa Aksi Bela Palestina menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ratusan massa Aksi Bela Palestina menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebelumnya terpisah, Imam Besar Al Azhar Mesir Sheikh Ahmed el-Tayeb menyatakan bahwa pembantaian oleh Israel di Gaza menunjukkan “kebencian yang menghancurkan” dan hilangnya rasa kemanusiaan.

Sheikh Ahmed menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodoks Koptik Mesir pada Selasa (25/3).

Sheikh Ahmed menggambarkan situasi di Gaza saat ini “sulit dan kompleks”, menurut pernyataan yang dirilis oleh kantornya.

“Kejahatan brutal Israel menunjukkan bahwa ini bukan sekadar perang atau pembunuhan terhadap orang tak berdosa, melainkan manifestasi dari kebencian yang menghancurkan, yang membuktikan bahwa para pelakunya tidak memiliki belas kasihan dan rasa kemanusiaan sedikit pun,” kata dia.

Ia menyebut serangan Israel telah melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada 18 Maret, yang menewaskan hampir 800 orang dan melukai lebih dari 1.600 lainnya.

Serangan itu menghancurkan perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tawanan yang berlaku sejak Januari di wilayah kantong Palestina itu.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 50.100 warga Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, telah kehilangan nyawa dan lebih dari 113.700 orang lainnya terluka akibat agresi militer Israel di Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamas Desak Negara Arab-Islam: Tekan Israel Hentikan "Perang Genosida" di Gaza!

Hamas Desak Negara Arab-Islam: Tekan Israel Hentikan "Perang Genosida" di Gaza!

News | Senin, 24 Maret 2025 | 19:53 WIB

PBB Meradang: Keselamatan Staf Terancam, Bantuan ke Gaza Diblokir Israel

PBB Meradang: Keselamatan Staf Terancam, Bantuan ke Gaza Diblokir Israel

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 18:21 WIB

ICC Bisa Batalkan Penangkapan Netanyahu? Mantan Hakim Agung Israel Ungkap Syaratnya

ICC Bisa Batalkan Penangkapan Netanyahu? Mantan Hakim Agung Israel Ungkap Syaratnya

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 16:10 WIB

KSAD Baru Israel Setujui Rencana Perang Gaza: Serangan dan Pengusiran Penduduk Diprediksi Meningkat

KSAD Baru Israel Setujui Rencana Perang Gaza: Serangan dan Pengusiran Penduduk Diprediksi Meningkat

News | Rabu, 19 Maret 2025 | 06:54 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×