Perang Gaza Jadi Konflik Paling Mematikan Bagi Jurnalis, Lampaui Korban Gabungan PD I dan II

Bella

Senin, 07 April 2025 | 18:04 WIB
Perang Gaza Jadi Konflik Paling Mematikan Bagi Jurnalis, Lampaui Korban Gabungan PD I dan II
Ilustrasi jurnalis [shutterstock]

Suara.com - Perang yang berlangsung di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 kini tercatat sebagai konflik paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah modern.

Menurut laporan terbaru dari Watson Institute for International and Public Affairs, sebuah lembaga pemikir berbasis di Amerika Serikat, jumlah jurnalis yang tewas di Gaza telah melampaui total korban jurnalis dalam gabungan Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Vietnam, Perang Saudara Amerika, perang di Yugoslavia, dan intervensi militer AS di Afghanistan.

Hingga 1 April 2025, sebanyak 232 jurnalis telah terbunuh dalam serangan militer Israel di Gaza, yang berarti rata-rata 13 jurnalis tewas setiap minggunya. Jumlah itu terus bertambah.

Sejak laporan dirilis, dua jurnalis tambahan telah kehilangan nyawa yakni Yousef al-Faqawi, reporter dari stasiun TV Palestine Today, dan Islam Maqdad, jurnalis perempuan yang tewas bersama suami dan anaknya.

Serangan terbaru Israel yang menyasar tenda-tenda jurnalis di luar Rumah Sakit Al Nassr di Khan Younis dan Rumah Sakit Martir Al Aqsa di Deir al-Balah juga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai sembilan lainnya, termasuk enam jurnalis.

Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]
Kondisi di Gaza akibat serangan Israel kepada Hamas. [ANTARA/Anadolu/py/am]

Sebuah rekaman video yang beredar luas menunjukkan seorang jurnalis bernama Ahmed Mansour dari Palestine Today terbakar hidup-hidup akibat serangan tersebut. Ia masih dirawat intensif dengan luka bakar serius.
“Ahmed terbakar oleh rudal Israel dan masih dalam perawatan intensif,” kata Wael Abo Omar, rekan sesama jurnalis di Gaza.

Mahmoud Bassam, jurnalis foto yang bermukim di Gaza, menyebut bahwa Mansour “membutuhkan keajaiban” untuk dapat pulih.

Secara keseluruhan, 15 orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di wilayah yang sama pada hari yang sama, menurut laporan dari rumah sakit setempat.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan mereka ditujukan kepada militan Hamas dan menyatakan berusaha menghindari korban sipil.

baca juga

Mereka menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan infrastruktur sipil untuk tujuan militer, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh staf medis di lapangan.

Laporan dari Watson Institute menekankan bahwa sebagian besar jurnalis yang terbunuh adalah wartawan lokal, yang menghadapi risiko besar tanpa perlindungan memadai.

Lembaga tersebut memperingatkan bahwa eskalasi kekerasan terhadap jurnalis akan mengakibatkan kerusakan serius terhadap liputan berita dan menciptakan kondisi yang disebut sebagai kuburan informasi.

“Wartawan lokal berdiri sendirian menghadapi kekerasan luar biasa. Ini bukan hanya krisis kemanusiaan, tapi juga krisis informasi,” tegas laporan tersebut.

Sementara itu, militer Israel mengubah pernyataan resminya terkait insiden penembakan yang menewaskan 15 petugas darurat di dekat kota Rafah, Gaza selatan, pada 23 Maret lalu.

Dalam klarifikasi terbaru yang dirilis Sabtu malam, militer menyatakan masih menyelidiki insiden tersebut, termasuk bukti video yang memperlihatkan bahwa kendaraan korban diberi tanda jelas dan menggunakan lampu saat ditembak.

Insiden memilukan ini terjadi saat para petugas dari Bulan Sabit Merah Palestina, layanan Darurat Sipil, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons laporan korban luka akibat serangan udara Israel.

Para korban ditemukan seminggu kemudian dalam kuburan dangkal oleh tim PBB dan Bulan Sabit Merah Palestina. Seorang korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Awalnya, militer Israel mengklaim telah menembaki kendaraan mencurigakan yang mendekat tanpa lampu atau tanda, dan menewaskan sembilan militan Hamas dan Jihad Islam yang disebut berada dalam kendaraan Bulan Sabit Merah.

Namun, video dari ponsel salah satu korban yang dirilis oleh Bulan Sabit Merah memperlihatkan sebaliknya, para petugas memakai seragam, dan kendaraan mereka termasuk ambulans dan truk pemadam bertanda jelas serta lampunya menyala.

Satu-satunya korban selamat, paramedis Munther Abed, mendukung isi video tersebut. Ia mengungkap bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan secara langsung ke kendaraan darurat yang telah diberi tanda.

Dalam jumpa pers, seorang pejabat militer Israel menyatakan bahwa laporan awal dari pasukan di lapangan kemungkinan keliru.

“Yang kami pahami saat ini adalah orang yang memberikan keterangan awal itu keliru. Kami mencoba memahami alasannya,” ujarnya.

Media Israel melaporkan bahwa enam dari 15 korban diidentifikasi sebagai militan, namun militer belum memberikan bukti atau rincian lebih lanjut atas klaim tersebut.

Pihak militer hanya menyebutkan adanya pengakuan dari seorang tahanan yang mengaku sebagai anggota Hamas.

PBB dan Bulan Sabit Merah Palestina mendesak adanya penyelidikan independen.

Mereka menyatakan bahwa informasi yang tersedia menunjukkan tim penyelamat ditembak satu per satu selama beberapa jam saat berusaha mencari rekan mereka yang hilang.

“Kami membutuhkan keadilan bagi para korban dan kami perlu memastikan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban,” ujar juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina, Nebal Farsakh.

Militer Israel menyebut serangan dimulai sekitar pukul 4 pagi, ketika pasukan menembaki kendaraan yang membawa dua anggota Hamas, dan kembali melepaskan tembakan sekitar pukul 6 pagi terhadap sekelompok kendaraan yang mereka nilai mencurigakan berdasarkan pengawasan udara.

Menanggapi dugaan bahwa pasukan Israel memborgol dan mengeksekusi paramedis dari jarak dekat, pejabat militer membantah.

“Itu bukan dari dekat. Mereka melepaskan tembakan dari jauh… Tidak ada penganiayaan terhadap orang-orang di sana.” katanya.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa jenazah korban awalnya ditutupi dengan jaring kamuflase dan kemudian dikubur dengan pasir karena PBB tidak segera mengambilnya.

Namun, PBB membantah akses diberikan dengan segera, mereka menyatakan bahwa akses ke lokasi ditolak selama beberapa hari oleh Israel.

Jenazah akhirnya ditemukan di samping kendaraan mereka yang hancur, termasuk ambulans, truk pemadam kebakaran, dan mobil PBB, yang seluruhnya diberi tanda jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Undang Najwa Shihab dan 6 Pemred, Ada Apa?

Prabowo Undang Najwa Shihab dan 6 Pemred, Ada Apa?

Video | Senin, 07 April 2025 | 17:46 WIB

Komnas Perempuan Desak Aparat Hukum Identifikasi Kasus Femisida

Komnas Perempuan Desak Aparat Hukum Identifikasi Kasus Femisida

News | Senin, 07 April 2025 | 16:59 WIB

Viral! Ajudan Kapolri Kasar pada Jurnalis di Semarang: Kalian Pers, Saya Tempeleng Satu-Satu!

Viral! Ajudan Kapolri Kasar pada Jurnalis di Semarang: Kalian Pers, Saya Tempeleng Satu-Satu!

Video | Senin, 07 April 2025 | 16:23 WIB

Jurnalis Belanda Bandingkan Liputan Sepak Bola di Indonesia dan Eropa: Luar Biasa deh Pokoknya

Jurnalis Belanda Bandingkan Liputan Sepak Bola di Indonesia dan Eropa: Luar Biasa deh Pokoknya

Bola | Senin, 07 April 2025 | 15:15 WIB

Titik Nadir Gaza? UNRWA: Tak Ada Lagi Harapan, Pasokan Kemanusiaan Kritis

Titik Nadir Gaza? UNRWA: Tak Ada Lagi Harapan, Pasokan Kemanusiaan Kritis

News | Senin, 07 April 2025 | 14:26 WIB

Kasus Pembunuhan Jurnalis J di Banjarbaru, Bukti Femisida Intim Semakin Brutal

Kasus Pembunuhan Jurnalis J di Banjarbaru, Bukti Femisida Intim Semakin Brutal

News | Senin, 07 April 2025 | 14:05 WIB

Tewas di Kamar Hotel, Polisi Ungkap Penyebab Jasad Jurnalis Asal Palu Memar hingga Bibir Lecet

Tewas di Kamar Hotel, Polisi Ungkap Penyebab Jasad Jurnalis Asal Palu Memar hingga Bibir Lecet

News | Senin, 07 April 2025 | 13:30 WIB

Terkuak! Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Jurnalis Asal Palu Tewas di Hotel D'Paragon Jakbar

Terkuak! Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Jurnalis Asal Palu Tewas di Hotel D'Paragon Jakbar

News | Senin, 07 April 2025 | 09:40 WIB

Kasus Polisi Toyor Jurnalis saat Kawal Kapolri, Ipda E Akhirnya Minta Maaf: Saya Menyesal

Kasus Polisi Toyor Jurnalis saat Kawal Kapolri, Ipda E Akhirnya Minta Maaf: Saya Menyesal

News | Senin, 07 April 2025 | 07:27 WIB

Kasus Jurnalis Sulawesi Tewas di Jakbar, Polisi Temukan Bukti Obat

Kasus Jurnalis Sulawesi Tewas di Jakbar, Polisi Temukan Bukti Obat

News | Minggu, 06 April 2025 | 21:23 WIB

Terkini

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:08 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 10:07 WIB

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:00 WIB

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:58 WIB

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

×