Dongkrak PAD, Pemprov Jateng Gelar Pameran Government Auto Show Ngopeni Nglakoni

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 18 April 2025 | 09:46 WIB
Dongkrak PAD, Pemprov Jateng Gelar Pameran Government Auto Show Ngopeni Nglakoni
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat mengunjungi pameran otomotif bertajuk Government Auto Show (GAS) Ngopeni Nglakoni Jateng, yang berlangsung di The Park Mall, Kota Semarang, pada Kamis (17/4/2025). [Dok Humas]

Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Salah satu upaya terbaru adalah dengan menggelar pameran otomotif bertajuk Government Auto Show (GAS) Ngopeni Nglakoni Jateng, yang berlangsung di The Park Mall, Kota Semarang, pada 17–20 April 2025.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis (17/4/2025).

Dalam sambutannya, Luthfi menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban pajaknya.

“Wajib pajak jangan hanya dipandang sebagai objek, tapi harus diperlakukan sebagai subjek. Kita uwongkan (manusiakan) masyarakat. Dengan begitu, mereka akan sadar bahwa membayar pajak adalah bentuk nyata ikut serta membangun daerah,” tegas Luthfi.

Pameran ini tidak sekadar menampilkan 17 merek kendaraan bermotor ternama dari berbagai segmen, tetapi juga menghadirkan layanan publik secara langsung di tengah keramaian pengunjung. Salah satu layanan unggulannya adalah Samsat Keliling, yang hadir untuk mempermudah masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) langsung di lokasi acara.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga diluncurkan Program Sengkuyung Prioritas 2025, sebuah strategi kolaboratif yang dirancang untuk menurunkan angka tunggakan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Lewat program ini, masyarakat diberi kemudahan berupa penghapusan denda dan tunggakan pajak untuk tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat cukup membayar PKB untuk tahun berjalan selama periode 8 April hingga 30 Juni 2025.

“Ini adalah langkah konkret untuk merangkul masyarakat. Kita tidak menghukum, tapi memberi kesempatan agar mereka bisa kembali tertib pajak tanpa beban denda,” terang Luthfi.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Jasa Raharja, yang turut menghapus denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Masyarakat hanya cukup membayar biaya administrasi untuk pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), tanpa tambahan denda keterlambatan.

baca juga

Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi sarana promosi dunia otomotif, tetapi juga ajang edukasi dan sosialisasi layanan publik secara langsung kepada masyarakat. Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya memperkuat basis fiskal daerah.

“Pada Januari hingga Februari 2025, kami mencatat masih ada lebih dari 495 ribu objek pajak kendaraan yang belum melakukan pembayaran. Potensi pendapatan yang belum tergarap mencapai Rp129,7 miliar dari PKB dan Rp80,2 miliar dari opsen PKB,” ungkap Nadi.

Menurutnya, Program Sengkuyung Prioritas menjadi pendekatan strategis untuk menyelesaikan masalah tunggakan pajak kendaraan bermotor, terutama dengan menggandeng seluruh elemen pemerintahan daerah hingga mitra strategis seperti kepolisian dan pelaku industri otomotif.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Maka kami mengajak seluruh kepala daerah, perangkat pengelola pendapatan, mitra strategis, hingga komunitas otomotif, untuk bersama-sama ngopeni lan nglakoni tugas besar ini,” ujarnya.

Nadi juga optimistis, dengan membaiknya daya beli masyarakat, sektor jual beli kendaraan akan kembali meningkat. Hal ini tentu berdampak positif tidak hanya bagi perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan daerah melalui sektor PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pameran ini terbuka secara gratis untuk umum, dan diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi sarana efektif bagi pemerintah untuk mendekatkan layanan publik, menumbuhkan kesadaran pajak, serta memupuk semangat kolaborasi demi kemandirian fiskal Jawa Tengah ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng 2025, Kapan Batas Akhirnya?

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng 2025, Kapan Batas Akhirnya?

News | Jum'at, 18 April 2025 | 07:15 WIB

Ahmad Luthfi Tawarkan Langsung Investasi kepada 100 Investor dari 5 Negara

Ahmad Luthfi Tawarkan Langsung Investasi kepada 100 Investor dari 5 Negara

News | Rabu, 16 April 2025 | 08:46 WIB

Tragedi Keracunan Massal di Klaten, 1 Orang Meninggal dan 127 Dirawat

Tragedi Keracunan Massal di Klaten, 1 Orang Meninggal dan 127 Dirawat

Foto | Selasa, 15 April 2025 | 20:11 WIB

Terkini

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

×