Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Ini Sekolahnya di Mana?

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 14:38 WIB
Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Ini Sekolahnya di Mana?
Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Sekolahnya di Mana? (Tangkapan layar/Youtube Prof Rhenald Kasali)

Suara.com - Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden RI, Prabowo Subianto lagi-lagi menjadi sorotan publik setelah muncul lagi kasus puluhan siswa keracunan di Cianjur Jawa Barat. Program MGB itu pun turut disorot oleh Ekonom, Ferry Latuhihin.

Dalam siniar yang tayang di channel Youtube Prof. Rhenald Kasasi pada Minggu (27/4/2025) kemarin, analis pasar modal yang berpenampilan nyentrik itu sekaligus mengkritik pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudi.

Diketahui, Rachmat Pambudi di beberapa kesempatan pernah menyebut jika makan bergizi gratis lebih penting dari lapangan kerja. Terkait itu, Ferry Latuhihin pun bertanya-tanya soal statement yang dilontarkan Kepala Bappenas itu yang lebih memprioritaskan soal MBG ketimbang penyerapan tenaga kerja.

"Ya itu berawal dari statementnya Menteri Bappenas kita ya, Pak Rahmat Pambudi yang mengatakan bahwa makan bergizi gratis itu lebih penting dari lapangan kerja. Nah, ini di mana sekolahnya? Saya bingung gitu loh ya," beber Ferry dikutip Suara.com, Senin (28/4/2025).

Profil Yayasan Media Berkat Nusantara, Jadi Sorotan Usai Kisruh Dana MBG (indonesia.go.id)
Profil Yayasan Media Berkat Nusantara, Jadi Sorotan Usai Kisruh Dana MBG (indonesia.go.id)

Menurutnya, di negara manapun, pasti lapangan kerja menjadi program yang lebih diproritaskan oleh pemerintahnya.

"Sedangkan kita tahu di mana pun juga, di negara mana pun juga yang namanya government, apakah itu baru atau lama, concernnya adalah menciptakan lapangan kerja, bukan memberikan makan bergizi gratis. Nah, ini kok jadi di balik-balik," beber Ferry Latuhihin.

Dalam siniar itu, mantan Dewan Pakar Tim Kampanye Prabowo Subianto di Pilpres 2024 lalu itu pun memakai istilah 'Koplaknomics' terkait kebijakan yang diambil oleh pemerintah soal program MBG. Ferry juga menepis kritiknya itu bukan untuk menyerang pribadi

"Nah, itulah pada waktu saya diinterview, saya katakan ini namanya nih teori baru ya dalam ekonomi, namanya Koplaknomics gitu. Karena enggak masuk akal gitu," beber Ferry.

"Ya bahwa makan bergizi gratis itu lebih penting dari lapangan kerja gitu kan semua di mana pun juga, yang pertama dia harus fight adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja, bagaimana menurunkan angka penganggur ya kan, bagaimana membuat welfare state semuanya ya untuk negara-negara maju," sambungnya.

Istilah 'koplaknomics' yang diucapkan Ferry bukan semata-mata menyerang pribadi pejabat termasuk Kepala Bappenas. Dia pun mengaku miris dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Prabowo yang justru lebih fokus menggaungkan program MBG dengan dalih untuk mengentaskan kasus stunting anak-anak.

"Seolah-olah kayaknya kesannya, aduh kasihan amat sih bangsa gue gitu kan ya sampai kurang gizi begitu. Banyaknya katanya sudah 80 tahun merdeka, kok masih konsern dengan gizi gitu kan? Nah itu kan koplak sekali gitu," ungkap Ferry.

Statement Kepala Bappenas

Mengutip laporan Antara, Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi menyebut jika program MBG lebih urgen daripada lepangan kerja. Pernyataan itu disampaikan Rachmat Pambudi Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy [Antara]
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy [Antara]

Dia juga membeberkan alasan program MBG lebih mendesak karena demi bisa mencetak sumber daya manusia di Indonesia yang unggul.

“Jadi, kalau ada orang mengatakan kenapa mesti kasih makan, kenapa tidak kasih pekerjaan saja, tidak akan tercapai untuk mengatasi persoalan (kekurangan gizi) ini (dengan hanya memberikan pekerjaan saja)," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Minta MBG Dievaluasi Usai Ada Siswa Keracunan Lagi, Kepala BGN: Saran yang Baik

Puan Minta MBG Dievaluasi Usai Ada Siswa Keracunan Lagi, Kepala BGN: Saran yang Baik

News | Kamis, 24 April 2025 | 14:56 WIB

Update Terkini Kasus Keracunan MBG di Cianjur, Polisi Periksa 10 Orang

Update Terkini Kasus Keracunan MBG di Cianjur, Polisi Periksa 10 Orang

News | Rabu, 23 April 2025 | 20:02 WIB

Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan MBG, Istri Aher Sentil BGN: Bantuan Ini Jangan Malah jadi Musibah

Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan MBG, Istri Aher Sentil BGN: Bantuan Ini Jangan Malah jadi Musibah

News | Rabu, 23 April 2025 | 12:36 WIB

Lagi! Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan usai Santap MBG, Kepala BGN Bilang Begini

Lagi! Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan usai Santap MBG, Kepala BGN Bilang Begini

News | Selasa, 22 April 2025 | 21:01 WIB

Terkini

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB