IDAI Kritik Kemenkes Mutasi dr Piprim dari RSCM: Menurunkan Kualitas Subspesialis Kardiologi Anak

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 29 April 2025 | 21:55 WIB
IDAI Kritik Kemenkes Mutasi dr Piprim dari RSCM: Menurunkan Kualitas Subspesialis Kardiologi Anak
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K). (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Keputusan mutasi kerja dokter spesialis anak dr Piprim B Yanuarso, yang juga dikenal Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) jadi perbincangan publik.

Kebijakan itu sebelumnya tercantum dalam edaran yang diteken Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes RI Lanjutan Azhar Jaya.

Mutasi tersebut tuai kontroversi karena dinilai sejumlah rekan dokter Kementerian Kesehatan tidak punya alasan jelas serta kebijakan itu tidak sesuai ketentuan. Diketahui bahwa dr Piprim semula berpraktik sebagai dokter sekaligus pengajar di RSCM, khususnya subspesialiasi kardiologi dalam bidang intervensi jantung anak.

Pemindahan kerja secara sepihak itu dinilai bisa berdampak buruk bagi RSCM sendiri.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI Rizky Adriansyah menyebutkan, kualitas pendidikan dokter subspesialis kardiologi anak di RSCM berpotensi menurun pasca ditinggal dokter Piprim.

Terlebih, pusat pendidikan dokter subspesialis kardiologi anak sampai saat ini baru hanya ada di RSCM.

"Jumlah kami masih sangat sedikit di Indonesia. Sampai dengan tahun 2025 ini, hanya ada 70 orang dokter subspesialis kardiologi anak di Indonesia. Walaupun sudah ada tiga pusat pendidikan lainnya, tapi produksinya masih sangat rendah. Setiap tahun hanya bertambah empat orang," kata Rizky dalam keterangannya, dikutip Selasa (29/4/2025).

Akibat dipindahtugaskannya Dokter Piprim, lanjut Rizky, maka hanya tersisa satu orang staf pengajar yang berpengalaman dalam intervensi jantung anak dan memiliki sertifikasi dosen, yakni Profesor Mulyadi M Djer. Adapun yang masih junior, Dokter Anisa dan Dokter Sarah, dinilai masih belum berpengalaman dalam mendidik, karena jam terbangnya yang masih kurang dari 5 tahun.

Menurut Rizky, pendidikan dokter subspesialis kardiologi anak sangat berbeda dengan pendidikan dokter subspesialis anak lainnya. Karena untuk menjadi guru diperlukan ‘jam terbang’ yang mumpuni.

baca juga

"Butuh waktu minimal 10 tahun sebagai dokter subspesialis kardiologi anak untuk layak mengajarkan imu intervensi jantung anak. Pengetahuan saja tidak cukup, karena ilmu yang diajarkan adalah ketrampilan yang sangat khusus," kata dia.

Walaupun sudah lulus sebagai dokter subspesialis kardiologi anak, masih diperlukan pendampingan oleh dokter subspesialis kardiologi berpengalaman minimal satu tahun agar dapat menjalankan kompetensi layanan jantung anak di rumah sakit.

Sehingga, keputusan memindahtugaskan dokter Piprim, disebut Rizky, sangat paradoks dengan kebijakan pemerintah yang mentargetkan peningkatan jumlah dokter subspesialis kardiologi anak di Indonesia.

"Dokter Piprim tak bisa lagi mendidik para calon dokter subspesialis kardiologi anak di RSCM. Sedangkan di RSF sendiri, jangankan pendidikan dokter subspesialis kardiologi nya, layanan jantung anak nya juga belum terlaksana paripurna. Saat ini hanya ada satu orang dokter subspesialis kardiologi anak di RSF, yakni dokter Mochammading," kritiknya.

Berdasarkan data UKK Kardiologi IDAI, kegiatan intervensi jantung anak di RSF belum berjalan. Artinya, RSF belum dapat dikategorikan sebagai rumah sakit dengan layanan jantung anak yang paripurna.

Respons Kemenkes

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jemaah Haji Wajib Vaksinasi Meningitis dan PolioSebelum ke Tanah Suci, Kemenkes Ungkap Alasannya!

Jemaah Haji Wajib Vaksinasi Meningitis dan PolioSebelum ke Tanah Suci, Kemenkes Ungkap Alasannya!

News | Kamis, 17 April 2025 | 12:38 WIB

Klarifikasi Kemenkes soal Rencana Menkes Budi Tukang Gigi Praktik di Puskesmas: Kesalahan Istilah

Klarifikasi Kemenkes soal Rencana Menkes Budi Tukang Gigi Praktik di Puskesmas: Kesalahan Istilah

Health | Rabu, 16 April 2025 | 20:52 WIB

Skandal Dokter Obgyn di Garut: Kemenkes Minta STR Dicabut! Kasus Pelecehan Pasien Terbongkar

Skandal Dokter Obgyn di Garut: Kemenkes Minta STR Dicabut! Kasus Pelecehan Pasien Terbongkar

Video | Rabu, 16 April 2025 | 19:20 WIB

Selamat Jalan Hotma Sitompul: Jejak Karir Sang Advokat Kondang

Selamat Jalan Hotma Sitompul: Jejak Karir Sang Advokat Kondang

Video | Rabu, 16 April 2025 | 15:14 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×