Legislator PDIP Ngaku Diserang Buzzer Usai Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Medsos Saya Langsung Penuh

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 05 Mei 2025 | 13:33 WIB
Legislator PDIP Ngaku Diserang Buzzer Usai Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Medsos Saya Langsung Penuh
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati mengaku diserang buzzer di media sosial peribadinya usai mengomentari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal mengirim siswa sekolah ke barak militer.

Pengakuan itu disampaikan Esti ketika membuka Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pendidikan di daerah 3T. Mulanya, Esti meminta kepada perwakilan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) dan Unicef Indonesia untuk berpendapat secara terbuka tanpa khawatir salah.

Menurutnya, risiko paling tinggi dari perbedaan pendapat bisa jadi diserang oleh buzzer.

"Tidak perlu takut menyampaikan di forum ini, tidak ada sanksi hukum. Kalau toh sedikit berbeda, paling-paling nanti kalau ada yang tidak berkenan, nanti buzzer yang menyerang," kata Esti saat RDPU di kantor Komisi X DPR, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Politisi PDIP itu mengaku dapat serangan buzzer pagi tadi usai sebelumnya mengomentari kebijakan pengiriman siswa ke barak militer. Esti menyebutkan kalau menurutnya perlu ada kajian menyeluruh terkait kebijakan tersebut.

"Hari ini saya diserang karena mengatakan perlu ada kajian mendasar dulu sebelum mengirimkan anak didik ke barak militer. Wah, langsung penuh medsos saya," ungkapnya.

Hanya saja Esti tak menjelaskan lebih rinci terkait serangan buzzer yang dia terima itu. Baginya, serangan buzzer tersebut menjadi suatu tambahan tantangan. Kendati begitu, sebaiknya tidak ada pemaksaan ketika ada perbedaan pendapat.

Sebelumnya, Esti Wijayati berkomentar kalau program pembinaan siswa nakal di barak militer seharusnya perlu dikaji ulang. Dia mengungkapkan kalau program tersebut juga belum pernah dibahas di parlemen antara Pemprov Jabar dengan Komisi X DPR.

Esti mengkritisi kalau program itu seperti membuat anak-anak mendapatkan diskriminasi serta pencabutan hak mereka atas pendidikan formal.

baca juga

Perlu Libatkan Pakar

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai penanganan anak bermasalah dengan dimasukkan atau dididik dalam barak TNI perlu melibatkan pakar dan ahli di bidangnya.

"Jadi saran saja, disiapkan, dikonsepkan dengan hati-hati. Melibatkan juga tentunya para pakar, pemerhati keluarga, ahli ilmu keluarga, psikolog, dan tentu harus diajak bicara juga keluarganya," kata Bima di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025).

Dia mengatakan, kebijakan memasukkan anak bermasalah ke dalam barak TNI meski tujuannya untuk pendidikan, tetapi sebisa mungkin dilakukan pengkajian mendalam terhadap konsep pelaksanaannya.

"Catatannya adalah harus hati-hati, yang namanya mendidik itu bukan hanya sekadar melatih kedisiplinan, tetapi ada unsur psikologis dan kepribadian yang juga harus diperhatikan," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Pola pendidikan harus lebih menekankan pada pendekatan kekeluargaan, membangun interaksi antara peserta, pemerintah daerah pemilik kebijakan, dan pihak yang bertugas menangani anak-anak tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawuran Warga Kembali Pecah di Terowongan Manggarai, Polisi Sebut Tak Ada Korban

Tawuran Warga Kembali Pecah di Terowongan Manggarai, Polisi Sebut Tak Ada Korban

News | Senin, 05 Mei 2025 | 07:10 WIB

Digembleng Tentara, Dedi Mulyadi Sebut Para Siswa Sehat dan Bahagia: Mereka Bukan Anak Nakal Lagi

Digembleng Tentara, Dedi Mulyadi Sebut Para Siswa Sehat dan Bahagia: Mereka Bukan Anak Nakal Lagi

News | Minggu, 04 Mei 2025 | 12:21 WIB

Antarkan Anak Bermasalah ke Barak Militer, Wajah Semringah Ibu-ibu Jadi Sorotan

Antarkan Anak Bermasalah ke Barak Militer, Wajah Semringah Ibu-ibu Jadi Sorotan

News | Sabtu, 03 Mei 2025 | 15:54 WIB

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

Ogah Ikuti Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer, Pramono: Jakarta Punya Kebijakan Sendiri

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 19:55 WIB

TNI AD Buka Suara Soal Siswa Nakal Masuk Barak Militer: Bukan Militerisme

TNI AD Buka Suara Soal Siswa Nakal Masuk Barak Militer: Bukan Militerisme

News | Jum'at, 02 Mei 2025 | 14:37 WIB

Ahmad Luthfi Ogah Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI: Bawah Umur Kembalikan ke Ortu, Dewasa Dipidana

Ahmad Luthfi Ogah Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI: Bawah Umur Kembalikan ke Ortu, Dewasa Dipidana

News | Rabu, 30 April 2025 | 21:16 WIB

Mendikdasmen Soal Rencana Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer: No Comment

Mendikdasmen Soal Rencana Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer: No Comment

News | Rabu, 30 April 2025 | 19:23 WIB

Terkini

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lipstik Inez Viral Lagi, Ini 6 Varian yang Cocok Buat Skintone Orang Indonesia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Hujan Mulai Turun, 1.789 Warga Ngawi Masih Krisis Air Bersih

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 17:10 WIB

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 17:07 WIB

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Media Vietnam Singgung Prestasi Calvin Verdonk di Liga Champions

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 17:05 WIB

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:01 WIB

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:00 WIB

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

×