Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia

Galih Prasetyo | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2025 | 19:19 WIB
Selain Tarif AS, Ketua APINDO Jabar Bongkar Penghambat Investasi di Indonesia
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Ning Wahyu Astutik.[Suara.com/Rahman]

Suara.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Ning Wahyu Astutik, mengakui kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan Amerika Serikat (AS) memicu gelombang kejut yang mengancam stabilitas makroekonomi domestik secara keseluruhan.

Selain kebijakan tarif dari Amerika, Ning Wahyu Astutik menilai ada beberapa penghambat investasi di Indonesia yang harus menjadi perhatian banyak pihak terutama pemerintah.

Hal itu disampaikan, Ning Wahyu Astutik dalam diskusi publik dengan tema Gempuran Tarif AS: Ekomoni Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi' di Ballroom Amarthapura El Hotel Bandung, Selasa (20/5/2025).

"Kita tahu bahwa dunia sedang berubah sangat cepat dan kompleks dan sering kali tidak terduga, saya mau menyampaikan bahwa sebenarnya pengusaha di Jawa Barat itu sedang mengalami triple distraction. Yang pertama tekanan tarif internasional itu," katanya dalam diskusi yang digagas oleh Core Indonesia dan Suara.com ini.

CORE Indonesia dan Suara.com Gelar Diskusi Publik Terkait Gempuran Tarif AS. (Suara.com/Rahman)
CORE Indonesia dan Suara.com Gelar Diskusi Publik Terkait Gempuran Tarif AS. (Suara.com/Rahman)

"Kedua banjir impor murah, mungkin semua tahulah bagaimana kita di atas itu berdarah-darah untuk kita bersaing dengan sejumlah barang-barang impor yang banyak sekali membanjiri Indonesia utamanya juga sampai di Jawa Barat. Ketiga adalah regulasi yang terus berubah ya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan," jelasnya.

Lebih lanjut Ning Wahyu Astutik menuturkan, tarif dagang dari Donald Trump tersebut hanya pelengkap penderitaan dan seperti puncak gunung es yang sebenarnya keresahan perusahaan itu sudah berlangsung demikian lama.

"Banyak hal meskipun hari ini semestinya saya bicara tarif tapi ada yang jauh lebih penting yang harus saya sampaikan. Jadi kita untuk berbisnis di Indonesia itu ya hambatannya banyak sekali," tegasnya.

Ning Wahyu Astutik mengatakan, pihaknya berupaya mendatang beberapa investor ke tanah air khususnya Jawa Barat untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.

Namun, hal itu tidak berjalan mulus lantaran pihaknya mendapatkan beberapa hambatan yang membuat investor berpikir ulang untuk investasi di Indonesia.

"Yang pertama sebenarnya kepastian usaha membutuhkan kepastian hukum, tetapi kita tahu bahwa pada saat sekarang misalnya kita ekspor sudah merosot banyak sekali gangguan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya melihat banyaknya barang-barang legal maupun illegal import yang ada di Indonesia dan itu berlangsung bertahun-tahun terus menerus tanpa ada langkah-langkah dari pemerintah untuk menghilangkan itu secara tuntas.

Tak hanya itu, regulasi yang tidak sinkron dan saling mengunci dari pihak-pihak terkait membuat pengusaha pusing, ditambah lagi masalah perizinan yang kurang transparan.

"Perizinan di Indonesia itu sangat kurang transparan kita tahun prosesnya berapa lama, sementara investor yang datang dari luar negeri itu terlalu lurus," ungkapanya.

"Misalnya aturannya akan selesai dua Minggu ya mereka tunggu dua Minggu saja, namun akhirnya bisa tiga sampai berbulan-bulan masih belum jadi. Jadi Indonesia kehilangan banyak kesempatan karena perizinan," ujarnya.

Diskusi publik bertajuk Gempuran Tarif AS: Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia di El Hotel Bandung, Selasa (20/5).
Diskusi publik bertajuk Gempuran Tarif AS: Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk? Dialog Kritis Mencari Solusi” yang diselenggarakan oleh Suara.com dan Core Indonesia di El Hotel Bandung, Selasa (20/5).

Tak sampai disitu, di Indonesia juga masih marak praktik premanisme dan pungli, sehingga hal itu menjadi penghambat bagi pengusaha dan investor di tanah air. Poin-poin tersebut, harus diperhatikan dan ditindaklanjuti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik

Core Indonesia: Hadapi Tarif AS, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Domestik

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:13 WIB

Industri Ekspor Tertekan Tarif AS: Penguatan Ekonomi Domestik Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

Industri Ekspor Tertekan Tarif AS: Penguatan Ekonomi Domestik Bukan Lagi Pilihan Tapi Keharusan

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 18:09 WIB

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

Gempuran Tarif AS! CORE dan Suara.com Bahas Solusi untuk UMKM dan Industri Ekspor

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:52 WIB

BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya

BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:31 WIB

Apindo Peringatkan Pemerintah Soal Kebijakan Ini

Apindo Peringatkan Pemerintah Soal Kebijakan Ini

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 12:03 WIB

Terkini

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:50 WIB

Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal

Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:47 WIB

Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump

Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:44 WIB

ASN Mulai WFH, KemenPPPA Garansi Layanan Pengaduan Kekerasan Tetap Beroperasi Normal

ASN Mulai WFH, KemenPPPA Garansi Layanan Pengaduan Kekerasan Tetap Beroperasi Normal

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:28 WIB

Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!

Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:10 WIB

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:49 WIB

Tak Terima Ditegur 'Ngintip' Adik Ipar Mandi, Pemuda di Cakung Bacok Kepala Kakak Kandung!

Tak Terima Ditegur 'Ngintip' Adik Ipar Mandi, Pemuda di Cakung Bacok Kepala Kakak Kandung!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:45 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:23 WIB