Jusuf Kalla: Negara Akan Dihargai Jika Maju Secara Ekonomi

Muhammad Yunus

Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:21 WIB
Jusuf Kalla: Negara Akan Dihargai Jika Maju Secara Ekonomi
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia, Kamis (22/5/2025) [Suara.com/Tim Media JK]

Suara.com - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan pesan penting dalam kuliah umum.

Bertajuk "Ekonomi Politik Indonesia di Tengah Kondisi Global Terkini" yang digelar di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia, pada Kamis (22/5/2025).

Dalam paparannya, JK menegaskan bahwa kemajuan ekonomi adalah kunci utama bagi sebuah negara untuk dihargai di kancah internasional.

“Negara akan dihargai atau berhubungan baik dengan negara lain jika negara itu maju dan setara. Tanpa itu, tidak akan diberikan perhatian yang baik,” tegas JK di hadapan ratusan civitas akademika UI.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menggambarkan pentingnya daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menurut JK, hubungan diplomatik yang sehat dan respek antarnegara tidak bisa hanya dibangun dengan retorika politik, melainkan harus ditopang oleh kekuatan ekonomi yang nyata.

Malaysia Lebih Dianggap karena Konsistensi Kebijakan

JK juga membandingkan posisi Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia.

Menurutnya, Malaysia kerap lebih dihormati dalam pergaulan internasional karena memiliki kebijakan luar negeri yang konsisten dan tegas, terutama saat dipimpin oleh Mahathir Mohamad.

baca juga

"Kenapa demikian, karena saat Mahathir Muhammad memimpin, ia memiliki kebijakan dan pendirian yang lebih jelas," ujar tokoh perdamaian ini.

Pernyataan tersebut menjadi kritik tersirat terhadap kurangnya konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia, yang kerap berubah seiring pergantian kepemimpinan nasional.

Menurut JK, kekuatan ekonomi dan pendirian politik yang jelas adalah dua fondasi utama untuk membangun reputasi negara di mata dunia.

Tantangan Ekonomi Indonesia di Tengah Krisis Global

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa ekonomi politik Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor utama. Internal dan eksternal.

Dari sisi eksternal, JK menyebut bahwa banyaknya konflik dan perang di berbagai wilayah dunia turut memengaruhi kestabilan ekonomi global, termasuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi AI dengan Sentuhan Manusia: Cara Baru Melayani Pelanggan di Era Digital

Teknologi AI dengan Sentuhan Manusia: Cara Baru Melayani Pelanggan di Era Digital

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 21:17 WIB

Menyongsong Transformasi Perpustakaan Berbasis Kecerdasan Buatan

Menyongsong Transformasi Perpustakaan Berbasis Kecerdasan Buatan

Your Say | Selasa, 20 Mei 2025 | 10:50 WIB

1.400 Peserta dari Berbagai Negara Ramaikan COMPUTEX 2025

1.400 Peserta dari Berbagai Negara Ramaikan COMPUTEX 2025

Tekno | Senin, 19 Mei 2025 | 14:25 WIB

Terkini

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×