Solusi Energi Berkelanjutan dari Mahasiswa MIT D-Lab untuk Tantangan Iklim Global

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 06 Juni 2025 | 11:13 WIB
Solusi Energi Berkelanjutan dari Mahasiswa MIT D-Lab untuk Tantangan Iklim Global
Mahasiswa MIT. (Dok. MIT)

Suara.com - Mahasiswa MIT tidak hanya belajar di kelas. Mereka juga turun langsung ke lapangan untuk merancang solusi yang relevan bagi komunitas global. Semester ini, mahasiswa MIT D-Lab mengembangkan prototipe untuk membantu petani di Afghanistan, masyarakat permukiman informal di Argentina, dan peternak unggas pedesaan di Kamerun.

Proyek-proyek ini berangkat dari dua kelas inti D-Lab yang dirancang untuk memadukan teori dan praktik, yakni Pengantar Energi dalam Pembangunan Global dan Penerapan Energi dalam Pembangunan Global.

Keduanya telah berjalan selama tujuh tahun terakhir dan secara konsisten menghubungkan mahasiswa dengan komunitas internasional yang menghadapi tantangan energi dan infrastruktur dasar.

Bagi Josh Maldonado, pengajar dan alumnus kelas ini, pengalaman belajar di D-Lab adalah titik balik.

Ilustrasi Pemanfaatan Energi Terbarukan.(Unsplash.com/bombermoon)
Ilustrasi Pemanfaatan Energi Terbarukan.(Unsplash.com/bombermoon)

“Melalui perjalanan tersebut, para siswa sering kali memperoleh apresiasi atas apa yang mereka miliki di rumah, dan mereka tidak dapat melupakan apa yang mereka lihat,” ujarnya. “Bagi saya, hal itu mengubah seluruh karier saya.”

D-Lab memegang prinsip desain partisipatif—yakni solusi dirancang bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Mahasiswa tidak datang membawa solusi instan, tapi belajar mendengarkan dan berkolaborasi.

“Masalahnya adalah mitra kami sering berada di daerah terpencil dan sumber daya rendah di dunia. Kami memberi penekanan besar pada perancangan dengan masyarakat setempat dan meningkatkan pengembangan kapasitas kreatif mereka untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dapat membangun solusi sendiri,” jelas Maldonado.

Kelas pengantar diadakan setiap musim semi, sementara kelas lanjutan diselenggarakan di musim gugur. Setelah kelas berakhir, mahasiswa melakukan perjalanan langsung ke komunitas yang menjadi fokus proyek mereka.

Proyeknya beragam dan kontekstual. Di Ghana, pernah ada proyek mitigasi gulma air bagi nelayan. Di Uganda, mahasiswa merancang produksi arang untuk kompor. Di Mali, mereka membuat pendingin dari bata untuk memperpanjang masa simpan hasil panen.

baca juga

Tahun ini, mahasiswa Kanokwan Tungkitkancharoen bekerja sama dengan organisasi Weatherizers Without Borders untuk meningkatkan kualitas rumah warga di Bariloche, Argentina. Timnya membuat rumah model dan menggunakan kamera termal untuk menunjukkan efektivitas pelapisan cuaca kepada warga dan pembuat kebijakan.

“Kami membantu mitra kami merenovasi rumah agar lebih tahan terhadap cuaca,” kata Kanokwan. “Sebelum semester ini, saya tertarik untuk bekerja langsung dengan orang-orang yang terdampak oleh teknologi ini dan situasi iklim saat ini. D-Lab membantu saya bekerja dengan orang-orang di lapangan, dan saya sangat berterima kasih kepada mitra komunitas kami.”

Sementara itu, mahasiswa magister MIT Khadija Ghanizada, yang berasal dari Afghanistan, terlibat dalam proyek sistem irigasi mikro di negaranya. “Saya menyukai proses masuk ke kelas dengan pertanyaan praktis yang perlu Anda selesaikan dan bekerja sama erat dengan mitra komunitas,” katanya. “Saya tahu ini akan membuat perbedaan karena ini adalah negara yang terkurung daratan, yang sedang mengalami kekeringan, dan 80 persen ekonomi kita bergantung pada pertanian.”

Dampak dari program ini tidak hanya terasa di lapangan. Ia juga membentuk masa depan para mahasiswa. Banyak alumni D-Lab kini bekerja di pembangunan internasional, mendirikan organisasi, bahkan membangun bisnis berbasis teknologi yang mereka kembangkan di kelas.

Namun, yang terpenting, D-Lab mendorong keberlanjutan lokal.

“Solusi ini harus dapat dibangun secara lokal, bersumber secara lokal, dan berpotensi juga mengarah pada penciptaan pasar lokal berdasarkan teknologi tersebut,” ujar Maldonado.

“Kami tidak hanya mengajari orang cara menggunakan solusi ini, kami juga mengajari mereka cara membuatnya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia dan Finlandia Perkuat Kolaborasi Transisi Energi, Apa Saja Tantangannya?

Indonesia dan Finlandia Perkuat Kolaborasi Transisi Energi, Apa Saja Tantangannya?

News | Jum'at, 06 Juni 2025 | 11:01 WIB

PLTA Jadi Kunci, Norwegia Beri Contoh Transisi Energi Bersih yang Manfaatkan Sumber Daya Alam

PLTA Jadi Kunci, Norwegia Beri Contoh Transisi Energi Bersih yang Manfaatkan Sumber Daya Alam

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 16:14 WIB

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

Dari Surya hingga Panas Bumi: Menggali Potensi Energi Bersih 3.600 GW di Indonesia

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 09:03 WIB

Terkini

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Sumbar | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:55 WIB

Harga Sebuah Stempel

Harga Sebuah Stempel

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:54 WIB

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:40 WIB

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:35 WIB

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:31 WIB

Holding BUMN Perkebunan Pertimbangkan Pakai AI untuk Strategi Komunikasi

Holding BUMN Perkebunan Pertimbangkan Pakai AI untuk Strategi Komunikasi

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:29 WIB

×