Tuai Badai Kritik, Kader PSI Jelaskan Cuitannya Soal 'Jokowi Penuhi Syarat Disebut Nabi'

Bangun Santoso

Kamis, 12 Juni 2025 | 12:32 WIB
Tuai Badai Kritik, Kader PSI Jelaskan Cuitannya Soal 'Jokowi Penuhi Syarat Disebut Nabi'
Akun X Dedy Nur Palakka. (bidik layar)

Suara.com - Kader Partai Solidaritasi Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka yang viral usai membuat cuitan soal Jokowi memenuhi syarat disebut nabi. Di akun miliknya Dedy pun menjelaskan alasannya terkait cuitan tersebut.

Cuitan Dedy Nur Palakka itu adalah sebagai bantahan tentang 'Jokowi Layak Disebut Nabi' dan ditujukan kepada akun @jhonsitorus_19.

Di awal penjelasannya, Dedy Nur Palakka mengucapkan terima kasih atas tanggapan dan masukan dari Jhon Sitorus.

"Kritik seperti ini penting agar diskusi tidak jatuh ke euforia atau miskomunikasi yang berlarut. Namun izinkan saya meluruskan beberapa hal agar perdebatan ini tetap berada di jalur fakta, logika, dan refleksi publik yang sehat," ujar Dedy.

Ia kemudian menjelaskan tentang Socrates, Buddha, Marx dan 'Gelar Nabi'. Di mana ia membenarkan secara historis formal, tidak ada dokumen resmi yang menyebut Socrates sebagai “Nabi Akal Budi”, atau Buddha sebagai “Nabi Kesadaran”, atau Marx sebagai “Nabi Revolusi”.

Namun dalam literatur filsafat dan kritik budaya modern, metafora ini digunakan secara luas untuk menceritakan bahwa mereka adalah pembawa pesan besar yang mengguncang zamannya.

Ia kemudian memberikan contoh: Slavoj iek menyebut Marx sebagai “the last prophet of modernity.” Dalam kajian postmodern, banyak teks menyebut Socrates sebagai the prophet of ethical doubt.

Bahkan dalam bahasa akademik, istilah "prophetic voice" sering digunakan bagi tokoh-tokoh yang membawa pencerahan di luar agama.

"Jadi, istilah “nabi” di sini adalah kiasan intelektual, bukan klaim teologis, catat dengan tinta besar ini bukan klaim teologis," katanya.

baca juga

Kemudian Dedy menjelaskan terkait cuitan Jokowi Nabi, ia menyebut Jokowi bukan nabi dalam pengertian wahyu, tetapi nabi dalam pengertian sosial yaitu “penunjuk jalan dalam krisis politik dan moral publik.”

"Ini menurut pandangan pribadi saya sebagai kader PSI dan sebagai Warga Negara Indonesia," katanya.

"Apakah itu berlebihan? Mungkin bagi sebagian orang. Tapi itu hak tafsir. Hak menyampaikan opini dan pendapat saya secara bebas sesuai dengan hati nurani saya," sambungnya.

Dalam sejarah, kata Dedy, banyak tokoh dianggap suci bukan karena mereka mengaku, tapi karena rakyat melihat keteladanan dalam diam dan dalam kesederhanaannya.

"Apakah saya mengaku umat? Tentu tidak.
Saya mengagumi, bukan menyembah. Saya mengkritisi, bukan memitoskan. Dan tentu saja, tidak ada “Tuhan” dalam perumpamaan ini. Ini analogi, bukan ajaran baru," tambahnya.

Sebelumnya, pegiat media sosial Jhon Sitorus melontarkan kritik keras terhadap pernyataan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi syarat sebagai seorang nabi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Ngotot Tolak Pulau Kucing, PSI Kini Bongkar Masalah AMDAL, Apa Katanya?

Makin Ngotot Tolak Pulau Kucing, PSI Kini Bongkar Masalah AMDAL, Apa Katanya?

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 02:12 WIB

Samakan Jokowi dengan Nabi, Kader PSI Dedy Nur Dulu Sebut Allah Hanya Angan-Angan

Samakan Jokowi dengan Nabi, Kader PSI Dedy Nur Dulu Sebut Allah Hanya Angan-Angan

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 17:13 WIB

Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki

Jokowi Acuhkan PPP karena Ongkosnya Mahal? Rocky Gerung Ungkap Nasib PSI jadi Partai Oligarki

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 16:12 WIB

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

Rocky Gerung Bongkar Motif Jokowi Pilih PSI: Politisi yang Sudah Ketagihan Kekuasaan

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 13:32 WIB

Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik

Heboh Kader PSI Sebut Jokowi Memenuhi Syarat Jadi Nabi, Tuai Badai Kritik

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 22:01 WIB

Jokowi Lebih Pilih PSI, Elite PPP Pamer Masih Punya Amran dan Sandiaga Uno

Jokowi Lebih Pilih PSI, Elite PPP Pamer Masih Punya Amran dan Sandiaga Uno

News | Selasa, 10 Juni 2025 | 15:09 WIB

Terkini

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×